Langsung ke konten utama

RESUME MENGANALISIS MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERJADI DI INDONESIA2



Nama   :Mariyati                      Jurusan                  :Bimbingan & Konseling
Nim      :2014 141 106             Mata Kuliah          :Patologi & Rehabilitas Sosial
Kelas  :5/C                             Dosen Pengampu  :Erfan Ramadhani, M.Pd., kons.

RESUME
MENGANALISIS MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL YANG TERJADI DI INDONESIA

1.    Kriminalitas
          Istilah kriminalitas berasal dari bahasa inggris “crime  yang berarti kriminalitas. Kriminalitas  secara formal dapat di artikan sebagai suatu tingkah laku yang melanggar norma sosial dan undang-undang pidana, bertentangan dengan moral manusia. Serta bersifat merugikan  sehingga di tentang oleh masyarakat.
a.    Tinjuan kriminalitas  dari berbagai segi
i.      Kriminalitas ditinjau dari segi keriminologi
Kriminalitas merupakan suatu fenomena yang kompleks yang dapat di pahami  dari berbagai sisi yang berbeda. Itu sebabnya dalam keseharian kita dapat menangkap komentar tentang suatu peristiwa  kriminalitas yang berbeda satu dengan yang lain. Dalam pengalaman kita ternyata tidak mudah untuk memahami kriminalitas itu sendiri.
ii.    Tinjuan kriminalitas  dari berbagai hukum
Secara yuridis (hukum, yang dimaksud dengan kriminalitas adalah perbuatan manusia  yang melanggar atau bertentangan dengan apa yang telah ditentukan dalam kaidah hukum atau lebih tegasnya bahwa perbuatan  yang melanggar larangan  yang ditetapkan dalam hukum yang berlaku dalam masyarakat dimana yang bersangkutan hidup dalam suatu masyarakat. Kriminalitas adalah  perbuatan yang dilakukan  dengan sengaja dan lakukan dengan sadar dan adanya maksud tertentu.
iii.  Tinjuan kriminalitas  dari berbagai psikologi
Secara psikologi, kriminalitas adalah manifestasi kejadian yang terungkap pada tingkah laku  manusia  yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Dapat dikatkan  bahwa kriminalitas  merupakan perbuatan tidak normal (tidak selaras denga norma-norma) atau abnormal, yang jika di lihat dari si pelaku , penampilan pelakunya yang abnormal tersebut.
iv.  Tinjuan kriminalitas  dari berbagai sosiologi
Kriminalitas menurut sosiologi merupakan suatu perilaku manusia yang di ciptakan  oleh masyarakat, walaupun masyarakat tersebut memiliki berbagai macam perlaku yang berbeda-beda, perilaku tersebut memiliki pola yang sama. Gejala kriminalitas terjadi dalam proses interaksi antar bagian dalam masyarakat yang mempunyai wewenang  untuk melakukan perumusan tentang kriminalitas dengan kelompok–kelompok  masyarakat  yang melakukan kriminalitas.
b.   Kriminalitas dan teori-teorinya
          Ada beberapa teori yang memandang nilai kriminalitas dari sisi yang berbeda, di antaranaya sebagai berikut;
i.      Teori teologis, teori ini mengatakan bahwa perbuatan ini melanggar perintag Tuhan dan sebuah perbuatan yang berdosa.
ii.    Teori filsafat manusia, membagi manusia menjadi dua sisi yanr tentangan tetapi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. satu sisi memiliki jiwa/rohani yang sempurna, satu sisi lainnya memiliki jasmani yang prinsipnya selalu berubah dan mendorong melakukan kepada kerusakan dan kriminalitas.
iii.  Teori kemuan bebas, secara sadar manusia berbuat jahat, dan tidak ada saru orangpun yang dapat mencegahnya.
iv.  Teori fa’al tubuh, kriminalitas di nilai dari ciri-ciri jasmani seseorang.
v.    Teori faktor sosial, memandang bahwa lingkungan dan kekuatan-kekuatan sosial sebagai faktor penyebab munculnya kriminalitas.
vi.  Teori bio-sosiologis,  mengkombinasikan antara faktor internal dan eksternal, yaitu tidak hanya dari individu itu sendiri tetapi juga dari lingkungan sosial.
i.      Teori spritual,  agama dan keyakinan sebagai sauatu yang mempengaruhi pola pikir dan prilaku seseorang.
c.    Relevansi antara teknik kriminalitas dan kemajuan teknologi
Dalam teknologi jaringan komputer, kriminalitas di istilahkan dengan “cyber crime”  yaitu sebuah  perbuatan yang melanggar hukum yang di lakukan dengan perantara internet yang berbasisi pada kecanggihan teknologi, komputer dan telekomunikasi. Bahkan lebih kuat dari kekuatan hukum perbuatan yang melanggar hukum yang di lakukan dengan perantara internet yang bebas. Pada kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi. Karakteristik kriminalitas dunia maya ini pun berbeda dengan kriminalitas di dunia nyata. Baik dari segi ruang lingkup, sifat, modus, jenis kerugian dan perilaku.
d.   Kriminalitas marginal
          Di kata-kata besar yang mempunyai pola hidup modern denga latar belakang budaya yang beraneka ragam, sering sekali ditemukan banyak konflik yang disebabkan oleh menipisnya nilai susila dan sanksi sosial. Keadaan ini membuat seorang menjadi sangat sakit untuk beradaptasi sehingga memaksanya untuk bersikap lebih sikap.

2.    Perjudian
Perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja, yaitu mempertaruhkan saru nilai atau sesuatu yang di anggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan pertandingan, perlombaan, dan kejadian yang tidak atau belum pasti hasilnya.
a.    Perjudian di tinjau dari segi agama
          Dalam hal ini agama islam, judi merupakan perbuatan yang di larang. Sebuah perjudian akan menyebabkan permusuhan antara sesama ummat manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah suarh Al-Maidah ayat 90 dan sabda Rosulullah SAW.
b.    Analisis tentang perjudian
          Pada perjudian terdapat unsur minat dan pengharapan yang tinggi juga unsur ketegangan yang disebabkan oleh ketidakpastian untuk menang atau kalah. Situasi tidak pasti ini menimbulkan ketegangan dan rasa gembira, rasa hati yang kuat dan rangsangan-rangsangan yang besar untuk terus bermain bagi individu.
c.    Penyebab perjudian di masyarakat
          Bahwa apabila rakyat, khususnya rakyat kecil dan miskin, merasa tidak pasti akan hari esoknya dan tidak pasti bahwa dengan usahanya yang wajar mereka itu bisa memperoleh hasil yang seimbang. Salah satu mekanisme untuk mendapatkan keseimbangan perasaan untuk berjudi.
d.    Macam-macam perjudian
i.      Perjudian di kasino

·      Roulette
·      Black jack
·      Baccorat
·      Creps
·      Keno
·      tombala

ii.    Perjudian di tempat-tempat keramaian

·      Lempar paser
·      Lempar gelang
·      Lempar uang
·      pancingan

iii.  Perjudian dengan alasan-alasan  lain

·      Adu ayam
·      Adu sapi
·      Adu domba
·      Harapan sapi

e.    Akses perjudian
          Pada dasarnya macam-macam permainan itu sifatnya kreatif berlaku dan sebagai penghibur dari ketegangan akibat kerja sehari-hari. Namun akhirnya di salah gunakan jadi taruhan. Selain itu juga, aksesnya yaitu sebagai berikut;
1)  Mendorong untuk melakukan penggelapan uang,
2)  Di dera oleh kerakusan menang dalam waktu singkat,
3)  Di goda oleh harapan-harapan tertentu,
f.     Problematika dalam pemberantasan perjudian
i.      Mengadakan perbaikan ekonomi nasional
ii.    Adanya keseimbangan antara bajet di pusat dan daerah
iii.  Turunkan nilai hadiah dari lotre resmi
iv.  Lokalisasi tempat perjudian bagi orang-orang tertentu
v.    Tindak pidana perjudian
vi.  Setiap bentuk tindak pidana perjudian tidak hanya individu pribadi yang di mintai pertanggung jawaban kerporasi.




3.    Korupsi
          Korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeruk keuntungan pribadi yang merugikan kepentingan umum dan negara.
a.    Pandangan hukum terhadap korupsi
          Delik korupsi menurut KUHP adalah kejahatan atau kesalaham ataupun perbuatan yang bisa di kenai tindakan sanki hukum sedangkan menurut UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, UU No. 20 Tahun 2001 pasal 5 dan pasal 6.
b.   Korupsi dan masalah modernisasi
          Korupsi memang berlangsung pada semua lapisan masyarakat akan tetapi paling banyak terjadi pada masyarakat yang tengah melaksanakan modernisasi. Biasanya korupsi itu bersamaan dengan pembangunan industri, perkembangan sumber kekayaan dan kekuasaan baru.  Serta disebabkan oleh modernisasi menimbulkan perubahan nailai primordial paling dasar di masyarakat, perluasan otoritas dan kekuasan pemerintah.
c.    Korupsi akibat iklim publik yang tidak sehat
          Partai politik memegang peranan penting dalam penentuan haluan negara dan jalannya pemerintahan pada saat itu. Sayangnya perjuangan antar partai di lakukan secara tidak wajar dan tidak sehat. Kehidupan politik yang tidak sehat itu menyuburkan berkembangannya praktik penyuapan, intimidasi, dan kekerasaan.
d.   Tanggapan pemerintah dan rakyat terhadap korupsi
Tanggapan pemerintah terhadap korupsi juga cukup serius sejak tahun 1960-an telah di hancurkan tim-tim pemberantasan korupsi, UU korupsi, dll. Tanggapan mahasiswa dengan emosi meluap-luap dan protes terbuka. Sedangkan sikap rakyat menjadi semakin apatis dengan semakin meluasnya praktik-praktik korupsi oleh beberapa pejabat lokal regional maupun nasional.
e.    Upaya-upaya pelanggran korupsi
i.          Tim pemberantas korupsi
ii.        Komisi empat
iii.      Komisi anti korupsi
iv.      OPSTIB
v.        Tim gabungan pemberantas tindak pidana korupsi
vi.      Komisi pemberantas korupsi
vii.    Partisipasi masyarakat.

Referensi:
Burlian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta. Bumi Aksara


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....