Makalah
Model-Model Konseling
“Konseling
Psikologi Individual”
Di Susun Oleh :
Kelompok 3
Nama Kelompok :
1.
Ayu soraya
2.
Ema kusna
haryati
3.
Ika ayu
oktaviani
4.
Mariyati
5.
Rahmad shadat
6.
Yogi firnando
Semester/Kelas : Enam (6) / C
Program Studi :
Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengasuh : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons,
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut
nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW. Sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang
konseling
psikologi individual.
Makalah ini
telah disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah model-model konseling. Disamping
itu pula, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan lebih luas bagi
mahasiswa semester VI Program
Studi Bimbingan dan Konseling .
Kami menyadari
sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini kurang baik dari teknik penulisan,
sistematika penulisan dan isi penulisan. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
kami menerima saran dan kritik dari pembaca demi penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami
Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Palembang, Februari 2017
Tim Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1
... Latar
Belakang.......................................................................... 1
1.2 ... Rumusan Masalah..................................................................... 1
1.3 ... Tujuan Penulisan....................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1
Pengertian
konseling psikologi individual............................... 3
2.2
Karakteristik konseling psikologi individual......................................
2.3
Teknik-teknik konseling psikologi individual...........................
2.4
Analisis dan penerapan konseling psikologi
individual dalam konseling
BAB III PENUTUP......................................................................................
3.1 Kesimpulan...............................................................................
3.2
Saran.........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Alfred Adler
pada mulanya adalah seorang anggota psikoanalisis tetapi lalu memisahkan diri
dari freud, karena tidak setuju dengan konsep-konsep psikoanalisis. Adler
membentuk aliran baru dinamakan Individual Psycology. Adler tidak setuju dengan
konsep dorongan seks sebagai satu-satunya dorongan yang utama dalam kehidupan
manusia, juga dengan konsep kejiwaan yang dibagi-bagi menjadi id, ego dan
superego.
Psikologi
individual dikembangkan oleh Alfred Adler, sebagai suatu sistem yang komparatif
dalam memahami individu dan dalam kaitannya dengan lingkungan sosial.
Individual psychology atau psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Adler
dan pengikutnya antara lain adalah Rudolph Drekurs, Martin Son Tesgard, dan
Donal Dinkmeyer.
Alfred Adler
selain siswa juga rekan kerja Freud dan berumur empat belas tahun lebih muda
dari Freud. Adler telah
menjadi dokter praktek. Ketika bergabung dengan Freud dan ahli lain ketika
dibentuknya Masyarakat Psychoanalytic Vienna. Adler keluar dari paham Freud dan
Masyarakat Psychoanalytic Vienna dan pada tahun 1911 Adler mulai mengembangkan
pemikirannya
yang dikenal sebagai Psikologi Individu.
Aliran
Psikologi Individual dikenal dengan nama Adlerian Counseling. Adler
mengatakan bahwa seorang tidaklah dikendalikan semata-mata untuk memenuhi
kesenangannya sendiri tetapi sebaliknya, seseorang dimotivasi oleh rasa
tanggung jawab sosial dan kebutuhan untuk berhasil. Adler benar-benar berbicara
tentang hubungan sosial, yang mana Individu sibuk mengejar realisasi diri yang
dapat mendukung dirinya untuk membuat dunia lebih baik dalam menempatkan hidup.
Inilah yang menjadi dasar pemikiran dari teori psikologi individual. Menurut
Adler manusia tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian, manusia sebagai
suatu keseluruhan dan sebagai suatu kesatuan yang unik. Adler mengemukakan
bahwa motif utama yang merupakan dorongan hidup adalah superioritas dan
kekuatan. Adler melihat bahwa kejantanan (masculin) adalah identik dengan
superioritas(keunggulan), sedang kewanitaan (feminin) adalah inferioritas.
Sesuai dengan dorongannya untuk hidup maka baik pria maupun wanita setuju
superioritas. Alasan utamanya karena manusia pada saat dilahirkan dalam keadaan
inferioritas, dalam keadaan lemah, perlu bantuan orang lain, dan hidupnya
tergantung pada orang sekitarnya. Adler melihat manusia dalam keadaan inferior
ini melihat orang dewasa yang kuat dan serba lebih menyebabkan inferior
yang laten. Adler juga melihat adanya pengaruh situasi keluarga terhadap
perkembangan pribadi seorang anak, antara lain urutan dalam kelahiran, anak
tunggal, anak bungsu mempunyai kepribadian yang khas. Demikian pula iklim
keluarga mempengaruhi kepribadian seseorang. Pada usia sangat dini (4 dan 5
tahun) menurut adler anak sudah membentuk pedoman untuk hidup (life style) yang
relative tetap. Untuk lebih jelasnya akan dibahas dalam makalah ini.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
rumusalah dalam makalah ini yaitu sebagai berikut;
a) Apa pengertian konseling psikologi
individual?
b) Bagaimana karakteristik
konseling psikologi individual?
c) Apa saja teknik-teknik
konseling psikologi individual?
d) Bagaimana analisis
dan penerapan konseling psikologi individual
dalam konseling?
1.3
Tujuan
Masalah
Adapun
tujuan dari makalah ini yaitu sebagai berikut;
a) Untuk
mengetahui pengertian konseling psikologi
individual.
b) Untuk
mengetahui karakteristik konseling
psikologi individual.
c) Untuk
mengetahui teknik-teknik konseling
psikologi individual.
d) Untuk
mengetahui analisis dan penerapan
konseling psikologi individual dalam konseling.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian konseling psikologi
individual
Model konseling psikologi
individual didasarkan atas pandangan holistik mengenai pribadi manusia. Kata
individual tidak berarti bahwa model ini dipusatkan kepada individu sebagai lawan
kelompok manusia. Kata tersebut berarti bahwa manusia dipandang sebagai suatu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu manusia juga tidak terpisah
menjadi bagian-bagian, maka kepribadian itu dipandang sebagai suatu keesatuan
atau keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan. Manusia tidak terpisah menjadi
bagian-bagian, dan kepribadiannya pun berpadu menjadi suatu kesatuan dan hanya
dapat dipahami apabila kepribadian tersebut dipandang sebagai suatu
keseluruhan.
Salah satu implikasi dari
pandangan tesebut adalah bahwa klien seyogyanya dipandang sebagai suatu bagian
terpadu dalam sistem sosial. Psikologi individual tertumpu pada keyakinan pokok
bahwa kebahagiaan dan keberhasilan seseorang pada umumnya berkaitan dengan
keterikatan sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai kebutuhan untuk
bermanfaat pula dalam masyarakat, mengingat manusia itu tidak melekat di dalam
masyarakat, maka manusia tidak dapat dipahami dalam keadaan terpisah dari
konteks sosial. Adler berpendapat bahwa manusia mempunyai kebutuhan kuat untuk
merasa bersatu dengan orang lain. Dengan demikian manusia akan mampu bertindak
dengan berani dalam menghadapi dan menangani permasalahan hidup.
Manusia memiliki kebutuhan
yang kuat untuk menempati dan menemukan tempat yang berarti dalam masyarakat.
Tiadanya perasaaan untuk mendapatkan tempat dan diterima oleh orang lain
merupakan salah satu musibah yang paling hebat terhadap perasan manusia.
Manusia itu tidak hanya membutuhkan manusia lain, manusia juga mempunyai
perasaan untuk diterima oleh orang lain. Pada gilirannnya pengembangan minat
sosial akan merasa sakit, dan manusia yang memiliki minat sosial hidupnya akan
merasa sehat. Adler menyamakan konsep minat sosial ini dengan perasaan
identifikasi dan simpati terhadap orang lain. Adler mengemukakan bahwa minat
sosial itu berarti: “melihat dengan mata orang lain, mendengar dengan telinga
orang lain, dan merasa dengan hati orang lan.”
2.2 Karakteristik konseling psikologi individual
Karakteristik konseling paikologi individual Tentang Manusia sebagai
berikut;
1.
Manusia tidak semata-mata bertujuan
memuaskan dorongan-dorongannya, tetapi secara jelas juga termotivasi untuk
melaksanakan tanggung jawab sosial dan pemenuhan kebutuhan untuk mencapai
susuatu.
2.
Tingkah laku individu ditentukan
oleh: lingkungan, pembawaan, dan individu itu sendiri.
3.
Tingkah laku tidak ditentukan oleh
kejadian yang diluar individu, melainkan oleh bagaimana individu mempersepsi
dan meng-interpretasikan kejadian itu:
a)
Persepsi dan interpretasi
itu membentuk fiksi yang menjadi tujuan bagi tingkah laku individu
--- fictional goal (fg).
b)
Life goal (lg): fictional goal menjadi arah
dari tingkah laku individu untuk mengatasi kelemahannya dalam menghadapi
dunianya. --- fictional goal menjadi life goal.
c)
Life style (ls): life goal yang menjadi
arah tingkah laku itu lebih jauh akan membentuk life style.
d)
Social interest (si): manusia
dilahirkan sebagai makhluk social dan adapun yang dilakukannya selalu dalam
hubungannya dengan kelompok social.
Karakteristik konseling paikologi individual Tentang kepribadian sebagai berikut;
1.
Perkembangan Kepribadian
a)
Dasar kepribadian terbentuk pada
usia empat – lima tahun pertama.
b)
Pada awalnya manusia dilahirkan
dengan feeling of inferiority (foi) yang selanjutnya menjadi dorongan
bagi perjuangannya kearah feeling of superiority (fos).
c)
Anak-anak menghadapi lingkungannya
dengan kemampuan dasarnya dan menginterpretasikan lingkungannya itu dan pada
saat itu juga social interest-nya juga berkembang.
d)
Selanjutnya terbentuklah life
style yang unik pada masing-masing individu --- human individuality yang
bersifat: self-deterministik, teleologis, dan holistic.
e)
Sekali terbentuk life style sukar
untuk berubah; perubahannya akan membawa kepedihan.
2.
Individu sukar menyadari sepenuhnya life
style-nya sendiri, untuk menjelaskannya biasanya diperlukan orang lain.
2.3
Teknik-teknik konseling psikologi
individual
Teknik
konseling yang digunakan oleh konselor adalah:
a)
Teknik komparatif. Dalam teknik ini
konselor melakukan perbandingan dirinya dengan konselor. Dengan empati,
konselor mencoba membayangkan gaya hidup dan masalah klien dalam dirinya. Atas
dasar itu konselor kemudian membantu klien untuk memperbaiki gaya hidup dan
memecahkan masalah klien.
b)
Teknik analisis mimpi. Menurut
Adler, mimpi merupakan refleksi gambaran tujuan hidup klien. Dengan
menganalisis mimpi yang dialami klien maka konselor dapat memperkirakan tujuan
hidup klien. Atas dasar itu kemudian konselor membantu klien.
Selain itu
ada beberapa fase yang dilakukan konselor dalam memberikan layanan konseling
berdasarkan model ini, yaitu menciptakan hubungan (fase I), menggali dinamika
individual (fase II), memberi semangat untuk pemahaman (fase III), menolong
agar bisa berorientasi ulang (fase IV) .
Fase membina
hubungan akan sangat menentukan proses konseling selanjutnya hingga menentukan
fase selanjutnya yaitu menggali dinamika individu. Dinamika individu harus
digali untuk mengetahui gaya hidup dan pemecahan masalah yang tepat bagi
individu. Hal-hal yang digali diantaranya adalah konstelasi keluarga berupa
urut-urutan kelahiran, karena hal itu mempunya pengaru yang besar dalam
membentuk gaya hidup individu. Selanjutnya pengalaman sewaktu usia antara empat
hingga enam tahun atau berbagai kenangan masa kecil. Mimpi yang sering dialami
karena bagi Adlerian hal itu menggambarkan prioritas dan keinginan. Mengenai
prioritas itu sendiri klien diarahkan untuk menilai mana prioritas yang lebih
utama dalam hidupnya.
Proses
selanjutnya klien diberi semangat, dorongan dan pemahaman untuk memupuk
semangat dan kepercayaan dirinya kembali, karena diri atau self membutuhkan hal
itu. Terakhir adalah menolong agar bisa berorientasi ulang yang difokuskan
untuk mendorong klien agar bisa melihat alternatif yang baru dan lebih
fungsional. Klien didorong semangatnya dan sekaligus ditantang untuk
mengembangkan keberaniannya mengambil resiko dan membuat perubahan yang baik
dalam hidupnya.
Konseling psikologi individu
tidak dirumuskan teknis khusus, namun dalam berbagai literatur hanya disarankan
sejenis pedoman umum/teknik umum yang dapat memandu konselor dalam konseling.
Hansen merumuskan teknik tersebut sebagai berikut :
1. Menganalisis
gaya hidup klien. Kegiatan yang termasuk dalam hal ini adalah:
a.
Konselor harus sampai pada kenyataan tentang
faktor-faktor yang meyakinkan akan mempengaruhi kepribadian klien sampai dia
mengalami masalah hingga saat konseling berlangsung
b.
Pemahaman yang sebenarnya tentang pola-pola tingkah
lakunya selama ini secara nyata, untuk menemuka kesenjangan.
c.
Konselor harus sampai dapat membandingkan konstelasi
(keadaan) keluarga dimana kien hidup dengan yang seharusnya, sebab semua itu
akan sangat mempengaruhi tingkah laku klien.
d.
Konselor harus bisa menyampaikan penafisrannya kepada
klien, tentang hubungan apa yang diperolehnya dari butir a, b, dan c tersebut di
atas.
2. Menginterpretasikan
ingatan-ingatan masa lampau yang lebih ada kaitannya dengan kondisi sekarang,
yaitu keadaan pada waktu berumur dibawah 10 tahun. Keadaan masa lampau itu
diperkirakan akan berpengaruh pada masa sekarang, khususnya pembentukan kepribadian
yang abnormal.
3. Dengan
penafisiran tersebut diharapkan persepsi klien berubah, dan pada akhirnya dia
dapat mengubah tingkah lakunya, sehingga sesuai dengan keadaan sekarang.
2.4
Analisis dan penerapan konseling
psikologi individual dalam konseling
Apabila telah ditelaah secara lebih
mendalam tentanf model konseling psikologi individual, cukup banyak
konsep-konsepnya yang memberikan sumbangan dalam proses konseling kelompok
maupun konseling individual. Sumbangan tersebut antara laindari penekannya pada
unsur sosial dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian individu.
Dapat disimpulkan sumbangan model
ini dalam konseling secara keseluruhan
adalah sebagai berikut;
1.
Pandangan tentang persepsi, dan fiksi yang amat
menentukan tingkah laku; dalam hal ini konselor dapat menggali persepsi yang
keliru dari kliennya, sehingga terlihat tidak logis dan realistis. Tugas konselor dala, konseling tentunya
mengembalikan persepsi yang tidak pernah tersebut kembali agar dapat menjadi
logis sehingga dapat di terima dalam interaksi sosial bersama orang lain.
2.
Konsep adler
tentang minat sosial dapat di pakai konselor pada saat konseling guna
mengungkap apakah selama ini pada diri klien telah berkembang minat sosialnya.
Banyak masalah yang disebabkan oleh tidak berkembangnmya minat sosial ini.
Pengungkapan tentang hal ini diperlukan konselor guna mengajak klien
membangkitkan minat sosial ini dengan cara berfikir dan bertingkah laku yang
selalu memperhatikan kondisi lingkungan soial.
3.
Konsep dasar tentang feeling
of inferiotity dan feeling of
superiority, membawa konselor untuk mengajak klien yang bermasalah
melakukan tindakan mmonpensasi positif, sehingga dapat diraihnya keberhasilan
dalam bidang lain. Keberhasilan yang dicapainya akan dapat menekan feeling of inferiority yang mungkin
selama ini dominan yang ada pada diri klien.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Model konseling psikologi
individual didasarkan atas pandangan holistik mengenai pribadi manusia. Kata
individual tidak berarti bahwa model ini dipusatkan kepada individu sebagai
lawan kelompok manusia. Kata tersebut berarti bahwa manusia dipandang sebagai
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu manusia juga tidak
terpisah menjadi bagian-bagian, maka kepribadian itu dipandang sebagai suatu
keesatuan atau keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan.
Apabila telah ditelaah secara lebih
mendalam tentanf model konseling psikologi individual, cukup banyak
konsep-konsepnya yang memberikan sumbangan dalam proses konseling kelompok
maupun konseling individual. Sumbangan tersebut antara laindari penekannya pada
unsur sosial dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian individu.
Dapat disimpulkan sumbangan model
ini dalam konseling secara keseluruhan
adalah sebagai berikut;
1.
Pandangan tentang persepsi, dan fiksi yang amat menentukan
tingkah laku; dalam hal ini konselor dapat menggali persepsi yang keliru dari
kliennya, sehingga terlihat tidak logis dan realistis.
2.
Konsep adler tentang minat sosial dapat di pakai konselor
pada saat konseling guna mengungkap apakah selama ini pada diri klien telah
berkembang minat sosialnya.
3.
Konsep dasar tentang feeling
of inferiotity dan feeling of
superiority, membawa konselor untuk mengajak klien yang bermasalah
melakukan tindakan konpensasi positif.
2.
Saran
Pahamilah
model-model pendekatan konseling
psikologi individu agar
pemahamannya bertambah. Sehingga, mampu menerapkan nantinya didunia lapangan
kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno. 1998. Konseling
Pancawaskita Kerangka Konseling Eklektik. Padang : UNIVERSITAS NEGERI
PADANG
Taufik. 2016. Pendekatan
dalam Konseling. Padang : UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Komentar
Posting Komentar