Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :BK Industri
Kelas :5/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
RESUME
PERAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
1. Arti penting administrasi pendidikan
Jalur
pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat
dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan pengembangan
karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap
pendidikan.
Arah
pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara
komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan
teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh
nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain, pengembangan SDM
di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ), kecerdasan sosial (EQ)
dan kecerdasan spiritual (SQ).
Sebagai bahan yang dapat dipertimbangkan dalam
hubungannya dengan upaya peningkatan mutu, dapat kita simak prinsif-prinsif W.
Edward Deming sebagai mana dikutif oleh Randall S. Schuler dalam buku
“Manajemen Sumber Daya Manusia”, sebagai berikut :
1)
Ciptakan konsistensi dan keberlanjutan tujuan.
2)
Jangan berikan toleransi pada jenis kesalahan yang
akan mengakibatkan penundaan pekerjaan, bahan yang rusak, atau pekerjaan yang
buruk.
3)
Hilangkan ketergantungan pada pemeriksaan massal.
4)
Kurangi jumlah pemasok .
5)
Lakukan pencarian masalah dalam sistem secara rutin
dan lakukan perbaikan.
6)
Lembagakan metode pelatihan modern, dengan menggunakan
statistik.
7)
Pusatkan pekerjaan penyeliaan untuk membantu karyawan
melakukan pekerjaan yang lebih baik. Sediakan alat dan teknik supaya karyawan
memiliki rasa bangga terhadap pekerjaannya.
8)
Hilangkan rasa kuatir. Komunikasi dua arah harus
dirangsang.
9)
Hancurkan penghalang antar departemen. Lakukan
pemecahan masalah melalui kerja kelompok.
10) Hilangkan
penggunaan sasaran numerik, slogan, dan poster untuk karyawan.
11) Gunakan
metode statistik untuk melanjutkan perbaikan mutu dari produktivitas serta
hilangkan semua standar yang menggunakan kuota jumlah.
12) Hilangkan
penghalang sehingga karyawan merasa bangga dengan pekerjaan yang dilakukan.
13) Lembagakan
program pelatihan dan pendidikan supaya karyawan dapat terus mengikuti
perkembangan metode, material, dan teknologi terbaru.
14) Jelaskan
komitmen permanen manajemen terhadap mutu produktivitas.
Apa yang
dikemukakan Randall secara implisit memang bukan untuk mengatasi permasalahan
“mutu” pada dunia pendidikan, tetapi pada dewasa ini kesuksesan manajemen
industri telah membuat iri para pengelola pendidikan. Namun upaya peningkatan
mutu, baik pada bidang industri maupun pada bidang pendidikan bukanlah
pekerjaan yang mudah. Untuk meningkatkan mutu pada bidang pendidikan
dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti mutu masukan pendidikan, mutu sumber
daya pendidikan, mutu guru dan pengelola pendidikan, mutu proses pembelajaran,
sistem ujian dan pengendalian mutu, serta kemampuan pengelola pendidikan untuk
mengantisipasi dan menangani berbagai pengaruh lingkungan pendidikan.
Tanpa
mengabaikan peranan faktor penting lainnya, mutu guru telah ditemukan oleh
berbagai studi sebagai faktor yang paling konsisten dan kuat dalam mempengaruhi
mutu pendidikan. Bahkan salah satu poin dari hasil Konfrensi Khusus Antar
Pemerintah mengenai status guru yang diselenggerakan Oleh UNESCO/ILO pada tahun
1966 di Paris menyebutkan bahwa :
“Harus
diakui bahwa kemajuan dalam pendidikan dan sebagian besar bergantung kepada
kewenangan dan kemampuan staff pendidikan pada umumnya dan kepada mutu pedagogis
serta teknis insani dari guru-guru seorang demi seorang”.
Ungkapan
yang sering kita dengar bahwa “guru merupakan tulang punggung bangsa dan
negara”.
Guru merupakan
unsur penting dan berpengaruh dalam proses pendidikan dan pengajaran. Tenaga
guru merupakan tenaga yang penting yang tidak boleh, tidak ada. Bagaiamanapun
baiknya unsur lain, tetapi bila tidak didukung oleh unsur guru yang profesional
maka pelaksanaan program pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Kunci keberhasilan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran sangat
ditentukan oleh guru yang melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
2. Meningkatkan kualitas SDM
Dalam hal
ini, guru harus kreatif, professional dan menyenangkan, dengan memposisikan
diri sebagai :
1.
Orang tua, yang penuh kasih sayang pada peserta
didiknya.
2.
Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi
para peserta didik.
3.
Fasilitator, yang selalu siap memberikan kemudahan,
dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.
4.
Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk
dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran
pemecahannya.
5.
Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung
jawab.
6.
Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan
dengan orang lain secara wajar.
7.
Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar
peserta didik, orang lain, dan lingkungannya.
8.
Mengembangkan kreativitas.
9.
Menjadi pembantu ketika diperlukan.
10.
Demikian beberapa peran yang harus dijalani seorang
guru dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para siswanya.
Peran dan
Fungsi Guru;
Para pakar
pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang peran guru yang harus dilakoni.
Peran guru yang beragam telah diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young
(1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weinstein (1997). Adapun peran-peran
tersebut adalah sebagai berikut :
1)
Guru Sebagai Pendidik
2)
Guru Sebagai Pengajar
3)
Guru Sebagai Pembimbing
4)
Guru sebagai Pemimpin
5)
Guru sebagai pengelola pembelajaran
6)
Guru Sebagai Model dan Teladan
7)
Sebagai anggota masyarakat
8)
Guru sebagai administrator
9)
Guru Sebagai Penasehat
10)
Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
11)
Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas
12)
Guru Sebagai Emansipator
13)
Guru Sebagai Evaluator
14)
Guru Sebagai Kulminator
Komentar
Posting Komentar