Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan Dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :BK Industri
Kelas :5/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
RESUME
Media
Layanan Bimbingan dan Konseling Insdustri
1. Peran
dan fungsi media dalam bimbingan industri
Media dalam bimbingan
dan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar
ketika guru BK (konselor) melaksanakan berbagai kegiatan BK, khususnya
bimbingan klasikal atau bimbingan kelompok. Namun dalam perkembangannya media
BK tidak sebatas untuk perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor)
melaksanakan berbagai kegiatan bimbingan dan konseling, tetapi memiliki makna
yang lebih luas yaitu segala alat bantu yang dapat digunakan dalam pelaksanaan
program BK.
Media bimbingan dan
konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan layanan dan isi
layanan. Hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam layanan
bimbingan dan konseling harus melihat kepada tujuan penggunaannya dan
memiliki nilai dalam mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada konseli.
Oleh karena itu dengan penggunaan media dalam layanan bimbingan dan
konseling berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses layanan bimbingan dan
konseling.
Adapun Fungsi media
bimbingan dalam industri menurut (sutarto) john miner 1992 yakni;
· Mempelajari
perilaku manusia di dalam lingkungan kerja khususnya dalam pelaksanaan tugas
pekerjaannya.
· Mempelajari
interaksi ( hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi) dengan pekerjaan,
lingkungan fisik dan degan lingkungan sosialnya di tempt kerja.
· Mempelajari
produk dan jasa yang bermanfaat bgi konsumen serta bagaimana menyadarkan
konsmen akan kemanfaatan produk dan jasa
tersebut.
· Mempelajari
perilaku konsumen dalam kaitan kebiasaan membeli dalam proses pengambilan keputusan.
Adapun Fungsi media
bimbingan dalam industri menurut (sutarto) john miner 1992 yakni;
· Terlibat
dalam proses input : melakukan rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan.
· Berfungsi
sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas : melakukan
pelatihan dan pengembagan, menciptakan manejemen keamanan kerja dan
teknik-teknik pengawasan kinerja, meningkatkan motivasi dan moral kerja karyawan,
menentukan sikap-sikap kerja yang baik dan mendorong munculnya kreativitas karyawan.
· Berfungsi
sebagai fasilitator dalam hal yang beorientasi pada pemeliharaan : melakukan hubungan
industrial (pengusaha-buruh-pemerintah), memastikan komunikasi internal perusahan
berlangsung dengan baik, ikut terlibat secara aktif dalam pentuan gaji pegawai dan bertanggung jawab atas
dampak yang di timbulknya, pelayanan berupa bimbingan konseling dan terapi bagi
karyawan-karyawan yang mengalami masalah-masalah psikologis.
· Terlibat
dalam proses output: melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahan,
mengevaluasi jabatan dan kinerja karyawan.
2. Bentuk-bentuk
media bimbingan industri
Dalam
pelaksanaan konseling di industry tipe – tipe yang dipakai dalam mengatasi
permasalahan yang dihadapi oleh karyawan terdapat beberapa tipe yaitu:
1.
Directive Counseling
Directive
Counseling adalah proses mendengarkan masalah emosional individu membuat
keputusan bersama tentang apa yang harus dia lakukan, dan memberitahu serta
memotivasinya untuk melakukan hal tersebut. Directive Counseling sebagian besar
menggunakan fungsi konseling advice (nasihat) juga reassurance, communication,
memberikan emotional release dan sedikit clarified thinking
2.
Non-directive Counseling
Non-directive
counseling atau client-centered counseling adalah proses mendengarkan karyawan
sepenuhnya dan mendorongnya untuk menjelaskan masalah emosionalnya, memahami
masalah tersebut dan menentukan tindakan-tindakan yang akan diberikan. Tipe
konseling ini memfokuskan perhatian pada karyawan, konselor tidak bertindak
sebagai penilai atau penasihat makanya disebut client-centered.
3. Cooperative counseling
tidak seluruhnya client-centered counseling atau counselor-centered, tetapi
merupakan kerjasama saling menguntungkan antara konselor dan karyawan untuk
menerapkan perbedaan pandangan pengetahuan dan nilai terhadap masalah. Hal ini
ditetapkan sebagai diskusi yang saling menguntungkan tentang masalah emosional
karyawan dan usaha kerja sama untuk membangun kondisi yang akan memulihkan
karyawan.
Media layanan BK adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan atau informasi dari
pembimbing kepada klien atau individu yang dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan minat sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap
dan perbuatan ke arah yang lebih baik. Adapun bentuk-bentuk media bimbingan
industri yaitu
1. Media grafis, jenisnya
a.
Gambar/foto
b.
Sketsa
c.
Diagram
d.
Bagan
e.
(chart)
f.
Grafik
g.
(graphs)
h.
Kartun
i.
Poster
j.
Peta dan globe
k.
Papan flannel (Flannel Board)
l.
Papan buletin (Buletin Board)
2. Media
audio, yaitu yang berkaitan dengan indera pendengaran. Jenisnya;
a.
Radio
b.
Alat perekam pita magnetic
c.
Laboratorium bimbingan dan konseling
3. Media
Proyeksi Diam
Media proyeksi diam (still
proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafis dalam menyajikan
rangsangan-rangsangan visual. Media jenis ini disertai rekaman radio, tapi ada
pula yang hanya visual.
Jenis-jenis media
proyektif, antara lain:
a.
Film bingkai
b.
Film rangkai
c.
Media transparasi
d.
Proyektor Tak Tembus Pandang (Opaqus
Projector)
e.
Mikrofis
f.
Film
g.
Film Gelang
h.
Televisi
3. Peran
BK Dalam Media
Peran BK dalam media
menurut Sutarto(cooper; 1995) yaitu sebagai berikut;
a. Sebagai
fasilitas pelayanan kesejahteraan
b. Sebagai
sarana untuk menolong klien menghadapi perubahan situasi kerja
c. Sebagai
sarana untuk mengatasi stres
Dapat di mengerti bahwa
konseling di perusahan itu di perlukan. Mengingat bahwa ¼ dari waktu hidup kita
di habiskan di tempat kerja, identitas pribadi seringkali di hubungkan dengan
kerja, dan adanya keterkaitan antara kehidupan pribadi dan profesional. Hal
yang penting dalam konseling perusahan yaitu memberikan kebebasan dan keluwesan
sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan masing-masing.
Referensi;
Wijono,
Sutarto. 2010. Psikologi Industri Dan
Organisasi. Jakarta. Kharisma Putra Utama
Wisnawati,
dewi. 2013. Pentingnya mempelajari media.
[Online] [Tersedia] http://dewiwisnawati.weebly.com/pentingnya-mempelajari-media-bk.html
[di akses 30 September 2016]
Komentar
Posting Komentar