Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata
Kuliah :BK Industri
Kelas :5/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
RESUME
LINGKUNGAN
ORGANISASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP SDM
1.
Pengaruh eksternal
Yang dimaksud dengan faktor – faktor eksternal
adalah berbagai hal yang pertumbuhan dan perkembangannya berada diluar
kemampuan organisasi untuk mengendalikannya. Kiggundu, menyebutkan bahwa yang
tergolong faktor-faktor eksternal adalah : (a) teknologi, (b) social budaya,
(c) politik, dan (d) ekonomi.
Sedangkan S.P.Siagian memperluasnya menjadi 6
faktor, meliputi (a) situasi ekonomi, (b) social budaya, (c) politik, (d)
peraturan perundang-undangan, (e) teknologi dan (f) pesaing. Sebenarnya dalam
keempat factor yang dikemukakan oleh Kiggundu juga sudah termasuk factor
administrasi dan hukum tersebut yang dikemukakan oleh S.P. Siagian tersebut.
2.
Pengaruh internal
Yang
dimaksud dengan factor-faktor internal adalah berbagai kendala yang terdapat
didalam organisasi itu sendiri. Faktor internal, menurut S.P Siagian adalah :
(a) rencana strategic, (b) anggaran, (c) estimasi produksi dan penjualan, (d)
usaha atau kegiatan baru, dan (e) rancangan organisasi serta tugas pekerjaan.
Sedangkan Kiggundu
mengemukakan bahwa factor-faktor internalnya meliputi : (a) Sistem Informasi
manajemen dan organisasi, (b) sistem manajemen keuangan, (c) sistem marketing
dan pasar, (d) sistem manajemen dan pelaksanaan.
Selain itu faktor-faktor internal yang
berpengaruh terhadap kinerja fungsi-fungsi SDM meliputi:
· Serikat
kerja (UNIONS)
· Sistem
Informasi (Information Systems)
· Budaya
karakteristik Organisasi (Organizations’ Culture)
· Konflik –
konflik Internal (Internal Conflicts)
3.
Tantangan dan strategi layanan
Berbagai
tantangan dalam lingkungan organisasi tersebut meliputi :
· Tantangan kualitas, Yang berupa penciptaan produk dan jasa
berkualitas,tingginya tuntutan untuk semakin kreatif,berani mengambil
resiko,dapat beradaptasi,mampu bekerja dalam kelompok serta bertambahnya
tekanan untuk meningkatkan kualitas kerja dan partisipasi kerja tim.
· Tantangan teknologi, yang berupa
perubahan struktural dan perubahan peran dari SDM,bertambahnya tekanan untuk
membuktikan peran dari SDM dalam meningkatkan kualitas SDM dan memberikan
pelayanan terbaik kepada dept lain,semakin bervariasinya pengalaman dan latar
belakang karyawan yang aktif berkarya dalam suatu organisasi.
· Tantangan sosial, yang
berupaya penanganan kompetensi karyawan dan cara perusahaan menangani konflik
kerja, makin meningkatnya tekanan untuk mengukur produkvitas kerja karena
adanya benchmarking, maka organisasi harus berlomba dalam meningkatkan
kinerja agar mampu bersaing di arena bisnis global dan terakhir berubahnya
tekanan dari penghargaan berdasarkan lama pekerjaan ke penghargaan berdasarkan
prestasi kerja.
Berbagai tantangan dalam lingkungan
organisasi tersebut meliputi :
a. Masih banyak top manajer dan para
manajer pembantunya yang belum memahami fungsi, tujuan dan kontribusi
MSDM dalam mengembangkan organisasi/ perusahaan agar menjadi
kompetitif dalam mewujudkan eksistensinya.
b. Masih banyak top manajer dan para
manajer bawahannya, yang tidak menyadari, kurang memahami, dan tidak
melaksanakan tanggung jawabnya dalam mengelola SDM dilingkungannya
masing-masing.
c. Dari manajemen SDM ternyata masih
sangat langka tenaga kerja yang professional untuk melaksanakannya secara
efektif dan efisien.
Layanan dalam strategi SDM sebagai
berikut;
yaitu layanan informasi, layanan orientasi, layanan penempatan dan
penyaluran, layanan konseling individu,
layanan bimbingan kelompok, layanan penguasaan konten, layanan mediasi, dan
layanan advokasi untuk mengahadapi beberapa strategi misalnya, pertama, Strategi inovasi, perilaku karyawan
yang diperlukan adalah tingkat kreativitas tinggi, berfokus pada jangka
panjang, mempunyai tingkat kerjasama yang tinggi, perilaku mandiri, cukup
memiliki perhatian pada kualitas dan kuantitas, seimbang dalam orientasi proses
dan hasil, penerimaan resiko pada tingkat yang lebih tinggi serta toleransi
yang cukup tinggi terhadap ketidakpastian. Sebagai implikasinya, dalam
mengelola karyawan sebaiknya memberikan sedikit pengawasan, memilih karyawan
yang mempunyai keterampilan tinggi, memberikan sumberdaya yang lebih banyak
untuk bereksperimen dan melakukan penilaian kinerja jangka panjang. Kedua,
perilaku yang relatif berulang dan dapat diprediksi, berfokus pada jangka
menengah, cukup mau melakukan kerjasama, perilaku mandiri, perhatian yang
tinggi terhadap kualitas, fokus tinggi terhadap proses, kurang berani mengambil
resiko dan cukup komitmen terhadap tujuan organisasi. Sebagai implikasinya,
karena strategi kualitas melibatkan komitmen dan pemamfaatan karyawan secara
lebih besar, maka organisasi hanya membutuhkan sedikit karyawan untuk lebih
besar, maka organisasi hanya membutuhkan sedikit karyawan untuk membuat output
yang sama atau standar. ketiga, Strategi pengurangan biaya, diperlukan
perilaku karyawan yang relatif berulang dan dapat diprediksi, berfokus jangka
pendek, lebih mengutamakan pada kegiatan individu dan otomatisasi, cukup
memberikan perhatian kualitas, perhatian terhadap kuantitas output lebih
tinggi, kurang berani menanggung resiko dan lebih menyukai kegiatan yang
bersifat stabil. Sebagai implikasinya, perusahaan akan banyak menggunakan
tenaga kerja yang part time,sub kontrak, menyederhanakan pekerjaan dan
prosedur pengukuran,melakukan otomatisasi, perubahan aturan kerja dan
fleksibelitas penugasan.
Komentar
Posting Komentar