Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan dan Konseling
Nim :2014
141 106 Mata Kuliah
:BK Industri
Kelas :5/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
RESUME
KELELAHAN DAN
STRESS KERJA
1.
Pengertian
kelelahan dan stress kerja
Kelelahan dapat diartikan sebagai suatu
kondisi menurunnya efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan atau
ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan
(Sritomo Wignjosoebroto, 2003:283).
Menurut Eko Nurmianto (2003), kelelahan
kerja akan menurunkan kinerja dan menambah tingkat kesalahan kerja.
Meningkatnya kesalahan kerja akan memberikan peluang terjadinya kecelakaan
kerja dalam industri.
Stres kerja menurut Handoko (2011:200)
adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan
kondisi seseorang.
Nawawi (2006:345) mendefinisikan stres
kerja sebagai rasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi
pekerjaannya. Stres kerja dapat terjadi pada setiap jajaran, baik pemimpin
(manajer) maupun yang dipimpin, staf dan para tenaga ahli/profesional di
lingkungan suatu organisasi.
2.
Gejala-gejala
kelelahan dan stress kerja
Gejala-gejala atau perasaan perasaan
yang ada hubungannya dengan kelelahan yaitu (Suma’mur, 1996 : 190-191) :
1) Pelemahan
Kegiatan ditandai dengan gejala: perasaan berat di kepala, badan merasa lelah,
kaki merasa berat, menguap, merasakacau pikiran, mengantuk, ada beban pada
mata, gerakan canggung dan kaku, berdiri tidak stabil dan ingin berbaring.
2) Pelemahan
Motivasi ditandai dengan gejala lelah berbicara, menjadi gugup, tidak dapat
berkonsentrasi, susah berfikir, cenderung untuk lupa, tidak tekun dalam
pekerjaannya, kepercayaan berdiri berkurang,dan sulit mengontrol sikap.
3) Pelemahan
Fisik ditandai dengan gejala: sakit kepala, kekakuan di bahu, merasa nyeri di
punggung, merasa pernapasan tertekan, tremor pada anggota badan, spasme dari
kelopak mata, dan merasa pening.
Gambaran mengenai gejala kelelahan
secara subjektif dan objektif antara lain (Sugeng Budiono, 2003 : 88) :
1) Perasaan
lesu, ngantuk dan pusing.
2) Tidak
atau kurang mampu berkonsentrasi.
3) Berkurangnya
tingkat kewaspadaan.
4) Persepsi
yang buruk dan lambat.
5) Tidak
ada atau berkurangnya gairah untuk bekerja.
6)
Menurunnya kinerja jasmani dan rohani.
Sedangkan gejala stress di tempat kerja,
meliputi:
1) Kepuasan kerja rendah,
2) Kinerja yang menurun,
3) Semangat dan energi menjadi hilang,
4) Komunikasi tidak lancar, Kesalahan yang sembrono,
5) Kelalaian menyelesaikan pekerjaan,
6) Lupa akan janji yang telah dibuat dan kegagalan diri
sendiri,
7) Kesulitan berhubungan dengan orang lain,
8) Kerisauan tentang kesalahan yang dibuat,
9) Menunjukkan gejala fisik seperti pada alat
pencernaan, tekanan darah tinggi, radang kulit, radang pernafasan.
Stress akibat kerja menyebabkan
timbulnya penyakit psikosomatic. Penyakit psikosomatic yang
timbul sebagai akibat stress kerja (Rahyu, 2002), yaitu :
1) Gejala-gejala otot
a) Nyeri,
b) Pegal-pegal.
2) Gejala-gejala gastro intestinal
a)
Sakit pada pencernaan (dyspepsia),
b)
Mual-mual (vomiting,),
c)
Susah buang air besar (constipasi),
d) Iritasi
kolon,
e)
Rasa terbakar pada ulu hati (heart
burn).
3) Gejala-gejala jantung
a) Berdebar-debar,
b) Sakit
pada daerah dibawah puting susu,
c) Denyut
jantung tidak teratur.
4) Gejala-gejala pernafasan
a)
Pernafasan yang cepat (hyperventilation),
b)
Dyspnoea.
5) Gejala-gejala susunan syaraf pusat
a) Susah
tidur,
b) Lesu,
c) Pusing-pusing,
d) Sakit kepala.
6) Gejala-gejala pada alat kelamin
a) Impoten,
b)
Sakit pada waktu haid.
3.
Pengaruh
stress kerja terhadap kinerja dan produktivitas
Pengaruh stress ada dua (Tarwaka, 2004)
yaitu:
1) Pengaruhnya terhadap individu seseorang
a) Reaksi
emosi. Tanda-tandanya adalah mudah marah, emosi tidak terkontrol, mudah curiga,
dll (Mendelson, 1990).
b) Reaksi
perubahan kebiasaan. Mudah merokok, minum-minuman keras, penggunaan obat
terlarang.
c) Perubahan
fisiologis. Mudah sakit kepala, insomnia, hipertensi, serangan jantung, dll.
2) Pengaruhnya terhadap organisasi
Akibat stress pada organisasi kerja akan
memberikan pengaruh yang kurang baik. Pengaruhnya dapat berupa tingginya angka
tidak masuk kerja, turnover, hubungan kerja jadi tegang dan rendahnya kualitas
kerja. Akibat Stress Kerja Akibat adanya stress kerja orang menjadi tegang,
merasakan kecemasan yang kronis, peningkatan ketegangan pada emosi, proses berikir
dan kondisi fisik individu. Pekerja atau karyawan yang mengalami stress akibat
kerja akan menunjukkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku terjadi pada diri
manusia sebagai usaha mengatasi stress kerja. Usaha mengatasi stress kerja
dapat berupa perilaku melawan stress kerja (flight) atau freeze (berdiam
diri) (Novitasari,
2009).
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh
stress kerja dapat berupa:
1) Terjadinya
kekacauan, hambatan baik dalam manajemen maupun operasional kerja.
2) Mengganggu
kenormalan aktivitas kerja.
3) Menurunkan
tingkat produktivitas.
4) Menurunkan
pemasukan dan keuntungan perusahaan.
5) Kerugian
finansial yang dialami perusahaan karena tidak seimbangnya antara produktivitas
dengan biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji, tunjangan, dan fasilitas
lainnya.
4. Layanan pembinaan mental
Layanan BK mencakup sembilan
jenis layanan, namun untuk pembinaan mental bisa deberikan layanan sebagai
berikut, yaitu:
1.
Layanan Orientasi
2.
Layanan Informasi
3.
Layanan Konseling Individual
4.
Layanan Konseling Kelompok
5.
Layanan Konsultasi
Komentar
Posting Komentar