Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan Dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :BK keluarga
Kelas :5/C Dosen Pengampu :Sysca Purnamasari, M.Pd
RESUME
SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA
1. Definisi siklus hidup keluarga (family life cycle)
Siklus Hidup Keluarga (Family Life
Cycle) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan-perubahan
dalam jumlah anggota, komposisi dan fungsi keluarga sepanjang hidupnya. Siklus
hidup keluarga juga merupakan gambaran rangkaian tahapan yang akan terjadi atau
diprediksi yang dialami kebanyakan keluarga. Siklus hidup keluarga terdiri dari
variabel yang dibuat secara sistematis menggabungkan variable demografik yaitu
status pernikahan, ukuran keluarga, umur anggota keluarga, dan status pekerjaan
kepala keluarga.
2. Tahapan-tahapan siklus hidup keluarga
Dalam ilmu
kependudukan biasanya dikenal dengan 6 tahap siklus hidup keluarga, yaitu :
a.
Tahap Tanpa Anak
Dimulai dari perkawinan hingga kelahiran anak pertama.
b.
Tahap Melahirkan (Tahap Berkembang)
Dimulai dari kelahiran anak sulung hingga anak bungsu.
c.
Tahap Menengah
Dimulai dari kelahiran anak bungsu, hingga anak sulung
meninggalkan rumah atau menikah
d.
Tahap Meninggalkan Rumah
Dimulai dari anak sulung meninggalkan rumah sampai
anak bungsu meninggalkan rumah (perkawinan biasanya dianggap meninggalkan
rumah).
e.
Tahap Purna Orang Tua
Dimulai dari saat anak bungsu meninggalkan rumah,
hingga salah satu pasangan meninggal dunia.
f.
Tahap Menjanda/Menduda
Dimulai dari
saat meninggalnya suami atau istri, hingga pasangannya meninggal dunia.
Siklus hidup
keluarga dalam ilmu kependudukan dipandang penting, karena lima
alasan pokok sebagai berikut :
a.
Menunjukan
interaksi antara anggota keluarga. Peristiwa-peristiwa seperti kelahiran,
kematian, dan perubahan umur atau status anak, tidak hanya mempengaruhi
individu-individu yang bersangkutan, tetapi juga anggota keluarga yang lain.
b.
Memperjelas
pengaruh yang kontinu dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahap-tahap
awal siklus terhadap kehidupan keluarga sampai akhir siklus tersebut.
c.
Menghilangkan
konsepsi yang salah tentang keluarga, misalnya pandangan bahwa keluarga
hanya melewati satu atau dua tahap tertentu saja.
d.
Merupakan suatu ringkasan yang penting tentang
pengaruh gabungan faktor-faktor fertilitas, mortalitas, nupsialitas dengan
faktor-faktor ekonomi dan kebudayaan.
e.
Dapat menjelaskan bermacam-macam variasi kegiatan
sosial demografi dan sosial ekonomi.
Menurut Neighbour (1985) tahapan,
tugas dan masalah yang menjadi isu penting dalam setiap tahapan siklus
kehidupan keluarga adalah sebagai berikut :
a.
Tahap Perkawinan
b.
Tahap Melahirkan Anak
c.
Tahap Membesarkan Anak-Anak Memasuki Sekolah Dasar
d.
Tahap Membesarkan Anak-Anak Usia Remaja
e.
Tahap Keluarga Mulai Melepaskan Anak-Anak
f.
Tahap Tahun-tahun Pertengahan
g.
Tahap Usia Tua
3.
Model siklus hidup keluarga
Tahap-tahap
siklus hidup keluarga digambarkan ke dalam 2 model, yaitu:
1) Siklus Hidup Keluarga Model
Tradisional
Siklus hidup
keluarga model tradisional yaitu pergerakan tahap yang sebagian besar keluarga
lewati, dimulai dari belum menikah (bujangan), menikah, pertumbuhan keluarga,
penyusutan keluarga, dan diakhiri dengan putusnya unit dasar. Tahapan dari FLC
model tradisional adalah:
Ø Tahap I:
Bachelor
Pemuda/i
single dewasa yang hidup berpisah dengan orang tua.
Ø Tahap II:
Honeymooners
Pasangan
muda yang baru menikah.
Ø Tahap III:
Parenthood
Pasangan
yang sudah menikah setidaknya ada satu anak yang tinggal hidup bersama.
Ø Tahap IV:
Postparenthood
Sebuah
pasangan menikah yang sudah tua dimana tidak ada anak yang tinggal hidup
bersama.
Ø Tahap V:
Dissolution
Salah
satu pasangan sudah meninggal.
2) Siklus Hidup Keluarga
Model Non-Traditional
a. Family
Household
1.
Childless Couples: pasangan yang memilih untuk tidak
memiliki anak dikarenakan oleh pasangan tersebut lebih memilih pada pekerjaan.
2.
Pasangan yang menikah diumur diatas 30 tahun – menikah
terlalu lama dikarenakan karir dimana memutuskan untuk memiliki sedikit anak
atau justru malah tidak memiliki anak.
3.
Pasangan yang memiliki anak di usia yang terlalu
dewasa (diatas 30 tahun).
4.
Single Parent I: single parent yang terjadi karena
perceraian.
5.
Single Parent II: pria dan wanita muda yang mempunyai
satu atau lebih anak diluar pernikahan.
6.
Single Parent III: seseorang yang mengadopsi satu atau
lebih anak.
7.
Extended Family: seseorang yang kembali tinggal dengan
orang tuanya untuk menghindari biaya yang dikeluarkan sendiri sambil
menjalankan karirnya. Misalnya anak, atau cucu yang cerai kemudian kembali ke
rumah orang tuanya.
b. Non-Family Household
1.
Pasangan tidak menikah,
2.
Perceraian tanpa anak,
3.
Single Person: orang yang menunda pernikahan atau
bahkan memutuskan untk tidak menikah,
4.
Janda atau duda.
Komentar
Posting Komentar