Langsung ke konten utama

UTS TAKE HOME BK Lintas Budaya



Nama   :Mariyati              Jurusan                      :Bimbingan dan Konseling
Nim      :2014 141 106       Mata Kuliah               :BK Lintas Budaya
Kelas    :5/C                     Dosen Pengampu        :Ramtia Darma Putri, M.Pd., Kons.

UTS TAKE HOME
1.    Tuliskan minimal 5 isu penting BK lintas budaya beserta contoh yang mungkin terjadi di indonesia!.
2.    Jelaskan mengenai pendekatan transcultural  berserta komponen yang harus diperhatikan oleh seorang konselor multikultural pada pendekatan tersebut!.
3.    Selain strategi wawasan budaya indonesia, kita mengenal tiga strategi lainnya dalam lintas budaya. Jelaskan mengenai strategi tersebut berserta conth berupa dialog singkat dengan penggunaan strategi tersebut pada proses konseling!.
4.    Tuliskan contoh kasus yang mungkin dapat diselesaikan dengan kompetensi konselor berikut:
a.    Kompetensi kesadaran
b.    Kompetensi pengetahuan
c.    Kompetensi keterampilan

JAWAB
1.    Isu penting BK lintas budaya
1.    Isu Etik dan Emik
          Perbedaan cara mendeskripsikan suatu kebudayaan, dipandang dari dalam budaya klien atau dari luar budaya klien. Contoh: seorang konselor berkebudayaan minangkabau, sedangkan seorang konseli berkebudayaan komering(palembang).
2.    Isu Hubungan Konseling Klien Versus Teknik-Teknik Konseling
            Konselor  perlu penyiapan diri untuk mengadaptasi teknik-teknik konseling sesuai dengan latar budaya klien, serta terbuka terhadap semua kemungkinan. Contoh: seorang konselor berkebudayaan minangkabau, sedangkan seorang konseli berkebudayaan komering(palembang). Maka seorang konselor harus memahami budaya komering (palembang) baik dari bahasa, kebiasaan setempat, tingkah laku orang komering dan lain-lain.

3.    Isu Hubungan Bilateral antara Konselor Klien
   Hubungan konselor dengan klien yang mengacu pada tingkat proses belajar.      Contoh: seorang konselor berkebudayaan minangkabau, sedangkan seorang konseli berkebudayaan komering (palembang). Maka seorang konselor dan klien saling memahami kebudayaan yang terikat dengan kedua-duanya (konselor & klien) agar proses konseling berjalan dengan efektif dan lancar.
4.    Isu Dilema Autoplastic-Alloplastic
            Contoh: konselor membantu klien yang sedang putus cinta. Sehingga konselor mampu menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi klien, klien mampu menerima keadaan yang sebenarnya, dan mulai terbuka denga dunia baru lagi.
5.    Isu perbedaan fisik
            Contoh: seorang konselor tetap menerima apa adanya dengan keadaan fisik klien yang berkulit hitam.
(Sarwono. W. Sarlito, 2015. Psikologi Lintas Budaya. Jakarta: Rajawali Press)
-diri sendiri

2.    Pendekatan inklusif atau  transcultural adalah salah satu pendekatan dalam konseling lintas budaya yang menekankan bahwa keterlibatan dalam konseling merupakan proses yang aktif dan resiprokal. Namun, yang berpandangan universal pun menegaskan, bahwa pendekatan inklusif disebut pula konseling “transcultural” yang menggunakan pendekatan emik, dikarenakan titik anjak batang tubuh literaturnya menjelaskan karakteristik-karakteristik, nilai-nilai, dan teknik-teknik untuk bekerja dengan populasi spesifik yang memiliki perbedaan budaya dominan.
Komponen-komponen Pendekatan konseling trancultural mencakup sebagai  berikut;
a)    Sensitivitas konselor terhadap variasi-variasi dan bias budaya dari pendekatan konseling yang digunakannya.
b)   Pemahaman konselor tentang pengetahuan budaya konselinya.
c)    Kemampuan dan komitmen konselor untuk mengembangkan pendekatan konseling yang merefleksikan kebutuhan budaya konseli.
d)   Kemampuan konselor untuk menghadapi peningkatan kompleksitas lintas budaya.
Asumsi-asumsi yang mendasari pendekatan konseling transcultural
sebagai berikut:
a)           Semua kelompok-kelompok budaya memiliki kesamaan kebenaran untuk  kepentingan konseling;
b)          Kebanyakan budaya merupakan musuh bagi seseorang dari budaya lain;
c)           Kelas dan jender berinteraksi dengan budaya dan berpengaruh terhadap outcome konseling.
(http://eprints.umk.ac.id/3636/3/artikel.pdf)

3.    Tiga strategi dalam BK lintas budaya
1.    Refleksi
Refleksi merupakan keterampilan konselor untuk merespon keadaan klien terhadap situasi yang sedang dihadapi baik refleksi isi maupun perasaan klien. Kemampuan ini akan mendorong dan merangsang klien untuk mengemukakan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapinya.
Contoh;
Ki : “ Saya mengharapkan teman-teman dikelas tidak diabaikan saya. Setiap kali berada dikelas saya merasa tidak ada yang memperdulikan saya. Saya merasa saya dianggap tidak ada, bahkan pada saat diskusi pun seperti itu.
Ko : “ Kamu merasa tidak dihargai dan kamu juga merasa sedih.
2.    Pertanyaan terbuka
Keterampilan ini digunakan ketika konselor melakukan wawancara dengan klien. Ajakan terbuka untuk berbicara memberi kesempatan klien agar mengeksplorasi dirinya sendiri dengan dukungan pewawancara. Pertanyaan terbuka membuka peluang klien untuk mengemukakan ide perasaan dan arahnya tanpa harus menyesuaikan dengan setiap kategori yang telah ditentukan oleh pewawancara.
Contoh:
Ko : “Bagaimana perasaan Anda pada saat kejadian itu
Ki : “ saya merasa saya tidak di hargai dan hati saya sakit menerima itu semua bu, saya sedih. Saya berharap teman-teman dikelas tidak mengabaikan saya. Setiap kali berada dikelas saya merasa tidak ada yang memperdulikan saya. Saya merasa saya dianggap tidak ada.”
3.    Pelatihan
Mencari pengalaman melalui pendidikan/ latihan untuk pendidikan lanjutan, mencari konsultasi dan refferal ketika di perlukan. Berusaha untuk dapat memahami diri sendiri sebagai ras/budaya dan secara aktif berusaha membangun masyarakat non rasial.
Contoh: (konselor orang sunda yang bekerja di daerah mayoritas jawa)
Ko : “ pie kabare?”
Ki : “ alhamdullah baik bu, ibu bisa bahasa jawa?”
Ko : “ sedikit-sedikit. Ada yang bisa ibu bantu nak, sepertinya ceria sekali?”
Ki : “ iya ya bu? Masa sih?, saya datang kesini mau konseling mengenai pasca sekolah buk. Insya allah saya mau melanjutkan kuliah. Tapi masih belum mengerti mengenani kampus-kampus yang ada di jawa.”
Ko : “ setelah ibu mengikuti seminar kamaren, ini ada beberapa browsur yang ibu dapatkan dari pantia mengenai beberapa kampus di jawa. Mungkin bisa membantu adinda.”
Ki : “ iya buk......................”
-diri sendiri

4.    Kompetensi konselor
1.      Kompetensi kesadaran
Contoh kasus : seorang konselor dan seorang klien melakukan proses konseling. Dimana klien ini seseorang yang memiliki kepribadian yang  pemarah. Sehingga dalam proses konseling yang terjadi, seorang konselor harus menggunakan teknik-teknik konseling yang berbeda dengan klien yang mempunya sifat pemalu. Hal ini diperlukan agar proses konseling berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan sesuai dengan kepribadian yang dimiliki klien.


2.      Pengetahuan mengenai budaya
Contoh kasus : konselor yang dilahirkan dan dibesarkan di jawa, namun pada saat bekerja ia ditempatkan di padang. Secara khusus seorang konselor harus mampu dan memahami budaya-budaya yang ada di padang. Mulai dari bahasa orang padang, pakaian/lagu/rumah adat padang, kebiasan berbicara orang padang, tradisi orang padang, agama-agama yang ada dipadang,  perilaku yang sering di lakukan orang padang dan lain-lain. Sedangkan secara umum seorang konselor harus mampu dan memiliki pengetahuan mengenai budaya yang ada di indonesia baik secara budaya nasional maupun sub-sub budaya nasional.
3.      Kompetensi keterampilan
Contoh kasus : seorang konselor setelah melakukan proses konseling dan terentasnya masalah klien. Konselor melakukan tindak lanjut/ follow up terhadap perubahan yang terjadi pada klien. Satu bulan pertama dan 1 tahun tarkhir nanti nya. Sehingga diharapkan berkembangnya pemahaman baru klien, perasaan positif, dan rencana kegiatan.

-(Sukardi,ketut dewa. 2010. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: Renika Cipta )
-Diri sendiri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....