Langsung ke konten utama

Resume Memahami Konsep Patologi Sosial Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masalah Sosial



Nama               :Mariyati              Jurusan                   :Bimbingan Dan Konseling
Nim                 :2014 141 106     Mata Kuliah            :Patologi & Rehabilitas Sosial
Kelas               :5/C                       Dosen Pengampu     :Erfan Ramadhani, M.Pd., kons


Resume
Memahami Konsep Patologi Sosial Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masalah Sosial
1.    Memahami berbagai pandangan terhadap tingkah laku sosiopatik
Menurut teori biologi tingkah laku yang menyimpang  disebabkan oleh peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
1.    Melalui gen atau plasma pembawa sifat di dalam keturunan atau melalui kombinasi dari gen-gen, ataupun disebabkan oleh tidak adanya gen tertentu.
2.      Melalui pewarisan tipe-tipe kecenderungan yang luar biasa/ abnormal
3.      Melalui pewarisan kelemahan konstitusional tertentu yang mengakibatkan tingkah laku sosiopatik.
Pandangan psikologis dan psikiatri menekankan sebab-sebab tingkah laku patologis dari aspek social-psikologis, sehingga orang melanggar norma social yang ada. Faktor-faktor yang memepengaruhi diantaranya: intelegensi, ciri-ciri kepribadian, motivasi, sikap hidup yang keliru, dan internalisasi diri yang salah, dan konflik emosional dan kecenderungan psikopatologis yang ada di balik tingkah laku menyimpang secara social.
Selanjutnya para sosiolog berpendapat bahwa perilaku sosiopatis diakrenakan factor kultural dan social yang sangat mempengaruhi struktur organisasi social, peranan, status individu, partisipasi social.

2.    Memahami kreteria penyimpangan tingkah laku sosiopatik
·      Seseorang yang antisosial biasanya cuek pada norma-norma sosial, tak peduli pada aturan, dan pemberontak.
·      Kepribadiannya yang sulit ditebak (borderlne), bisa terlihat dari ketidakstabilannya dalam hubungan interpersonal, citra diri, serta selalu bertindak menuruti kata hati. Tanpa peduli perbuatannya itu salah atau benar, mengganggu orang atau tidak.
·      Melakukan sesuatu tanpa pikir panjang), dan berpikiran negatif
·      Selalu ingin dikagumi, serta minimnya empati.
·      Tidak pernah merasa menyesal, meski telah menyakiti orang lain.
·      Bila ketahuan bersalah, wajahnya akan tetap seperti tak berdosa.
·      Sepintas, gelagat mereka tidak kelihatan seperti orang yang punya kelainan.
·      Sering berbohong, fasih dan dangkal.
·      Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
·      Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif.
·      Impulsif dan sulit mengendalikan diri.
·      Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
·      Manipulatif dan curang.
·      Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

3.    Memahami tingkah laku deviasi tingkah laku
deviasi atau penyimpangan merupakan tingkah laku yang menyimpang dari tendensi sentral atau ciri-ciri karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan/populasi. Dalam Kamus Besar Indonesia, perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial hakikatnya merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial


Referensi:
Kartono, Kartini. 2005. Patologi Sosial. Jakarta : RajaGrafindo Persada

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....