Langsung ke konten utama

peranan setiap anggota keluarga



Modul III Mata Kuliah           : Psikologi Keluarga
Dosen Pengampuh                : Dwi Anggraini Hartanti, M.Pd

Keluarga merupakan satu kelompok atau kumpulan manusia terkecil yang ada dalam lingkungan masyarakat. Lingkungan awal dari kehidupan manusia adalah keluarga intinya. Terlepas dari berbagai macam akan pengertian keluarga, namun terdapat stigma bahwasanya dalam sebuah keluarga terdapat anggota keluarga inti yang mana merupakan awal terbentuknya kumpulan keluarga yang lebih besar yang berujung kepada terbentuknya masyarakat. Setiap anggota keluarga mempunyai perannya masing-masing. Secara psikologis peran anggota keluarga pasti akan mempengaruhi peranan anggota keluarga yang lain.
Penelitian-penelitian tentang hubungan keluarga menunjukkan bahwa semua hubungan keluarga merupakan faktor  penting dalam perkembangan individu (Harlock, 1980). Lazimnya dalam sebuah masyarakat kecil yang disebut keluarga, anggota keluarga inti yang terdiri dari ayah/ suami, ibu/ istri, dan anak (The Nuclear family /keluarga inti) memiliki peranan sendiri-sendiri. Setiap peran anggota keluarga harus dapat dipahami dengan baik agar nantinya tidak ada kecenderungan terhadap suatu peran tertentu yang dapat mempengaruhi psikologis setiap anggota keluarga
Berikut pembahasan mengenai peranan setiap anggota keluarga :
v  Suami/ Ayah
Ketika seorang laki-laki menjadi suami maka ia harus menjadi :
1.      Imam/ Pemimpin untuk istrinya
2.      Mencintai dan menyanyangi istri tanpa syarat
3.      Melayani istri
Ketika berbicara mengenai keluarga terutama parenting ada satu  peran penting  yang tidak dapat dilupakan yaitu peran Ayah dalam membesarkan anak. Walaupun kasih sayang ibu tidak diragukan lagipun tidak tergantikan. Anak-anak juga membutuhkan ayah untuk perkembangan yang sehat. Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh Fakultas kedokteran Universitas Maryland, Baltimore “ anak-anak yang memiliki ayah dalam hidupnya,  mereka belajar lebih baik, lebih mempunyai harga diri dan menunjukkan sedikit sekali gejala depresi ketimbang anak tanpa ayah”
Menurut Dr. Stephen F. Duncan Ph.D ada 10 peran penting ayah untuk keberlangsungan hidup anak-anak. Peran itu adalah peran sebagai :
1.      Imam
2.      Pelindung
3.      Pemberi nafkah
4.      Guru
5.      Teman bermain
6.      Partner/ rekan
7.      Pelatih
8.      Pengembang bakat
9.      “Pencipta anak”
10.  Pelayan
Sejatinya seorang ayah dikodratkan sebagai kepala keluarga, pemimpin untuk keluarganya. Sosok ayah juga sosok pelindung yang dihormati, disegani, dan juga dikagumi. Ayah adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam keluarga.
v  Ibu
Ketika seorang wanita memutuskan untuk menikah dan menjadi seorang istri maka ia harus:
1.      Menjadi asisten, pembantu suami
2.      Menghargai suami sebagai imam/ pemimpin keluarga
3.      Mencintainya tanpa syarat
4.      Mengakui kepemimpinan suami
Menurut Gunarsa (2000) masing-masing pribadi dapat mengetahui perannya di dalam keluarga anatara lain peran ibu keluarga, yaitu:
1.  Memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikis, artinya kedudukan seorang ibu sebagai tokoh sentral untuk melaksanakan kehidupan. Ibu memenuhi kebutuhan sosial, psikis yang bila tidak terpenuhi akan mengakibatkan suasana keluarga menjadi tidak optimal.
2. Merawat dan mengurus keluarga dengan sabar dan konsisten, artinya ibu mempertahankan hubungan-hubungan dalam keluarga.
3. Ibu sebagai pendidik yang mampu mengatur dan mengendalikan anak, artinya ibu berperan dalam mendidik dan mengembangkan kepribadian anak.
4. Ibu sebagai contoh dan teladan, artinya dalam mengembangkan kepribadian anak dan membentuk sikap-sikap anak seorang ibu perlu memberikan contoh dan teladan yang dapat diterima, karena anak belajar melalui peniruan terhadap orang lain.
 5. Ibu memberi rangsangan dan pelajaran, artinya seorang ibu memberi rangsangan sosial bagi perkembangan anak

v  Anak
Anak-anak adalah orang yang paling sensitif dan tanggap yang akan pernah kita temukan. Pemberontakan sering terjadi pada masa-masa remaja hal ini terjadi ketika  anak-anak merasa orangtua mereka meminta mereka untuk berperilaku dengan cara tidak konsisten dengan perilaku mereka sendiri. Hal ini sangat sulit untuk menjadi contoh sukses dari semua moral dan nilai-nilai yang kita junjung, tapi itu adalah salah satu tanggung jawab kita ambil ketika kita memutuskan untuk menjadi orang tua.
Peran anak dalam keluarga telah berubah secara dramatis dalam 100 tahun terakhir. Dahulu Keluarga membutuhkan anak-anak untuk membantu mata pencaharian mereka.   Terutama pada keluarga yang berada di daerah pedesaan yang mernata pencaharian sebagai pertanian, anak-anak yang diperlukan untuk membajak ladang, memberi makan binatang, membuat mentega, masak dll.  Mereka memiliki rasa menjadi bagian penting dari kelangsungan hidup keluarga mereka.
Dalam dunia yang serba canggih sekarang ini, bagaimana cara orang dewasa memberikan anak-anak rasa percaya diri? Anak-anak harus tahu mereka dicintai, tetapi jika   ingin mereka menjadi anggota aktif dan positif dari keluarga maka yang harus dilakukan adalah membuat mereka merasa bahwa kontribusi mereka benar-benar diperlukan. Anak-anak mungkin sering merasa seperti penyewa bukan pemilik di rumah mereka sendiri. Suasan tim dapat dibentuk agar anak-anak mereka merasa menjadi bagian penting untuk kelancaran keluarga dalam berinteraksi.
Anak-anak dapat membantu memasak, menata meja, lipat cucian, mengambil sampah, debu, menyapu, vakum dan memecahkan masalah. Setelah anak mulai sekolah, mereka akan senang untuk melakukan hal-hal di sekitar rumah ,mereka melihat apa yang orangtua mereka lakukan.
Sebagai orangtua mungkin  akan bertanya pada diri sendiri, mengapa seorang anak harus bekerja membantu pekerjaan rumah ? Hal ini bukan berarti keluarga akan menderita jika mereka tidak mencuci piring atau merapikan tempat tidur mereka. Bantuan atau penugasan pekejaan rumah untuk mereka tidak berarti keluarga sedang dalam masa krisis karena tidak ada yang membantu. Hal ini mempunyai maksd bahwa dengan bekerja sebagai tim maka setiap masing-masing anggota keluarga akan mempunyai 'waktu' untuk lebih memperhatikan anggota keluarga yang lain. Jika pekerjaan dapat selesai dengan serentak maka sebagai keluarga mereka dapat berjalan-jalan ke taman, atau meononton film atau sesuatu yang khusus yang mereka ingin lakukan.
Menghabiskan waktu dengan hal-hal penting dalam hidup bersama keluarga akan memberikan anak mempunyai pandangan yang positif dalam hidup mereka. Terutama di 7 tahun pertama kehidupan mereka. Karena dengan berjalannya waktu, anak-anak tidak akan terlalu membutuhkan orangtuanya. Mereka akan lebih banyak melihat ke rekan-rekan mereka untuk persahabatan. Moral, nilai-nilai, sikap dan persepsi tentang kehidupan dapat yang telah ditularkan selama tahun-tahun penting tadi dan akan menjadi benih yang baik yang dapat dituai disetiap anak-anak. (Diposting pada tanggal 27 April 2011by johannamadeley)
DAFTAR PUSTAKA
http://www.umm.edu/news/releases/fathers2.htm#ixzz1xBU7ddzG
http://msuextension.org/publications/HomeHealthandFamily/MT200008HR.pdf
Caring for Your School-Age Child: Ages 5 to 12 (Copyright © 2004 American Academy of Pediatrics)
 Dagun M. Save, Psikologi Keluarga,2002, Rineka Cipta
Harlock B. Elizabeth, Psikologi Perkembangan, 1980


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....