Langsung ke konten utama

Resemue Mampu Menganalisis Perespektif Patologi Sosial Menurut Para Ahli



Resemue
Mampu Menganalisis Perespektif Patologi Sosial Menurut Para Ahli

1.    Teori patologi sosial
          St. Vembriarto menyebutkan bahwa  patologi sosial mempunya dua arti
a.    Patologi sosial berarti suatu penyelidikan, disiplin, atau ilmu  pengetahuan tentang  disorganisasi, sosial dan sosial malajusment, yang di dalamnya dibahas tentang arti, ekstensi, sebab-sebab, hasil dan tindakan perbaikan terhadap faktor-faktor yang mengganggu atau mengurangi penyesuian sosial.
b.    Patologi sosial berarti keadaan sosial yang “sakit” atau “abnormal” pada masyarakat.
          Teori patologi disebutkan bahwa, masyarakat selalu dalam keadaan sakit atau masyarakat yang tidak berfungsi secara sebagian atau keseluruhan. Masyakat bisa dikatakan sehat jika seluruh anggota masyarakat berfungsi dengan sempurna. Jika di pandang dari luar, masyarakat memang terlihat menjalankan fungsinya dengan sempurna. Namun, jika di lihat dari dalam, pada kenyataannya masyarakat tidak menjalankan fungsinya dengan baik. (Burlian:2016)
          Dari pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa teori patologi sosial merupakan suatu perilaku masyarakat dimana keadaan masyarakat tersebut sakit atau abnormal. Dengan demikian fungsi yang ada di masyarakat tidak berfungsi lagi denga sempurna. karena           Karena Masyarakat yang sehat maka seluruh anggota  masyarakat berfungsi dengan sempurna. Sebagai contoh masyarakat yang makmur dan sejahtera, namun di dalamnya banyak masalah yang sedang di hadapi.

2.    Individu sosiopatik
          Menurut para sosiolog mengemukan bahwa perilaku sosiopatik adalah tingkah laku yang berbeda dan menyimpang dari kebiasan serta norma-norma umum, yang pada suatu tempat dan waktu tertentu sangat ditolak, sekalipun tingkah laku tertentu tersebut berada di lain waktu.
          Menurut para ahli biologi, timbulnya gejala patologi sosial di sebabkan adanya penyimpangan sosial patologi atau kelas defektif dalam masyarakat.
          Sedangkan dalam DSM II sosiopat merupakan nama pengganti dari psikopat yang awalnya psikopat penderita kelainan patologik adalah jiwa sosialnya. Sementara sosiopat merupakan perilaku yang melanggar norma sosial dan masyarakat yang pada akhirnya menjadi korban. (www.amazine.co/
          Dengan demikian individu sosiopatik ialah individu yang tidak mampu merasakan penyesalan atau tanpa rasa bersalah. Individu ini hanya mementingkan dirinya sendiri dan sering mengabaikan peraturan, adat istiadat dan hukum serta tidak peduli saat tindakannya mungkin membahayakan orang lain dan dirinya sendiri.
Contoh yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari mengenai individu sosiopat seperti:
a.    Individu sosioptik biasa, memiliki perilaku yang menyimpang dari norma yang sudah berlaku. Misalnya, berbohong, pergi keluar rumah tanpa pamit, bolos, keluyuran, berkelahi dengan teman.
b.    Individu sosiopatik yang menjurus pada pelanggaran dan tindak pidana. Misalnya minum-minuman keras(alkohol), mencurim dll.
c.    Individu sosiopatik yang khusus. Misalnya menggunakan obat terlarang(narkoba). Menggugurkan kandungan, pemerkosaan.

3.    Teori interaksionis
          Menurut George Herbert Head (soerjono:2003)  mengatakan bahwa Teori interaksionis dapat di pelajari jika kita menggunakan pendekatan yang sering dikenal dengan interaksionisme simbilok. Adapun konsep yang mendasari teori ini yaitu tindakan, gestur, simbol dan pikiran(mind).
            Sunarto (2004:35) mengatakan bahwa Interaksionis menampakan bahwa sasaran pendekatan ini adalah interaksi sosial. Menurut  soekanto (2005:61) mengatakan bahwa Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan orang perorangan antara kelompok manusia, hubungan timbal balik dan respon antar individu dengan individu maupun kelompok atau kelompok dengan individu maupun kelompok.
Terakhir teori interaksionis menurut Agus (2008:11) mengatakan bahwa interaksionis berpandang bahwa manusia adalah individu yang berfikir, berperasaan, memberikan pengertian pada setiap keadaan, yang melahirkan  reaksi dan interpretasi terhadap setiap rangsangan yang di hadapi. Kejadian tersebut dilakukan dengan simbol-simbol atau komunikasi yang bermakna dan dilkukan melalui gera, bahasa, rasa empati, dan melahirkan tingkah laku lainnya yang menunjukan reaksi atau respon terhadapan pasangan-pasangannya yang datang pada dirinya.
            Berdasar pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa teori interaksionis merupakan teori dengan pendekatan interaksi sosial dimana setiap manusia adalah individu yang memiliki hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan orang perorangan antara kelompok manusia, hubungan timbal balik dan respon antar individu dengan individu maupun kelompok atau kelompok dengan individu maupun kelompok. Kejadian tersebut dilakukan dengan simbol-simbol atau komunikasi yang bermakna.

4.    Teori cultural lag
          Teori Kesenjangan Budaya ( Cultural Lag ) merupakan suatu kondisi di mana terjadi kesenjangan antara berbagai bagian dalam suatu kebudayaan. (Burlian:2016)
                Menurut Ogburn, cultural Lag merupakan fenomena sosial yang umum karena kecenderungan budaya material berkembang dan berubah dengan cepat sedangkan budaya non material yang cenderung menolak perubahan dan tetap  untuk jangka waktu jauh lebih lama dari waktu. Teorinya cultural Lag menunjukkan bahwa periode ketidakmampuan terjadi ketika budaya non material berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi materi baru.
Cultural Lag menciptakan masalah bagi masyarakat dengan cara yang berbeda. Cultural Lag dipandang sebagai isu etika penting karena kegagalan untuk mengembangkan konsensus sosial yang luas mengenai penggunaan yang tepat dari teknologi modern dapat menyebabkan kerusakan solidaritas sosial dan munculnya konflik sosial. Masalah cultural Lag cenderung menyerap diskusi di mana pelaksanaan beberapa teknologi baru dapat menjadi kontroversial bagi masyarakat luas.
          Cultural Lag dapat terjadi ketika inovasi teknologi yang melebihi adaptasi budaya. Misalnya, ketika mobil pertama kali ditemukan, belum ada hukum untuk mengatur mengemudi: tidak ada batas kecepatan, tidak ada pedoman yang memiliki hak jalan di persimpangan, tidak ada penanda jalur, tidak ada tanda berhenti, dan sebagainya. Namun, hasilnya adalah kekacauan. Jalan-jalan kota menjadi sangat berbahaya. Hukum segera ditulis untuk mengatasi masalah ini, menutup kesenjangan.



Referensi:
Agus, Salim, 2008. Pengantar Sosiologi Mikro. Yogyakarta. Pustaka Belajar
Burlian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta. Bumi Aksara
Dianti, Sri. 2011. Pengertian Cultural Lag Menurut William F Ogburn. [Online] [Tersedia]Http://Www.Sridianti.Com/Pengertian-Cultural-Lag-Menurut-William-F-Ogburn.Html Di Akses [30 September 2016/19.45]
Kamanto, Sunarto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Soerjono, Soekanto. 2003. Patologi Sosial. Jakarta. Pt Raja Grafindo
Soerjono, Soekanto. 2005. Patologi Sosial. Jakarta. Pt Raja Grafindo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....