Nama :Mariyati Jurusan
:Bimbingan & Konseling
Nim :2014
141 106 Mata
Kuliah :Patologi & Rehabilitas Sosial
Kelas :5/C Dosen Pengampu :Erfan
Ramadhani, M.Pd., kons.
RESUME
GANGGUAN
MENTAL (MENTAL DISORDER)
A. Aspek-Aspek Khusus dari Dinamika
Manusia
Berikut ini beberapa aspek-aspek
khusus peristiwa yang menentukan dinamika
a.
Otonomi
fungsional
Pada peristiwa otonomi fungsional terjadi satu
trauma atau luka jiwa berupa syok. Penderitaan jasmani dan rohani yang hebat,
atau pengalamaan atau pengalaman hidupan yang luar biasa besarnya. Sejak
mengalami peristiwa tersebut hidup seseorang lalu beruba secara radikal
mengalami penakikan atau penurunaan pada kehidupan. Erlebnis (peristiwa hidup
yang dasyat) atau trauma mampunyai arti yang dinamis dan besar pengarunya
sehingga menimbulkan satu-kesatuan yang secara fungsional yang terlepas dari
pengalaman-pengalaman hidup yang sebelumnya dan menjadi otonom. Dinamika dari
peristiwa itu menjadi kekuatan yang otonom yang mencekam dan menderita jiwa
seseorang, dan mengubah secara totak kehidupannya. Kejadian-kejadian yang
traumatis lain yang memberi kejutan dan pengaruh yang positif antara lain berupa mendapat
mendapatkan wawasan baru mendapat sesudah membaca satu buku, berkenalan dengan
pribadi yang memberikan inspirasi, melihat keindahan dan kebesaran alam,
menelaah hasil seni dan lain-lain. Semua kejadian itu memberikan pengaruh
yang dominan terhadap kepribadian, yang
menyebabkan satu reorganisai sikap hidup dengan tiba-tiba.
b.
Frustrasi
Frustrasi adalah suatu keadaan,dimana
suatu kebutuhan tidak bisa terpenuhi dan tujuan tidak bisa tercapai. Frustrasi
ini bisa menimbulkan dua kelompok tingkah laku atau respons yaitu (a) bisa
melemparkan dan menghancurkan seseorang,
merusak dan mengakibatkan disorganisasi diripada struktur kepribadian dan
mengalami gangguan mental parah (b) menjadi satu titik tolak baru bagi satu
usaha baru, guna menciptakan bentuk organisasi dan mekanisme pemuasaan
kebutuuhan yang baru pula sehingga terjadi perkembangan hidup baru. Frustrasi
ini bisa menimbulkan situasi yang sifatnya membangun (positif) dan merusak
(negatif)
Reaksi reaksi frustrasi yang sifatnya membangun (positif)
dibawah ini contoh reaksi-reaksi frustrasi yang membangun (positif) sebagai
berikut:
1.
Mobilisasi dan penambahan aktivitas
2.
Besinung (berpikr secara
mendalam,disertai wawasan jernih
3.
Resignation
(tawakal/pasrah pada tuhan)
4.
Membuat dinamis rill satu kebutuhan
5.
Kopensasai atau supstitusi tujuan
6.
Sublimasi
1. Reaksi
reaksi frustrasi yang buruk (negatif)
Bentuk bentuk frustrasi negatif atau
penyelesaiannyayang tidak rill dan tidak menguntungkan itu dikenal pula dengan istilah escape machanism(mekanisme
penghindaran atau pelarian diri)atau
defence machanism(mekanisme pertahanan diri)mekanisme mekanisme tersebut
adalah sebagai berikut;
1.
Agresi
2.
Regresi
3.
Fiksasi
4.
Pendesakan dan kompleks kompleks
peendesak
5.
Rasionalisasi
6.
Proyeksi
7.
Teknik anggur masam (sour grape technique)
8.
Teknik jeruk manis (sweet orange technique)
9.
Identifikasi
10.
Narisisme
11.
Autisme
B. Bentuk-Bentuk Gangguan Mental
Bentuk bentuk gangguan mental akan dikemukakan berikut ini.
1.
Psikopat
Psikopat adalah bentuk kekalutan
mental yang ditandai ddengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasiann
pribadi. Pada umumnya para psikopat pada masa mudanya mendapatkan kasih sayang
yang minim sekali,bahkan hampir sama sekali tidak pernah mendapat kasih sayang dari lingkungannnya. Gejala-gejaranya
berupa sebagai berikut
a.
Tingkah laku dan relasi sosialnya selalu
asosial, eksentrik,dan kronis potologis. Tidak memiliki kesadaran dan
intelegensi sosial, juga sangat individualis dan selalu menentang lingkungan
kultural serta norma-norma etis dan bertingkah laku semau sendiri.
b.
Bersikap aneh,sering berbuat kasar dan
bertingkah laku kegila-gilaan,kuang ajar dan ganas, buas terhadap siapa pun.
c.
Pribadinya tidak stabil. Responnya
selalu tidak kuat/tepat, tidak bisa dipercaya dan penilaiannya terhadap
kehidupan dan sikapnya selalu negatif.
d.
Ada dissorientasi terhadap
lingkungannya. Reaksi-reaksi
sosipatiknya dapat berupa gejala atau kekacauan pribadi yang gejalaatis.
e.
Tidak pernah bersikap loyal terhadap
seseorang, kelompok, atau kode-kode etik tertentu.
f.
Emosinya tidak matang dan sering tanpa
perasaan. Tidak pernah dapat bertanggung jawab dan selalu memakai mekanisme
rasionalitas untuk membenarkantingkah lakunya kegila-gilaan
g.
Sering kali dicarikan dengan penyimpangan
seksualitas dalam bentuk homoseksualitas, dengan memanipulasikan dengan
serangkaian penyimpangan sosial seperti pemerkosaan, pembunuhan, serta merusak
jasad orang lain karena motif-motif
seks.
2.
Psikoneurosis
(neurosis)
Psikoneurosis adalah sekelompok reaksi-reaksi psikis yang ditandai secara khas dengan unsur
kecemasan,kecerdasan secara tidak sadar ditampilkan dengan menggunakan
mekanisme pertahanan diri. Biasnya penderita mempunyai sejarah kehidupan penuh
kesulitan,tekanan-tekanan batin dan pristiwa-pristiwa taumatis luar biasa.
Mengalami kerugian psikis besar karena
tidak pernah meendapatkan lingkungan sosial yang menguntungkan dan tidak pernah
mendapatkan kasih sayang yang sangat mudah.proses pengkondisian yang buruk terhadapnya mentalnya itu menumbuhkan
macam-macam gejalah macam yang patologis, dan menimbulkan macam-macam bentuk
gangguan mental.sebab se bab timulnya psikoneurosis atau lebih populer dengan
neourosis adalah sebagai berikut;
1.
Tekanan-tekanan sosial dan tekanan
kultural yang sangat kuat,menyebabkan ketakutan –kecemasan dan
ketegangan-ketegangan dalam batin sendiri yang bersifat kronis sehingga yang
bersangkutan mengalami kepatahan mental.
2.
Individu mengalami frustrasi, komplik
emosinal dan internal yang serius,yang sudah dimulai sejak masa kanak- kanak.
3.
Individu sering tidak rasional sebab
sering memakai defence machanism yang negatif dan memiliki pertahanan diri
secara fisik dan mental yang lemah
4.
Pribadinya sangat labil.
Gejala-gejala psikis yang dapat dikelompokkan dalam neurosis
adalah sebab berikut
a.
Histeria
Histeria adalah gangguan
psikoneurtosis khas yang ditandai olkeh emosionalitas yang ekstrem. Histeria mencakup macam macam gangguan
fungsi psikis,
sensoris,motoris,vasomotor, dan alat pencernaan. Semua itu merupakan produk
dari represi terhadap macam macam konflik dalam kesadaran. Sebab- sebab
histeria antara lain sebagai berikut:
1.
Adanya fredisposisi membawa sistem
syaraf yang lemah
2.
Tekanan-tekanan mental yang disebabkan
oleh kesusahan, kekecewaan,syok, dan pengalaman-pengalaman traumatis.
3.
Kebiasaan hidup dan disiplin diri yang
keliru yang mengakibatkan kontrol pribadi menjadi lemah dan intelegence
kepribadian menjadi lemah dan sangat kekanak-kanakan
4.
Sering atau menggunakan escape mechanism semakin banyak timbul
kesulitan.
5.
Kondisi fisik atau organis yang buruk
misalnya sakit-sakitan, lelah, lemah
fungsi- fungsi organis yang lemah, gangguan
pikran dan badannia.
6.
Adanya sugesti diri yang buruk dan melemahkan mental serta
berusah untuk selalu melarikan diri dari
relitas hidup karena sifat pengecutnya.
Jadi, kesimpulannya ialah gejalah
histeris merupakan ekspresi yang kamu plase dari fiksasi ide-ide dan
elemen-elemen yang ditekan tadi. Selanjutnya terjadilah dissosialisai antara
dirinya dan lingkungan dalam berbagai bentuk dan gradasi.
Ciri- ciri kepribadian penderita
histeria adalah sebagai berikut:
1.
Semangat egois dan semuanya berperagai
sebagai anak yang manja selalu menginginkan perhatian dan belas kasihan dan
selalu mengharap pujian-pujian.
2.
Selalu merasa tidak bahagia dan sensitif
terhadap opini orang lain, ingin melakukan semua sasaran dari orang lain, untuk
mendapatkan pujian perhatian, dan persetujuan pada hakikatnya mala membuatnya
kebinggunan dan mengalami konflik batin.
3.
Emosinya sangat kuat dan semua
menimbulkan rasa suka dan rasa tidak suka
4.
Selalu berkecendrungan untuk melahirkan
diri dari kesulitan dan hal- hal yang tidak menyenangkan, berusaha
menghindarai gejarah fisik yang dibuat
buat seperti pura-pura pingsang untuk
memperpanjang usaha melarikan diri juga untuk mendapatkan maaf dari orang luar,
dengan tujuan utamalah untuk menghindari
situasi yang tidak menyenangkan.
b.
Disosiasi
kepribadian
1. Fugue
Fugue merupakan kondisi amnesia dan
disosiasi dengan lingkungan
2.
Somnambulisme
(berjalan dalam tidur)
Penderita tidur sambil berjalan dan berbuat
sesuatu seperti di dalam mimpi.
3.
Multiple
personality (pribadi majemuk atau terbelah)
Ada kepecahan
pribadi yang di sebabkan oleh suatu kompleks kejiwaan berupa kebiasaan, emosi,
ide, kesenangan, harapan serta unsur kehidupan fsikis lain yang terkumpul
menjadi totalitas dan kepribadian komplit.
c.
Psikastenia
Psikasteni adalah gejala psikoneorosis yang di barengi
kompulsi, absesi dan ketegangan-ketegangan fobik (akibat fhobia).
Gejala-gejalanya sebagai berikut:
1. fhobia
Fhobia adalah ketakutan dan kecemasan
yang abnormal, tidak rasional, serta tidak bisa
di kontrol terhadap suatu situasi atau objek tertentu.
2. Obsesi
Sosok atau kondisi ideal atau emosi
kuat yang terus-menerus melekat dalam pikiran/hati dan tidak mau hilang,
sungguhpun individu yang bersangkutan secara sadar selalu berusaha untuk
menghilangkannya.
d.
Gangguan
berupa gerak wajah (TICS)
TICS adalah macam-macam gerak muka atau
wajah seperti di paksakan berupa gerakan penggelengan yang menjadi kebiasaan
dari suatu kelompok kecil otot-otot tertentu. Misalnya: mengedip-ngedipkan
mata, menggigit dan mengelus bibir bagian atas dengan lidah, menggerut-gerutkan
dahi, menggerak-gerakkan kepala, mengerut-ngerutkan pipi, menjulingkan mata,
mengedikkan kepala, dan lain-lain.
e.
Hipokondria
Hipokondria merupakan kondisi
kecemasan yang kronis akan menderita suatu penyakit atau kondisi medis lainnya
yang serius.
f.
Neurasthenia
Neurasthenia adalah gangguan yang
ditandai oleh adanya kondisi syaraf yang lemah tanpa memiliki energi hidup
terus menerus merasa lelah terus di barengi
rasa nyeri dan sakit di bagian tubuhnya sehingga individu menjaid malas
dan segan berbuat sesuatu.
g.
Neurosa
kecemasan (axiety neurosis)
Anxeuty neurois ialah gejala ketakutan
dan kecemasan kronis, meskipun tidak ada rangsangan yang spesifik misalnya
takut mati, takut menjadi gila dan macam-macam ketakutan yang tidak bisa di
kategorikan dalam fhobia
h.
Psikomatisme
(otonimi psikopsiologis)
Psikomatisme merupakan bentuk
bermacam-macam penyakit jasmani atau fisik, yang di timbulkan oleh konflik
fsikis atau psikologis dan kecemasan yang kronis.
3.
Psikosis
Fungsional
Psikis fungsional merupakan gangguan
mental secara fungsional yang menorganisas sifatnya, ditandai oleh dan
distegrasi/ kepecahan kepribadian sosial yang beray. Sependerita tidak mampu
mengadakan relasi sosial dengan dunia luar secara realistis hidup, lalu menjadi
inkompeten secara sosial terdapet pula gangguan pada karakter. Adapun gejala
umum psikosis fungsional antara lain sebagai berikut.
a.
Adanya perpecahan atau disintegrasi
pribadi dan kekalutan mental yang program juga terdapatdisointase terhadap
lingkungan.
b.
Terputusnya hubungan dengan dunia
realitas.
c.
Adanyan melajusment yang disertai
disorganisasi fungsi-fungsi kejiwaan intelegensi, perasaan, dan kemampuan.
d.
Seringkali dibagiaan oleh macam-macam
halusinasi, ilusi dan delusi, serta melalui takut dan binggung.
e.
Sering mengalami strutur, jika pasien
menjadi agresif, sifatnya kasar, kepala dan kurang ajar.
a. Skizofrenia
Skizofenia adalah bentuk kegagalan
dengan disinteraksi pribadi, tinggkah laku emosional dan intelektual yang
ambigo (majemuk) dan terganggu keserdasan seriusan mengalami regresi atau
demensi total. Pesien banyak melarikan diri dari kegiatan hidup, dan berdiam
dalam dunia fantasi. Gejala-gejala umumnya skizrenia adalah sebagai berikut.
a.
Mengalami gangguan motorik berupa
retardasi jasmaniah, lamban gerak-geriknya.
b.
Kadang-kadang ada motork lomban, tidak
teratur, dan kaku atau tinggah lakunya menjadi aneh-aneh eksentrik.
b. Psikosis manik defresif
Psikosis manik defresif adalah
kekalutan mental serius gangguan emusional yang ekstrim, terus-menerus bergerak
antara gambaran sampai dengan rasa depresi sedih putus asah. Pasien
dihinggapi keteganggan-keteganggan afektif
dan agresif yang terhambat-hambat dengan implus kuat tetapi pendek tidak bsa
dikontrol atau dikendaliaan.
c.
Psikosis
paranoid
Psikosis paranoia merupakan gangguan
mental anat serius yang dicirikan dengan timbulnya banyak delusi yang “di
sistematis” dan ide yang kels kaku serta salah, lebih kurang 70%dari penderita
paranoid ialah kaum pria. Mereka selalu dilipati delusi-delusi, khususnya
delusion of grendeur an delusion of persecution, rasa iri hati, cemburu, dan
curiga.
Referensi:
Burlian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta. Bumi Aksara
Kartono, Kartini. 2005. Patologi Sosial. Jakarta. Rajawali Pers
Komentar
Posting Komentar