Nama :Mariyati Jurusan
:Bimbingan Dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata
Kuliah :BK keluarga
Kelas :5/C Dosen Pengampu :Sysca Purnamasari, M.Pd
RESUME
HAKIKAT, CIRI,
KARAKTER KELUARGA BAHAGIA
Menurut Fuadudin (1999), dalam agama
islam keluarga yang baik atau harmonis biasa disebut keluarga sakinah, yang
mempunyai ciri utama adanya cinta kasih yang permanen antara anggota keluarga.
Keluarga bertolak dari prinsip perkawinan sebagai sebuah perjanjian (mitsaqon gholizho)
yang teguh untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lain yang dibangun atas
dasar bahwa membangun keluarga adalah amanah yang harus dijaga sesuai dengan
ajaran Allah SWT.
Terkait dengan berbagai dengan bentuk
dan tipe keluarga, bagaimana sebuah keluarga dapat dikatakan bahagia? Keluarga
bahagia adalah identik dengan keluarga yang harmonis sangat menentukan untuk
menciptakan lingkungan yang baik dalam suasana kekeluargaan dan menjadi pusat
ketenangan hidup (Bambang, 2000 :52). Setiap keluarga selalu mendambakan
terciptanya keluarga bahagia dan tidak jarang setiap keluarga mengusahakan
kebahagiaan dengan berbagai jalan dan upaya. Bahkan mereka menempa anak-anaknya
agar mampu mempersiapkan diri dalam membentuk kehidupan dalam berkeluarga yang
bahagia, sesuai dengan apa yang didambakan orang tuanya.
Bahagia
adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan
bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada
kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka, menurut
pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan
itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran
kondisi kejiwaan masyarakat yang senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan,
tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan. Kata bahagia selalu
dikaitkan dengan aspek psikologis dan ukuran-ukuran perasaan yang paling dalam.
Ciri
– ciri keluarga bahagia adalah keluarga yang selalu mempunyai tegang rasa yang
baik antar sesama anggota keluarga, tidak saling curiga, saling bantu membantu,
tidak mudah terpengaruh dengan isu-siu luar yang bisa merusak keharmonian
keluarga.
Keluarga bahagia, keluarga yang didalamnya terdapat berbagai persoalan/masalah kekeluargan. Tetapi itu semua dihadapi dengan kepala diingin dan dengan komunikasi yang baik, antar sesama anggota keluarga keluarga, istri dengan suami, anak dengan ibu, anak dengan ayah, martua dengan menantu, dan anggota lain yang ada dikeluarga.
Keluarga bahagia, keluarga yang didalamnya terdapat berbagai persoalan/masalah kekeluargan. Tetapi itu semua dihadapi dengan kepala diingin dan dengan komunikasi yang baik, antar sesama anggota keluarga keluarga, istri dengan suami, anak dengan ibu, anak dengan ayah, martua dengan menantu, dan anggota lain yang ada dikeluarga.
Linda & Richard Eyre mengungkapkan 9
prinsip yang diadopsi dari alam untuk menciptakan keluarga bahagia:
1. Komitmen
Hukum
angsa adalah komitmen dan perioritas, sejauh angsa terbang selalu kembali ke
kandang bersama keluarga dan mereka memperioritaskan anak-anak dengan ungkapan
cinta yang lengkap dengan menyentuhkan kepala kepada anakanaknya. Seperti angsa
kita harus memahami bahwa komitmen merupakan ungkapan cinta yang paling
lengkap.
2.
Memuji
Kepiting
secara insting akan menarik ke bawah bila ada kepiting lain yang mencoba
mendahuluinya. Keluarga harus mencari cara untuk untuk membangun kepercayaan
diri anak-anak kita dengan selalu memuji, dan bukan menyepelekan melalui kritik
yang terus-menerus. Keluarga harus mendorong anak-anak untuk maju melampaui
orang tuanya.
3.
Komunikasi
Ikan
paus selalu komunikasi dengan keluarga walaupun jauh di laut lepas, nyanyian
ikan betina digunakan untuk memanggil anak-anaknya. Seperti ikan paus keluarga
harus berusaha berkomunikasi secara konstan, kita seharusnya mendengarkan satu
sama lain bukan saling mengganggu.
4.
Konsisten
Kura-kura
binatang berjalan lambat dapat mengalahkan kelinci karena ia berjalan dengan
konsisten. Seperti kura-kura kita harus tetap bangkit setiap hari untuk
menjadikan keluarga kita lebih baik dan saling mencintai.
5.
Disiplin
Belalai
gajah bisa lunak ketika menimang dan membimbing anaknya, tapi bisa jadi
kuat/keras ketika menghalau rintangan yang menghalanginya. Gajah punya
sensitivitas, kelembutan dan disiplin yang tinggi. Dalam keluarga marilah kita
mencoba menjadi lunak dan baik terhadap satu sama lain, tapi benar-benar tegas
dalam hal menjaga aturan.
6.
Rasa Aman
Pohon
kayu merah adalah mahluk hidup tertinggi di bumi, mereka tumbuh dalam semak
dengan akar saling terkait seolah berpegangan tangan. Seperti kayu merah kita
harus tumbuh bersama dan semakin dekat satu sama lain sehingga menimbulkan rasa
aman pada anak dan keluarga.
7.
Tanggung jawab
Hukum
yang diadopsi dari beruang adalah tanggungjawab, yaitu mengambil tanggung jawab
penuh dan lengkap bagi keluarga dan semua anak. Memperioritaskan peran
pegasuhan, memberi teladan dan berharap mereka menerima tanggungjawab. Anak
dilatih sejak kecil untuk membantu pekerjaan rumah supaya terbiasa melaksanakan
pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab.
8.
Kesadaran
Katak
berdarah dingin dia suka berada di lingkungan yang bersuhu hangat, kadang dia
tidak menyadari kalau suhu semakin panas yang akhirnya ia mati terendam karena
tertidur. Keluarga harus menanamkan kesadaran kepada anakanak bahwa semua
situasi tidak sama dan kita harus memahami perbedaan.
9.
Kebebasan
Jika
kutu disimpan dalam kotak tertutup, dia bisa melompat sejauh tutup kotak itu,
meskipun tutupnya dibuka kutu hanya bisa melompat pada ketinggian tertentu.
Hukum kebebasan bagi anak adalah membiarkan anak-anak bebas, dan mampu
mengembangkan potensi mereka sejauh mungkin.
Menurut
Danuri (1999:19) ciriciri keluarga bahagia diantaranya :
1.
Adanya ketenangan jiwa yang
dilandasi oleh ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Hubungan yang harmonis antara individu dengan individu lain dalam
keluarga dan masyarakat.
3.
Terjamin kesehatan jasmani,
rohani, dan sosial.
4.
Cukup sandang, pangan, dan
papan.
5.
Adanya jaminan hukum terutama
hak azasi manusia.
6.
Tersedianya pelayanan
pendidikan yang wajar.
7.
Ada jaminan di hari tua,
sehingga tidak perlu khawatir terlantar di masa depan.
8.
Tersediaanya fasilitas rekreasi
yang wajar.
Secara
garis besar ciri-ciri keluarga yang bahagia bukan hanya tentang uang, kekayaan,
jabatan atau kesuksesan lainnya yang kita raih, tetapi juga keluarga yang
harmonis.
Ciri-ciri keluarga
yang harmonis diantaranya adalah :
Ø Menikmati kehadiran yang lain. Antara suami dan istri, orang tua
dengan anak, dengan saudara dengan mertua dan dengan anggota lain di dalam
keluarga tidak berarti mereka harus selalu bersama-sama, tetapi begitu
bersama-sama mereka menikmati kebersamaan itu dan menciptakan suasana
kekeluargaan dan kebahagiaan.
Ø Saling menghargai satu sama lain dan menemukan hal-hal positif pada
diri masing-masing anggota.
Ø Meski tidak selalu, mereka sering melakukan rekreasi bersama-sama. Nonton
konser, berlibur, dan berjalan-jalan ke tempat yang sama tapi tetap merasakan
arti kebahagiaan dalam kesederhanaan
Ø Saling terbuka dan percaya satu sama lain, termasuk hal-hal yang
sangat pribadi.
Ø Bila salah satu tertimpa kesusahan, ia selalu bisa datang pada yang
lain tanpa rasa sungkan dari semua antar anggota keluarga.
Ø Sering menertawakan satu hal yang sederhana bersama-sama, menyanyi
lagu yang sama, dan menikmati acara yang sama untuk menciptakan kebahagian
melalui hal-hal yang kecil dan sederhana.
Ø Tidak pernah kehabisan acara atau ide untuk melakukan hal
bersama-sama.
Bila hal-hal umum yang mencirikan keluarga bahagia diatas telah kita miliki, tentu arti makna kehidupan pun sudah kita temukan. Mungkin selama ini banyak permasalahan keluarga yang salah satu penyebabnya adalah tidak adanya waktu luang untuk keluarga. Kita tentu ingin tetap meraih kesuksesan dalam karir, kesehatan dan financial tanpa melupakan keluarga. Oleh sebab harus ada keseimbangan dari berbagai aspek-aspek kehidupan yang kita jalani untuk memperoleh kebahagian dalam hidup.
Bila hal-hal umum yang mencirikan keluarga bahagia diatas telah kita miliki, tentu arti makna kehidupan pun sudah kita temukan. Mungkin selama ini banyak permasalahan keluarga yang salah satu penyebabnya adalah tidak adanya waktu luang untuk keluarga. Kita tentu ingin tetap meraih kesuksesan dalam karir, kesehatan dan financial tanpa melupakan keluarga. Oleh sebab harus ada keseimbangan dari berbagai aspek-aspek kehidupan yang kita jalani untuk memperoleh kebahagian dalam hidup.
Komentar
Posting Komentar