Nama :Mariyati Jurusan :Bimbingan
dan Konseling
Nim :2014 141 106 Mata Kuliah :BK Industri
Kelas :5/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
1. Pentingnya
MSDM dapat dinilai dan dilihat dari beberapa pendekatan
1. Pendekatan politik
Menggunakan pendekatan
politik dalam memahami gejala semakin besarnya perhatian pada menajemen sumber
daya manusia antara lain berarti mengkaitkannya dengan raison d’etre suatu
Negara bangsa. Berarti mendekatan politik melihat manajemen sember daya manusia
secara makro yang dapat dipastikan mempunyai dampak terhadap manajemen SDM
secara makro.
Pendekatan
politik terhadap pemahaman pentingnya manajemen SDM berangkat pula dari
keyakinan yang semakin dalam dikalangan politisi bahwa aset terpenting yang
dimiliki oleh suatu Negara bangsa adalah SDM nya. Pengamatan yang amat kasual
saja tentang pengalaman banyak Negara sudah membuktikan kebenaran pendapat
berbagai pendapat dinegara dunia yang meskipun memiliki sumber daya dan
kekayaan alam, akan tetapi jika mempunyai sumber daya manusia yang terdidik,
terampil, berdisiplin tekun, mau bekerja keras dan setia kepada cita-cita
perjuangan bangsanya, ternyata berhasil meraih kemajuan yang sangat besar yang
bahkan kadang-kadang membuat Negara lain kagum terhadapnya.
2. Pendekatan Ekonomi
Mungkin
dapat dikatakan bahwa pendekatan ekonomi merupakan pendekatan yang paling erat
hubungannya dengan pemahaman meningkatnya perhatian semakin banyak orang
manajemen SDM.
Dikatakan
demikian karena SDM sering dipandang sebagai salah satu factor produksi dalam
usaha menghasilkan barang atau jasa oleh satuan-satuan ekonomi. Alasan lain
ialah bahwa salah satu kriteria utama yang digunakan mengukur tingkat
kesejahteraan ialah takaran ekonomi. Oleh karena itu dinyatakan secara
kategorikal bahwa melihat manusia hanya sebagai salah satu alat produksi
merupakan persepsi yang tidak tepat untuk mengatakan salah sama sekali.
3. Pendekatan Hukum
Para
warga masyarakat akan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban
masing-masing. Semakin meningkatnya kesadaran demikian biasanya dipandang
sebagai salah satu akibat positif dari tingkat pendidikan para warga
masyarakat.
Dalam
kehidupan organisasional, keseimbangan antara hak dan kewajiban pun harus
diusahakan agar terus- menerus terpelihara dengan baik sebab apabila
keseimbangan tersebut terganggu, dua belah pihak, yaitu organisasi dan para
anggotanya lah yang dirugikan. Disini lah terlihat peranan yang amat penting
yang dimainkan oleh manajemen SDM.
4. Pendekatan sosio –kultural
Pemahaman
tentang besarnya perhatian pihak terhadap manajemen SDM juga memerlukan
pendekatan sosio-kultural. Pendekatan ini sangat penting karena berkaitan
langsung dengan harkat dan mertabat manusia. Alasannya ialah karena meskipun
benar bahwa teori manajemen, tesmasuk manajemen SDM, bersifat universal,
penarapannya tidak pernah bebas nilai.
Nilai-niali
social budaya menentukan Yang baik, tidak baik, benar, salah, wajar,
tidak wajar, dan sebagainya. Nilai-nilai tersebut digunakan untuk menilai
perilaku seseorang, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok,
termasuk kelompok kerja di mana seseorang berkarya.
Meskipun
demikian suatu hal yang kiranya tidak boleh dilupakan ialah bahwa sistem nilai
yang berlaku dalam suatu organisasi merupakan bagian dari kultur yang dianut
oleh masyarakat luas. Memang mungkin saja terdapat perbedaan kultur antara
suatu organisasi dengan organisasi yang lain. Akan tetapi biasanya
perbedaan-perbedaan tersebut, yang bersifat idiosinkronatik sekalipun, tidak
boleh menyimpan dari nilai-nilai social yang berlaku.
Berbagai perbedaan dapat timbul
sebagai akibat berbagai factor seperti:
a. Sejarah organisasi,
b. Dasar filsafati pembentukan
organisasi,
c. Filsafat hidup pendiri
organisasi,
d. Jenis kegiatan organisasi,
e. Konfigurasi para anggotanya,
f. Para “stakeholders”yang harus
dihadapi dan dipuaskanoleh organisasi,
g. Barang atau jasa yang dihasilkan
oleh organisasi,
Dalam
hubungan ini perlu ditekankan bahwa norma-norma sosio-kultural yang berlaku
dimasyarakat luas dan teori yang sudah diakui secara universal perlu
diperhitungkan dalam menumbuhkan dan memelihara kultur organisasi yang
bersangkutan.
5. Pendekatan Administratif
Salah
satu cirri yang menonjol dari abad sekarang ini ialah terciptanya berbagai
jenis organisasi. Apa pun yang telah dicapai oleh umat manusia, seperti
kemampuan menjelajahi angkasa luar, perkembangan teknologi yang sangat pesat,
perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang semakin tinggi bagi semakin
banyak orang, komunikasi dengan berbagai sarana yang amat canggih, peningkatan
taraf hidup semakin banyak orang, pemahaman yang semakin mendalam tentang
kehidupan didasar laut, wahana amgkutan yang semakin cepat dan nyaman sehingga
bumi ini terasa seolah-olah makin kecil, kesemuanya itu dicapai dengan
pemanfaatan organisasi.
Dengan
perkataan lain, apakah orang berbicara tentang politik, ekonomi, social budaya,
pertahanan dan keamanan, ilmu pengetahuan, terknologi dan berbagai segi
kehidupan dan penghidupan lainnya,kesumuanya tidak mungkin bisa dilepaskan
kaitannya dengan organisasi.
6. pendekatan teknologikal
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai dampak yang sangat kuat terhadap
manajemen sumber daya manusia. Dilihat sepintas
lalu, dampak tersebut dapat dikatakan bersifat negative karena kesan yang
segera timbul ialah bahwa pemanfaatan brbagai hasil temuan di bidang teknologi
berakibat pada berkurangnya kesempatan kerja karena semakin banyak kegiatan
yang tadi nya dilakukan oleh manusia”diambil alih”oleh berbagai jenis mesin.
Kegiatan
produksi dalam suatu organisasi niaga, misalnya, dapat mengalami empat tahap
perkembangan,yaitu pelaksanaan kegiatan secara manual, mekanisasi, otomasi dan
robotisasi. Perkembangan dari satu tahap ke tahap berikutnya menunjukkan
semakin bersanya peranan manusia. Artinya, pada tahap mekanisasi, intervisasi
manusia dalam proses produksi masih cukup besar.pada tahap otomasi intesitas
intervensi tersebut tampak semakin berkurang. Pada tahap robotisasi peranan manusia dapat
dikatakan menjadi sangat minim.hal demikian tampak sangat jelas dalam pekerjaan
perakitan.
Semua
orang sepakat bahwa harus dicari jalan keluar dari situasi dilematik demikian, yang
belum disepakati benar ialah caranya. Mempertemukan dua pihak yang seolah-olah menganut dua
pandangan yang berlawanan secara diamertikal itu memang tidak mudah, tetapi
tidak mustahil bahkan merupakan suatu keharusan. Titik tolaknya ialah dengan
cara menemukan titik-titik persamaaan pandangan. Misalnya, baik yang menganut
pandangan pemanfaatan teknologi secara maksimal maupun yang lebih menonjolkan
pemanfaatan sumber daya manusia sama-sama sependapat bahwa :
a. Pertumbuhan
ekonomi yang wajar mutlak perlu diusahakan bersama,
b. Para pemilik
modal wajar mengharapkan modalnya kembali dengan cara-cara yang wajar pula,
c. Tingkat
pengangguran harus ditekan hingga rendah mungkin,
d. Kemajuan di
bidang teknologi harus dimanfaatkan ,
e. Kemajuan di
bidang teknologi harus diabdikan kepada kepentingan manusia bukan sebaliknya.
Dengan demikian jelas bahwa
penentuan pilihan seyogianya tidak didasarkan pada pendekatan yang dikotomik
dan tidak pula didasarkan pada pandangan”hitam atau putih”. Artinya, pilihan
bukan dalam arti pemanfaaatan kemajuan teknologi semaksimal mungkin dengan
mengorbankan sumber daya manusia, tetapi juga tidak dengan mengabaikan sama
sekali perkembangan teknologi.
2. Penerapan
layanan BK dalam manajemen SDM
1. Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan
peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek
yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik
di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu
tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar
peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
2. Layanan Informasi
Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta
didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi diri,
sosial, belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan
informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara
tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier
berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun
berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
3 Layanan
Pembelajaran
Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan
peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam
menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan
dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya,
dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar
yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.
4. Layanan
Penempatan dan Penyaluran
Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang
memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas,
kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan
ko/ekstra kurikuler sesuai dengan potensi, bakat, minat erta kondisi
pribadinya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat,
minat dan segenap potensi lainnya. Layanan penempatan dan penyaluran berfungsi
untuk pengembangan.
5. Layanan Penguasaan Konten
5. Layanan Penguasaan Konten
Layanan penguasaan konten merupakan layanan yang membantu
peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau
kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan
masyarakat.
6. Layanan Konseling
Perorangan
Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang
memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara
perorangan) dengan guru pembimbing untuk membahas dan mengentaskan permasalahan
yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan
adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan
konseling perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
7. Layanan Bimbingan Kelompok
7. Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang
memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika
kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk
menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, baik sebagai individu
maupun sebagai pelajar, kegiatan belajar, karir/jabatan, serta untuk
pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan
bimbingan kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan.
8. Layanan Konseling
Kelompok
Layanan konseling kelompok merupakan layanan yang
memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh
kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui
dinamika kelompok. Masalah yang dibahas itu adalah maalah-masalah pribadi yang
dialami oleh masing-masing anggota kelompok. Layanan konseling kelompok
berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
9. Layanan Konsultasi
Layanan Konsultasi merupakan layanan yang membantu peserta
didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara
yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
Pengertian konsultasi dalam program BK adalah sebagai suatu proses penyediaan
bantuan teknis untuk konselor, orang tua, administrator dan konselor lainnya
dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas
peserta didik atau sekolah konseling atau psikoterapi sebab konsultasi tidak
merupakan layanan yang langsung ditujukan kepada klien, tetapi secara tidak
langsung melayani klien melalui bantuan yang diberikan orang lain.
10. Layanan Mediasi
Layanan mediasi merupakan layanan yang membantu peserta
didik menyelesaikan permasalahan ataupun perselisihan dan memperbaiki hubungan
antar peserta didik dengan konselor sebagai mediator.
Referensi;
Prayitno dan
Erman. 2013. Dasar Dasar Bimbingan Dan
Konseling. Jakarta: RINEKA CIPTA
Siagian,
Sondang P. 2015. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Jakarta : BUMI AKSARA
Ketut
Sukardi, Dewa. 2010. Pengantar
Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: RINEKA
CIPTA
Komentar
Posting Komentar