Langsung ke konten utama

RESUME MENGANALISIS MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERJADI DI INDONESIA3



Nama   :Mariyati                      Jurusan                  :Bimbingan & Konseling
Nim      :2014 141 106             Mata Kuliah          :Patologi & Rehabilitas Sosial
Kelas  :5/C                             Dosen Pengampu  :Erfan Ramadhani, M.Pd., kons.

RESUME
MENGANALISIS MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERJADI DI INDONESIA

1.    Minuman keras
Berdasarkan perspektif yuridis, misalnya peraturan menteri kesehatan RI No. 86 Tahun 1997 menjelaskan bahwa minuman keras adalah semua jenis minuman yang beralkohol, tetapi bukan obat dan mempunyai kadar alkohol yang berbeda-beda. Sedangkan menurut islam minuman keras disebut khamar.
a.    Perspektif hukum terhadap pengguna minuman keras
Di dalam hukum, meminum minuman keras tidak di anggap sebagai perbuatan pelanggaran atau tindak pidana. Pelaku yang minum minuman keras tidak di hukum hanya minum minuman keras yang memabukam. Hukum memandang suatu perbuatan pelanggaran atau tindak pidana hanya dari sisi kerugian yang di timbulkan pelakunya.  Hal ini dapat kita lihat pada pasal 536 ayat (1) KUHP yaitu kurungan paling lama tiga hari hingga paling lama tiga bulan. KUHP juga memberikan sanki atas orang yang menyiapkan atau menjual minum-minuman keras. Sanki hukumannya adalah kurungan paling lama tiga minggu (357), apabila jika yang di beri minuman adalah anak di bawah umur 16 tahun ( pasal 538 dan 539). Selain itu juga diatur dalam UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.
b.    Faktor penyebab penyalahgunaan minuman keras
i.      Faktor individu
1)   Gangguan cara berfikir; keyakinan atau cara berfikir yang salah
2)   Gangguan emosi; emosi labil, kurang percaya diri, atau terlalu percaya diri
3)   Gangguan kehendak dan perilaku; kemalasan, motivasi rendah, tidak tekun
ii.    Faktor lingkungan
1)   Keluarga
2)   Tempat tinggal
3)   Sekolah
4)   Teman sebaya
5)   Masyarakat pada umumnya
Para ahli psikologi menyatakan bahwa sifat, dan bentuknya beragam serta mempunyai alasan yang berbeda-beda sebagai berikut;
1)   Keingintahuan atau coba-coba
2)   Tekanan dari teman
3)   Mengurangi perasaan tidak enak
4)   Meningkatkan kemampuan
5)   Sebagai rekreasi
6)    Keluarga yang tidak stabil
7)   Perilaku melalui pembiasan
c.     Dampak minuman keras
i.      Dari sisi kesehatan
1)   Mengurangi kemampuan tubuh memproduksi glukosa
2)   Menyebabkan ketidakstabilan tubuh dan tidak sadarkan diri
3)   Menimbulkan racun dalam tubuh
4)   Mengurangi selera makan
5)   Rusaknya sel-sel hati
6)   Merusak sel-sel otak dan susunan syaraf otak
ii.    Dari sisi sosial
1)   Mudah terlibat melanggar norma
2)   Nama baik keluarga tercemar
3)   Terisolasi
4)   Kecelakaan lalu lintas
d.    Upaya pencegahan dan penanggulangan
i.      Upaya pencegahan
Menurut WHO ( world health organization)
1)   Pencegahan primer, dilakukan dengan pencegahan sedini mungkin
2)   Pencegahan sekunder, pencegahan bagi yang sudah pernah terlibat dalam penyalahgunaan untuk mendapatkan perhatian, serta perawan atau terapi
3)   Pencegahan tersier, upaya yang di lakukan bagi yang sudah sadar dan berhenti menyalahgunakan minuman keras agar benar-benar berhenti.
Selain itu juga bisa di lakukan;
1)   Pencegahan dengan mediasi religius
2)   Penyebaran baik melalui media cetak maupun elektronik
3)   Penayangan informasi dalam bentuk spanduk dan poster.
ii.    Upaya penangulangan
1)   Pencegahan hukum
2)   Perawatan medis
3)   Proses rehabilitasi
4)   Rehabilitasi kehidupan keluarga
5)   Rehabilitas fisik
6)   Rehabilitas rasa percaya diri dan harga diri
7)   Rehabilitas keterampilan
8)   Rehabilitas pendidikan
9)   Rehabilitas sosial
Selain itu juga bisa melibatkan;
1)   Keluarga
2)   Sekolah
3)   Masyarakat.

2.    Narkoba
Narkoba merupakan  kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan obat-obatan yang berbahaya. Narkoba juga merupakan obat, bahan, dan zat yang bukan termasuk jenis makanan. Oleh sebab itu, jika zat ini di konsumsi oleh manusia baik dengan cara dihirup, dihisap, ditelan, atau di suntikan, ia akan mempengaruhi susunan syaraf pusat dan akan menyebabkan ketergantuang.
a.    Cara kerja narkoba
Jika narkoba sudah dikonsumsi maka narkoba akan mengubah perasaan dan cara pikir orang yang mengkonsumsinya. Suasana hatinya akan menjadi tenang, rileks, gembira, terasa bebas. Stres pada pikiran menjadi hilang dan daya khayal meningkat.  Narkoba menghasilkan perasaan high  dengan mengubah susunan bikomia molekul sel otak pada sistem linbus. Akibatnya, otak akan membuat “program yang salah” seolah-olah kita memang membutuhkan narkoba sebagai mekanisme pertahan diri hingga akhirnya terjadilan kecanduan.
b.   Pola penggunaan narkoba
1)   Ajang uji coba
2)   Pola pemakain sosial
3)   Pola pemakaian situsional
4)   Pola kebiasan
5)   Pola ketergantungan.
c.    Akibat penggunaan narkoba
1)   Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja
2)   Keracunan
3)   Overdosis
4)   Gejala putus zat
5)   Gangguan prilaku mental dan sosial
6)   Masalah hukum dan ekonomi.
d.   Jenis narkoba yang sering disalahgunakan
1)        Opioid ( morfin, heroin dan putau)
2)        Ganja ( marijuana, cimeng, gelek dan hasis)
3)        Kokain ( kokain, crack, daun coca, dan pasta koka)
4)        Alkohol
5)        Golongan amfetamin (amfetamin, ekstasi, dan sabu)
6)        Golongan halusinogen ( lysergic acid)
7)        Sedavita dan hipnotika (obat penenang dan obat tidur)
8)        Solven dan inhalansia
9)        Nikotin
10)    Kafein
e.    Jenis perbuatan yang dikualifikasikan sebagai tindak pidana narkoba
Dalam UU No. 22 tahun 1997, pengaturan tentang narkotika ditunjukan menjamin ketersedian narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, mencegah penyalahgunaan narkotika dan memberantas peredaran gelap narkotika. Penggolongan narkotika seperti dibawah ini;
1)   Golongan I, jenis narkotika  yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak di gunakan untuk terapi.
2)   Golongan II, narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan sebagai pilihan terakhir untuk terapi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
3)   Golongan III, narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan untuk terapi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

3.    Prostitusi
Prostitusi atau biasa di sebut juga dengan pelacuran. Kartini kartono menjelaskan bahwa;
a.    Pelacuran merupakan peristiwa [enjualan diri dengan gejala jalan penjualbelikan badan, kehormatan, dan kepribadian banyak orang untuk memuaskan nafsu sesk dengan imbalan pembayaran.
b.    Prostitusi adalah bentuk penyimpangan sosial, dengan pola pola organisasi seks yang tidak wajar.
c.    Pelacuran merupakan perbuatan perempuan atau laki-laki yang menyerahkan badan untuk berbuat cabul secara seksual dengan mendapatkan upah.
a.    Fenoma prostitusi
Masalah prostitusi adalah masalah klasik yang sudah lama menjadi polemik. Permasalah prostitusi mengalami dilema yang menimbulkan pro dan kontra. Dari aspek kuantitaif menunjukan adanya perbedaan perlakukan pemerintah terhadap pihak-pihak yang bermanin di bisnis prostitusi.
b.   Sejarah prostitisu
1)   Asal mula prostitusi
Disebabkan karena keadaan masyarakat kota yang istem solidaritasnya lemah. Masyarakat cenderung melupakan ajaran agama dan beralih kepada pemuasan nafsu dan mengakibatkan pengabaian ajaran agama.
2)   Batas usia para pelaku prostitusi
Di indonesia, banyak gadis yang memalsukan umurnya, di perkirakan 30%. PSK wanita berumur kurang dari 18 tahun. Bahkan beberapa yang masih berumur 10 tahun. Dan juga di perkirakan 40.000-70.000 ribu anak di eksploitasi menjadi pekerja seks dan sekita 100.000 anak di perdagangkan setiap tahun.
c.    Faktor penyebab prostitusi
1)   Faktor moral dan akhlak
2)   Faktor ekonomi
3)   Faktor sosiologis
4)   Faktor  Psikologis
5)   Faktor kemalasan
6)   Faktor bilogis
7)   Faktor yuridis
8)   Faktor perdagangan
d.   Dampak sosial prostitusi
1)   Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan kulit
2)   Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga
3)   Mendemoralisasikan kepada lingkungan
4)   Berkolerasi dengan kriminalitas dan kecanduan bahan-bahan narkotika
5)   Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum, dan agama
6)   Disfungsi seksual
e.    Perilaku seks di indonesia
Perilaku seks di indonesia menunjukan perubahan pada masyarakat yang di pengaruhi oleh faktor, yaitu dinamika penduduk, ekonomi, industrilisasi, dan operasi  masyarakat media sosal.  Perubahan masyarakat sudah berlangsung sebelum abad ke-20. Hanya membedakan adalah perilaku semakin terbuka di tengah masyarakat yang sedang mengalami tarnsisi secara demografis akibat dari ekonomi liberal, industrilisasi, dan modernisasi.
f.     Sanki pidana prostitusi
1)   Prostitusi dalam KUHP
2)   Prostitusi dalam hukum pidana khusus
g.    Penanggulangan protitusi
1)   Menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain
2)   Di berikan kedudukan yang salah baik untuk perempuan atau laki-laki
3)   Di beri label yang buruk
4)   Pengguna jasa PSK di tangkap, diadili bahkan di rehabilitas.
5)    Dll.

Referensi:
Burlian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta. Bumi Aksara
Kartono, Kartini. 2005. Patologi Sosial. Jakarta. Rajawali Pers

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....