Langsung ke konten utama

RESUME Keluarga sebagai sistem



Nama               :Mariyati            Jurusan                      :Bimbingan Dan Konseling
Nim                 :2014 141 106   Mata Kuliah  :BK keluarga
Kelas               :5/C                   Dosen Pengampu      :Sysca Purnamasari, M.Pd      

1.    Keluarga sebagai sistem
1.    Pengertian Keluarga
          Pengertian keluarga berdasarkan asal-usul kata yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa keluarga berasal dari bahasa Jawa yang terbentuk dari dua kata yaitu kawula dan warga. Didalam bahasa Jawa kuno kawula berarti hamba dan warga artinya anggota. Secara bebas dapat diartikan bahwa keluarga adalah anggota hamba atau warga saya. Artinya setiap anggota dari kawula merasakan sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai bagian dari dirinya dan dirinya juga merupakan bagian dari warga yang lainnya secara keseluruhan.
Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah dan bersatu. Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya. Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak anak yang belum menikah disebut keluarga batih.
2.    Hubungan dalam keluarga
Hubungan keluarga merupakan suatu ikatan dalam keluarga yang terbentuk melalui masyarakat. Ada tiga jenis hubungan keluarga yang dikemukakan ol eh Robert R. Bel l (Ihromi, 2004: 91), yaitu:
a)    (conventional kin) yaitu terdiri dari individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah, adopsi dan atau perkawinan, seperti suami istri, orang tua-anak, dan antar-saudara (siblings).
b)   b) discretionary kin) yaitu terdiri dari individu yang terikat dalam keluarga melalui hubungan darah, adopsi dan atau perkawinan, tetapi ikatan keluarganya lebih lemah daripada keluarga dekat. Anggota kerabat jauh kadang-kadang tidak menyadari adanya hubungan keluarga tersebut. Hubungan yang terjadi di antara mereka biasanya karena kepentingan pribadi dan bukan karena adanya kewajiban sebagai anggota keluarga.  Biasanya mereka terdiri atas paman dan bibi, keponakan dan sepupu.
c) dianggap kerabat (fictive kin) yaitu seseorang dianggap anggota kerabat karena ada hubungan yang khusus, misalnya hubungan antar teman akrab.
Erat-tidaknya hubungan dengan anggota kerabat tergantung dari jenis kerabatnya dan lebih lanjut dikatakan Adams, bahwa hubungan dengan anggota kerabat juga dapat dibedakan menurutkelas sosial.
3.    Fungsi keluarga
Pendapat senada tentang fungsi keluarga dikemukakan oleh Munandar (Dwi-ningrum, 2012, p.109) antara lain: (1) peng-aturan seksual; (2) reproduksi; (3) sosialisasi; (4) pemeliharaan; (5) penempatan anak di dalam masyarakat; (6) pemuas kebutuhan se-seorang; dan (7) kontrol sosial.
             Dengan fungsi sosial keluarga mem-punyai peran yang sangat penting dalam pembentukan individu yang bermoral.  Keterlibatan keluarga secara aktif da-lam pengasuhan anak dilaksanakan melalui fungsi keluarga. Menurut Silalahi (2010, p.184) ada delapan fungsi keluarga, yaitu:
a.    Fungsi Keagamaan dengan memberikan contoh ritual keagamaan yang dianut keluarga kepada anak.
b.    Fungsi sosial budaya melalui kebiasaan membacakan cerita atau legenda, me-ngenalkan musik, seni dan tarian daerah.
c.    Fungsi cinta kasih, dengan memberikan contoh cara berinteraksi dengan orang lain.
d.   Fungsi perlindungan, dengan memberi-kan contoh hidup sehat, mendorong agar anak mau menceritakan apa yang di-rasakan.
e.    Fungsi reproduksi, dengan menerangkan pentingnya kebersihan diri terutama setelah dari kamar kecil.
f.     Fungsi sosialisasi dan pendidikan, dila-kukan dengan mengajarkan kebiasaan berinteraksi yang baik.
g.    Fungsi ekonomi, melalui pembinaan perilaku anak dalam aspek ekonomi seperti kebiasaan menabung, hidup hemat, mengatur uang yang dimiliki dan sebagainya.
h.    Fungsi pemeliharaan lingkungan, dengan memberikan contoh cara membersihkan rumah, merawat tanaman, dan meme-lihara hewan piaraan.
4.    Peran Psikologis Keluarga
Dikemukakan  beberapa yang dianggap penting.
a.    keluarga seharusnya memiliki peran yang besar dalam pengembangan personal (personal growth). Ada beberapa unsur penting dalam diri individu yang perlu dikembangkan dalam keluarga. Di antaranya adalah intelektualitas yang berorientasi pada kebudayaan, moral keagamaan, kemandirian, orientasi pada prestasi dan produkvitivitas, serta kemandirian.
b.    keluarga merupakan jaringan sosial paling kecil. Di era seperti sekarang ini jaringan sosial memegang peranan sangat penting. Karenanya, keluarga juga harus berperan sebagai arena menjalin hubungan dan arena belajar untuk mengembangkan jaringan sosial
c.    di dalam keluarga tentu ada sistem yang mengorganisir, mengontrol dan memelihara keberlangsungan hidup keluarga. Peran ini tampaknya terkikis paling awal di masa perubahan seperti yang sekarang ini. Padahal, sistem inilah mempersatukan individu dalam bentuk keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....