Nama :Mariyati Jurusan
:Bimbingan & Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :Patologi & Rehabilitas Sosial
Kelas
:5/C Dosen Pengampu :Erfan Ramadhani, M.Pd., kons.
RESUME
MENGANALISIS
MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERJADI DI INDONESIA
1.
Pornografi
a.
Latar belakang
Pornografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hardcore dan softcoe. Hardcore pornography adalah pornografi yang memperlihatkan
seks dalam bentuk yang sangat eksplisit, kekerasan dan tidak senonoh. Sedangkan
softcore pornography adalah
sebaliknya. Dari segi etika dan moral pornografi dapat merusak tatanan norma
dalam masyarakat, keserasian hidup keluarga serta masyarakat pada umumnya.
Batasan pornogrfi merupakan yang paling sulit untuk di tentukan karena
pandangan tersebut di pengaruhi budaya suatu bangsa.
b.
Dampak dan upaya penanggulangan pornografi
1)
Dampak
pornografi
Memberikan dampak negatif terhadap moralitas bangsa
indonesia dan juga menimbulkan berbagai mecam kejahatan lain sehingga dapat
merugikan orang banyak.
Pornografi berpotensi menyebabkan kerusakan otak
melebihi narkoba.
2)
Upaya
penanggulangan
Di
berikan hukuman pidana berdasar KUHP. Peran masyarakat yang di atur dalam
undang-undang nomor 44 tahun 2008 Pasal 20, pasal 21, dan pasal 22.
2.
Geng Motor
Geng
motor adalah wadah yang mampu memberikan gejala watak keberingasan anak muda.
Perkembangan tak lepas dari tren dan mode yang sedang berlangsung saat ini.
Oleh karena itu, aksi brutal ini perlu di redam. Selain meminta korban sesama
anggota geng motor, tindakan mereka juga memakan korban di masyarakat. Jika
geng motor tidak di antisipasi sejak dini, di khawatirkan kelompok-kelompok
tersebit bisa kian membesar dan menjadi sebuah jaringan kriminal terogranisasi.
a.
Geng motor dari segi sosiologis dan yuridis
Geng
motor merupakan kelompok sosial yang memiliki dasar tujuan yang sama atau
asosiasi yang dapat disebut suatu paguyuban, tetapi hubungan tersebut bersifat
negatif dan tidak teratur, serta cendrung bersifat anarkis.
Deklarasi
hak anak tahun 1958 menegaskan karena alasan fisik dan mental serta kematangan
anak-anak, anak-anak membutuhkan perlindungan serta perawatan khusus termasuk
perlindungan hukum.
b.
Peran keluarga dalam geng motor
Salah
satu fungsi keluarga, yaitu fungsi sosialisasi yang bertujuan untuk mengenalkan
kultur (nilai dan perilaku) serta sebagai peraturan/pedoman hubungan internal
dan eksternal. Orang tua bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama dan norma sosial agar sang anak
berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang ada. Oleh karena itu, salah
satu fungsi keluarga harus di perkuat agar anak tidak beralih ke geng motor.
c.
Penanggulangan geng motor
1)
Memberikan
perhatian, pengakuan, pujian, dan kasih sayang dari lingkungan
2)
Memberikan
sarana atau media untuk mengaktualisasikan dirinya secara positif
3)
Kepedulian dan
kasih sayang dari orang tua sendiri dan keluarga
4)
Melakukan
pengendalian dan kontrol sosial
5)
Penangkapan dan
memberikan hukuman kepada anggota geng motor yang melakukan tindakan kriminal.
3.
Konflik Sosial dan Premanisme
1.
Konflik sosial
Kata
konflik berasal dari bahasa latin, configere,
yang berarti pertarungan. Dalam
pengertian sosiologis, konflik sapat di pahami sebagai suatu “proses sosial” di
mana dua orang atau dua kelompok orang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Sejarah menunjukan bahwa
relasi sosial yang di tandai dengan kompetensi yang tidak terkendali dapat
berkembang menjadi penentang dan jika penentang ini menegang tajam maka akan
menimbulkan konflik. Wujud konflik yang jelas adalah perang bersenjata, di mana
dua atau lebih bangsa atau suku bangsa saling tempur dengan maksud
menghancurkan atau membuat lawan tidak berdaya.
a.
Konflik dari persepktif teori
Menurut Ralf Dahrendorf, dengan pendapatnya sebagai
berikut;
1.
Teori fungsional
strukutural, masyarakat berada dalam kondisi statis atau lebih tepatnya bergerak dalam kondisi
keseimbangan, sedangkan menurut teori konflik justru sebaliknya, masyarakat
senantiasa berada dalam proses perubahan yang di tandai oleh pertentangan yang
terus-menerus di antara unsur-unsurnya
Dalam teori
fungsional strukturak, setiap eleman di anggap memberikan dukungan terhadap
stabilitas, sedangkan teori konflik melihat bahwa setiap eleman memberikan
sumbangan terhadap disintegritas sosial.
2.
Teori fungsional
struktural melihat anggota masyarakat terikat secara informal oleh norma, nilai dan
moralitas umum, sedangkan teori konflik menilai keteraturan yang terdapat dalam
masyarakat itu hanyalah disebabkan adanya tekanan atau pemaksaan kekuasaan dari
atas oleh golongan yang berkuasa.
Menurut Lewis A. Coser menyebutkan bahwa konflik
dapat bersifat fungsional baik secara positif maupun negatif. Konflik bersifat
fungsional secara positif apabila konflik tersebut berdampak memperkuat
kelompok, sebaliknya konflik bersifat negatif apabila bergerak melawan struktur.
Alhi lain yaitu Piere Van Den Berghe mencoba
mempertemukan kedua perspektif tersebut. Dia menunjukan bebrapa persamaan
analisis antara kedua pendekataan itu, yaitu sama-sama bersifat holistis karena
sama-sama melihat masyarakat sebagai terdiri atas bagian-bagian yang saling
berkaitan satu dengan yang lain.
b.
Penyelesaian konflik
Penyeselesaian
konflik secara sosiologis, dapat berbentuk proses sosial yang bersifat
menggabungkan dan menceraikan. Adapun bentuk penyeselesaian konflik yang lazim
di pakai yakni, sebagai berikut;
1.
Konsiliasi,
suatu acar untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih guna mencapai
persetujuan bersama untuk berdamai.
2.
Mediasi, Mediasi
adalah Suatu cara menyelesaikan pertikaian dengan menggunakan seseorang
perantara (mediator).
3.
Arbitrasi, Arbitrasi
adalah penyelesaian konflik melalui pengadilan, dengan seorang hakim sebagai
pengambil keputusan.
4.
Koersi, Koersi
adalah suatu cara menyelesaikan ppertikaian dengan menggunakan pakasaan fisik maupun psikologis.
5.
Detente, Detente
adalah penyelesaian dengan cara mengurangi hubungan yang tegang antara dua
pihak yang bertikai.
2. Premanisme
a. Realitas premanisme di indonesia
Fenomen
premanisme di indonesia mulai berkembang hingga sekarang pada saar ekonomi
semakin sulit dan angka pengangguran semakin tinggi. Akibatnya kelompok
masyarakat usia kerja muali mencari cara untuk mendapatkan penghasilan. Selain
itu Faktor utama munculnya premanisme di indonesia karena minimnya pendidikan
dan kurangnya penanaman moral yang baik bagi rakyat. Tidak jarang pula aksi
premanisme berujung dengan kematian. Faktar ini tentu menjadi ancaman serius
bagi ketentraman masyarakat di atanah air.
Evolusi
premanisme sekarang ini mematahkan definisi asal premanisme sebelumnya.
Premanisme sebelumnya masih berkutat di wilayah pasar, terminal, dan tempat
umum lainnya. Namun pada saat ini, premanisme menjangkau hampir meliputi segala
bidang mulai dari birokrasi, agama, hukum hingga dunia maya.
Oleh
karena itu, adanya fenomena premanisme yang menggangu kestabilan keamaan dan
kenyamanan NKRI dan tentunya berdampak besar bagi psikologis masyarakat
sehingga juga menghambat perkembangan SDM.
b. Kajian teoritis
1.
Pengertian
premanisme
Premanisme berasal dari kata bahasa belanda vrijman, yang artinya orang bebas, merdeka dan kata
isme yang berarti sisttem kepercayaan, merupakan sebutan yang seirng digunakan
untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya
terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain.
Istilah preman menurut ida bagus pujaaswata, yaitu
orang bebas atau tidak memiliki ikatan pekerjaan dengan pemerintah atau pihal
tentu lainnya.
2.
Macam-macam
premanisme
Menurut
ketua presidium indonesia police watch, neta s. Pane, setidaknya ada empat
macam preman yang ada di indonesia yaitu;
a.
Preman yang
tidak bernegosiasi
b.
Preman yang
memiliki pimpinan dan mempunyai daerah kekuasaan
c.
Preman
terorganisasi
d.
Preman
berkelompok
Sedangkan
menurut Azwar hazan mengatakan sebagai berikut;
a.
Preman tingkat
bawah
b.
Preman tingkat
menengah
c.
Preman tingkat
atas
d.
Preman elit
c.
Memberantas akar premanisme di indonesia
Pemberantasan
akar premanisme di indonesia masih menjadi polemik di karenkan masih maraknya
tindakan kriminalitas yang terjadi. Namun salah satu cara memberantas
premanisme yaitu di tangkap yang berprofesi sebagai pengamen, tukan parkir, dan
backing wilayah. Walaupun hal ini belum menjangkau ke preman kelas kakap.
Tetapi pemblokiran terhadap beberapa jasa keamanan, seperti jasa pengamanan
truk untuk mengurangi ruang gerak premanisme untuk saat ini.
Referensi:
Burlian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta. Bumi Aksara
Komentar
Posting Komentar