Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan Dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :BK keluarga
Kelas :5/C Dosen Pengampu :Sysca Purnamasari, M.Pd
UTS TAKE HOME
1.
Dalam negahdapi era globalisasi, peran
bimbingan dan konseling keluarga khususnya di indonesia cendrung sangat
dibutuhkan baik dalm setting sekolah maupun masyarakat.
a. Kemukakan
alasan berdasarkan referensi yang anda temukan baik melalui buku maupun internet
b. Kemukakan
pula beberapa kemungkinan yang menjadi hambatan terselenggaranya konseling
keluarga baik di tinjau dari pihak konselor maupun keluarga sebagai sistem.
c. Asumsi
dasar yang menunjang untuk tercapainya tujuan konseling keluarga.
2.
Kedudukan bimbungan dan konseling
keluarga sangat terkait erat dengan disiplin ilmu seperti: sosiologi,
antropologi, psikologi dan agama. Berikan penjelasan secara konseptual
berdasarkan kajian tersebut.
3.
Dalam teori bowen terdapat 8 konsep
penting dalam sistem keluarga. Jika melihat 8 konsep bowen tersebut, seperti
apakah sistem keluarga anda?
Jawab
1.
a. Bimbingan konseling memiliki arti
penting untuk dilaksanakan karena alasan berikut :
Ø Makin
kompleksnya permasallahan pada keluarga modern
Ø Adanya
perbedaan iindividual antara suami-iisteri serta anggota keluarga yang mengakibatkan
ttimbulnya permasalahan dalam keluarga
Ø Makin
meningkatnya kebutuhan manusia sementara sumber pemenuhan tterbatas
Ø Adanya
perkembangan iindividu akibat pengaruh lluar yang berdampak bagi perilaku
manusia dalam keluarga.
Selain
itu, Alasannya karena konseling keluarga adalah upaya bantuan yang diberikan
kepada individu anggota keluarga melalui sistem keluarga (pembenahan konseling
keluarga) agar potensinya berkembang seoptimal
mungkin dan masalahnya dapat diatasi,
atas dasar kemauan membantu dari semua anggota keluarga berdasarkan kerelaan
dan kecintaan terhadap keluarga.
Jadi,
konseling keluarga adalah usaha membantu individu anggota keluarga untuk
mengaktualisasikan potensinya atau mengantisipasi masalah yang dialaminya,
melalui sistem kehidupan keluarga, dan mengusahakan akan terjadi perubahan
perilaku yang positif pada diri individu yang akan memberi dampak positif pula
terhadap anggota keluarga lainnya. Konseling
keluarga memandang keluarga cara keseluruhan bahwa anggota keluarga adalah
bagian yang tidak mungkin dipisahklan dari anak (klien) baik dalam melihat
permasalahannya maupun penyelesaiannya.
Sebagai suatu sistem permasalahan yang dialami
seorang anggota keluarga akan efektif diatasi jika melibatkan anggota keluarga
yang lain. dalam konseling keluarga yang
menjadi unit terapi adalah keluarga sehubungan dengan masalah yang dihadapi
oleh anggota keluarga Semua anggota keluarg mengerti dan bertanggungjawab
terhadap upaya perbaikan perilaku anak.
Konseling
ini menjadi sangat efektif terutama untuk mengatasi masalah masalah anak yan berhubungan
dengan sikap dan perilaku orangtua sepanjang berinteraksi dengan anak Konseling
keluarga memandang keluarga secara keseluruhan bahwa anggota keluarga adalah
bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari anak (klien) baik dalam seg permasalahannya
maupun penyelesaiannya. Sebagai suatu system, permasalahan yang dialami seorang
anggota keluarga akan efektif diatasi jika melibatkan anggota keluarga yang
lain.
Adapun tujuan bimbingan dan konseling keluarga
sebagai berikut:
·
Membantu individu mencegah timbulnya
prolem-problem yang berkaitan dengan pernikahan.
·
Membantu individu memahami hakikat
pernikahan menurut Islam,
·
Membantu individu memahami kesiapan
dirinya untuk menjalankan pernikahan
·
Membantu individu mencegah timbulnya
problem-problem yang berkaitan dengan kehidupan berumah tangganya,
·
Membantu individu memahami hahikat
kehidupan berkeluarga (berumah tangga) menurut Islam,
·
Membantu individu memahami cara-cara
membina kehidupan berkeluarga yang sakinah, mawadah, waa rahmah menurut ajaran
Islam
·
Membantu individu memahami kondisi dirinya
dan keluarga serta lingkungannya,
·
Membantu individu memahami dan
menghayati cara-cara mengatasi masalah pernikahan dan rumah tangga,
·
Membantu individu menetapkan pilihan
upaya pemecahan masalah yang dihadapinya,.
·
Membantu individu memelihara situasi dan
kondisi pernikahan dan rumah tangga agar tetap baik dan mengembangkannya agar
jauh lebih baik.
·
Memelihara situasi dan kondisi
pernikahan dan kehidupan berumah tangga yang semula pernah terkena problem dan
telah teratasi agar tidak menjadi permasalahan kembali,
b. Hambatan yang di maksud diantaranya
:
1) tidak semua anggota
keluarga bersedia terlibat dalam proses konseling karena mereka menganggap
tidak berkepentingan dengan usaha ini, atau karena alas an kesibukan, dan
sebagainya.
2) ada anggota keluarga yang merasa kesulitan untuk menyampaikan perasaan dan sikapnya
secara terbuka dihadapan anggota keluarga lain, padahal konseling membutuhkan
keterbukaan ini dan saling kepercayaan satu dengan lainnya.
c. untuk
mencapai tujuan konseling maka sebagai konselor saya akan melakukan dua pendekatan dilakukan dalam hal ini antara
lain:
1.
Pendekatan individual atau juga
disebut konseling individual yaitu upaya menggali emosi, pengalaman dan
pemikiran anggota keluarga sebagai klien dalam pelaksanaan konseling.
2.
Pendekatan kelompok (family conseling).
Yaitu diskusi dalam keluarga yang dibimbing oleh konselor keluarga.
2.
Konseptual mengenai empat disiplin ilmu
a.
Sosiologi
Kedudukan bimbingan dan konseling keluarga terkait
erat dengan sosiologi karena sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan
antara manusia dalam kelompok – kelompok dan struktur sosialnya. Sehingga dalam
pelaksanaan konseling keluarga memerlukannya disiplin ilmu untuk sebagai rujuan
dan landasan dalam pelaksanaan konseling baik itu untuk hubungan antar manusia,
kelompok serta struktur.
(https://dyahrahayuarmanto.wordpress.com/tag/pengertian-landasan-sosiologis/)
b.
Psikologi
Kedudukan bimbingan dan konseling keluarga terkait
erat dengan psikologi karena psikologi
adalah Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman
bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien).
Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu
dikuasai oleh konselor adalah tentang : (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan
dan lingkungan, (c) perkembangan individu; (d) belajar; dan (e) kepribadian.
Sehingga ilmu ini sangat membantu dalam pelaksanaan proses konseling keluarga
untuk melihat gejala-gejala prilaku yang ditimbulkan oleh klien.
(https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/25/landasan-bimbingan-dan-konseling/)
c.
Antroplogi
Kedudukan bimbingan dan konseling keluarga terkait
erat dengan antropologi karena
antropologi merupakan ilmu yang memperlajari Antropologi adalah suatu studi
ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman,
dan lain sebagainya. Sehingga dalam BK keluarga seorang konselor dapat melihat
dari berbagai kacamata baik itu budaya, prilaku, keanekaragaman dan lain-lain.
Dengan demikian, konselor mampu memahami dengan jelas permasalahan yang di
hadapi konseli serta latar belakangnya dengan ruang lingkup antropologi.
(https://awalbarri.wordpress.com/2009/03/16/1-definisipengertian-antropologi-objek-tujuan-dan-cabang-ilmu-antropologi/)
d.
Agama
Kedudukan bimbingan dan konseling
keluarga terkait erat dengan agama
karena agama merupakan induk dari kepercayan yang di anut seseorang. Di
indonesia mayoritas beragama. Dengan mengkaitkan ilmu agama dengan BK keluarga,
nanti nya konselor diharapkan mempunyai pengetahuan dan bahwa agama, terutama Agama Islam mempunyai fungsi-fungsi
pelayanan bimbingan, konseling dan terapi di mana filosofinya didasarkan atas
ayat-ayat Al-Quran dan Al Hadits (Sunnah Rosul). Proses pelaksanaan bimbingan,
konseling dan psikoterapi dalam Islam, tentunya membawa kepada peningkatan
iman, ibadah dan jalan hidup yang di ridlai Allah SWT.
(http://skripsiidealberkualitas.blogspot.co.id/2015/02/peranan-agama-dalam-bimbingan-konseling.html)
3. 8 konsep
dasar bowen dalm sistem keluarga sebagai berikut;
1. Pemisahan
Diri (differentiation of self)
Pemisahan diri adalah kemampuan seseorang untuk memisahkan diri sebagai
bagian yang terpisah secara realistis dari ketergantungan pada individu lain
dalam keluarga, tetapi dengan catatan dapat mempertahankan pemikiran dengan
tenang dan jernih dalam menghadapi konflik, kritik, serta menolak pemikiran
yang tidak jelas serta emosional.
2. Triangles
(Segitiga)
Konsep
hubungan segitiga merujuk kepada konfigurasi emosional dari 3 orang anggota
keluarga yang menghambat dasar pembentukan sistem keluarga. Triangles adalah
penghalang dasar pembentukkan sistem emosional. Jika ketegangan emosi pada
sistem 2 orang melampaui batas, segitiga tersebut adalah orang ketiga, yang
membiarkan perpindahan ketegangan ke orang ketiga tersebut.
3. Proses
Emosional Sistem Keluarga Inti
Menggambarkan pola fungsi emosional
dalam satu generasi. Umumnya hubungan
terbuka terjadi selama masa pacaran, kebanyakan individu memilih pasangan
dengan tingkat perbedaan yang sama. Jika tingkat perbedaan yang muncul rendah
pada masa penjajakan dalam hal ini adalah masa pacaran maka kemungkinan besar
akan muncul masalah di masa mendatang.
4. Proses
Proyeksi Keluarga
Pasangan yang tidak mampu terikat dengan komitmen yang kuat, sebagai orang
tua maka akan menciptakan kecemasan kepada anak-anaknya. Peristiwa tsb
dimanifestasikan sebagai hubungan segitiga
ayah-ibu-anak. Segitiga ini ini umumnya berada pada berbagai tingkatan
intensitas yang beragam pada hubungan
antara orang tua dengan anak.
5. Emotional
Cutoff (pemutusan secara emosional)
Persepsi
anak untuk memisahkan diri secara emosional.
Setiap anak dalam keluarga mempunyai derajat keterikatan secara emosi
yang kuat dan abadi dengan orang tuanya. Dalam pemutusan emosional biasanya
pemutusan mudah dilakukan jika antara anak dengan orang tua tinggal dalam
tempat yang jaraknya berdekatan sementara dengan anak yang tinggalnya
berjauhan pemutusan emosional ini menjadi sangat sulit untuk dilakukan.
Pemutusan
hubungan secara emosional merupakan disfungsional yang terjadi diantara
keluarga asli akibat keterikatan yang terjadi dengan pembentukkan keluarga baru.
Memelihara hubungan secara emosional dengan keluarga asal dapat mempertahankan
hubungan yang sehat dalam keluarga walaupun adanya perbedaan.
6. Proses
Transmisi Multigenerasional
Suatu cara
pola interaksional yang ditransfer dari satu generasi ke generasi lain. Merupakan
bagian yang berkelanjutan dari suatu proses yg natural/alami dari seluruh
generasi. Sikap, nilai, kepercayaan
(beliefs), perilaku dan pola interaksi didapatkan dari orang tua kepada anak
melalui seluruh kehidupan.
7. Sibling
Position
Satu kedudukan
yang dipegang oleh keluarga akan mempengaruhi perkembangan keluarga yang dapat
diprediksi dari karakteristik profil. Anak
ke berapa serta kepribadian anggota keluarga tsb akan menentukan posisi
seseorang dalam keluarga. Bowen menggunakan teknik ini untuk membantu menggambarkan tingkat perbedaan kedudukan diantara keluarga
serta kemungkinan terjadinya proses proyeksi keluarga secara langsung.
8. Societal
regression
Teori Bowen
meluaskan pandangannya terhadap masyarakat (society) sebagai sistem sosial
seperti layaknya keluarga. Konsep
societal regression membandingkan antara respon masyarakat dengan respon
individu dan keluarga terhadap:
Ø Tekanan
akibat krisis emosional.
Ø Tekanan yang
menimbulkan ketidaknyamanan & kecemasan.
Ø Penyebab
penyelesaian yang tergesa-gesa, bertambahnya masalah, serta siklus yang sama yg
berulang secara terus menerus
(http://emmakim28.blogspot.co.id/2011/05/bowens-family-therapy-psikologi.html)
Berdasarkan
penjelasan diatas maka sistem keluarga yang sedang saya alami yaitu Pemisahan
Diri (differentiation of self) karena saya pribadi sedang memisahkan diri dari
keluarga karena alasan kuliah, selain itu saya memiliki kemampuan
untuk memisahkan diri secara realistis dari ketergantungan pada keluarga,
tetapi dengan catatan dapat mempertahankan pemikiran dengan tenang dan jernih
dalam menghadapi konflik, kritik, serta menolak pemikiran yang tidak jelas
serta emosional.
Stuck-togetherness
(kebersamaan yang melekat/menancap) menggambarkan keluarga dengan kekuatan ego
yang melekat kuat sehingga tidak ada anggota yang mempunyai perasaan utuh
tentang dirinya secara mandiri.
Komentar
Posting Komentar