Langsung ke konten utama

PERMAINAN EGRANG



Penjaskes
“Permainan Tradisional Egrang”
Di Susun
Oleh:


NAMA:MARIYATI
NIM:(2014 141 106)
KELAS:IC
 Dosen Pengasuh:Moh.Yamin M.Pd
Prodi Bimbingan Dan Konseling
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2014/2015




Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Pendidikan Jasmani.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan permainan tradisional indonesia egrang, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi dan referensi. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.







Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas PGRI Palembang. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen pengasuh yaitu MOH. YAMIN M.Pd  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Palembang,30 Desember 2014
Penulis,

       MARIYATI
NIM 2014 141 106












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
BAB I        PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang...................................................................................................1
B.   Rumusan Masalah..............................................................................................3
C.   Tujuan Penulisan................................................................................................3
D. Manfaat makalah................................................................................................4
BAB II       PEMBAHASAN
A.  Sejarah permainan egrang............................................................................5
B.  Pengertian permainan egrang.....................................................................6
C. Cara membuat egrang...................................................................................7
D. Peraturan permainan egrang.......................................................................9
D. Makna permainan egrang...............................................................13
F. Nilai budaya permainan egrang........................................................14
BAB III     PENUTUP A.Kesimpulan....................................................................................................15
B.saran.........................................................................................................16
Daftar pustaka..........................................................................17






BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekarang ini sudah semakin maju. Banyak pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah untuk bisa memajukan atau mengikuti perkembangan IPTEK tersebut. Perubahan yang dilakukan dibuat sedemikian rupa agar terjadi perubahan dan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia atau yang sering dikenal dan disebut dengan SDM.
Untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tentu harus bisa mendapatkan atau membuat bibit yang baik. Dalam dunia pendidikan formal, tempat untuk bisa menghasilkan atau mencetak bibit yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus adalah anak anak. Anak anak pemberian akan dasar-dasar pengetahuan harus diberikan dengan baik dan tepat, apabila dari pemberian pengetahuan itu tidak tepat, maka tidak akan bisa untuk mencetak SDM yang berkualitas.
Tidak hanya pengetahuan yang harus diberikan kepada, berbagai macam jenis pendidikan juga perlu diberikan kepada anak-anak. Hanya berbekal pengetahuan saja, seorang manusia itu tidak akan bisa memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Jadi perlu diimbangi dengan pemberian pendidikan-pendidikan yang nantinya dapat mengimbangi dan mengiringi pengetahuan-pengetahuan atau ilmu-ilmu yang diperoleh oleh manusia itu sendiri.
Sebagai seorang mahasiswa, terutama mahasiswa calon guru yang bertugas di Sekolah, tentunya memiliki tanggung jawab yang besar. Seorang mahasiswa harus menguasai semua materi yang diberikan dikampus. Tidak bisa jikalau seorang mahasiswa itu hanya menguasai satu mata pelajaran yang ada dikampus,ada mata pelajaran harus bisa dikuasai oleh seorang calon guru.Salah satu mata pelajaran yang ada di Sekolah yang harus dikuasai oleh seorang guru yaitu Pendidikan Jasmani. Mengajarkan atau memberikan ilmu pendidika jasmani kepada anak anak itu sangat penting. Dengan memberikan pendidikan jasmani kepada anak anak,anak tersebut akan terbantu dalam memperoleh peningkatan kemampuan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak. Pemberian pendidikan jasmani kepada anak anak ini sangat penting, karena tujuannya berada dalam lingkup perkembangan fisik, gerak, mental, dan sosial anak Sekolah Dasar tersebut. Sehingga harapan bangsa dan Negara yang ingin mencetak SDM yang berkualitas bisa dicapai.
Untuk pemberian materi tentang pendidikan jasmani di sekolah dasar tidak terlalu berat, peserta didik cukup diberikan olahraga yang berupa permainan. Karena dalam fase anak anak masih dalam fase bermain. Banyak jenis permainan yang bisa diberikan di Sekolah Dasar, permainan tradisional untuk anak-anak bisa diberikan dalam pendidikan jasmani di Sekolah.
 Dengan memberikan permainan-permainan tradisional ini, secara tidak langsung kita melestarikan budaya-budaya yang kita miliki kepada generasi selanjutnya. "Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya". (permainan-tradisional-yang-sudah.html)
penulis pernah bermain egrang dengan usaha yang keras tapi tetap saja tidak bisa menyeimbangakan badan di atas egrang,tak cukup satu minggu  untuk belajar bermain egrang dengan lancar karena kalo tidak memiliki keseimbangan maka tidak akan pernah bisa.tapi. penulis tetap berusaha latihan walaupun sampai sekarang hasil nya nihil.selain seru permainan ini juga memiliki nilai budaya dan nilai sosial karena permainan ini bisa di mainkan dengan bersama sama dengan teman,di situ lah kebersaman yang kammi dapatkan di desa.(pengalaman penulis bermain egrang)
alasan memilih permainan tradisional egrang karena Permainan Egrang sendiri sangat unik karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa maka pembuatanya pun panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.(alasan penulis memilih  egrang)


B.RUMUSAN MASLAH
Seberapa besar manfaat kita untuk memahami permainan tradisional egrang?

C.TUJUAN MAKALAH
Ingin mengetahui manfaat tentang pemahaman permainan tradisional egrang.












D.MANFAAT
Sesuai dengan tujuan yang disampaikan di atas, maka manfaat yang diperoleh yaitu :
a.         Bagi penulis
Makalah ini kami buat untuk  memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Jasmani dan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami mengenai permainan tradisional egrang. Selain itu juga, agar kami menjadi terbiasa untuk membuat dan menyusun karya tulis sebagai acuan dan pembelajaran dalam pembuatan tugas akhir semester.


b.        Bagi pembaca
Makalah ini kami harapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa maupun pembaca mengenai materi yang kami bahas dalam makalah ini.
(http://tlc-learningcentre.blogspot.com















BAB II
PEMBAHASAN
A.SEJARAH PERMAINAN EGRANG
Permainan tradisional Egrang – Permainan ini muncul sebelum kemerdekaan Republik Indonesia,dimasa penjajahan Belanda.Seperti terekam di Baoesastra (Kamus) Jawa karanganW.J.S. Poerwadarminto terbitan 1939 halaman 113,disebutkan kata egrang-egrangan diartikan dolanan dengan menggunakan alat yang dinamakan egrang. Dari hasil googling,banyak sumberyang menyebutkan kalau permainan egrang berasal dari daerah Jawa.Tetapi ternyata, permaian yang melatih konsentrasi dan keseimbangan ini.
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.(http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html)

B. PENGERTIAN EGRANG
Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangantubuh.
       Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.
       Permainan Egrang sendiri sangat unik karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa maka pembuatanya pun panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20 cm.
(http://www.mangyono.com/2013/05/permainan-egrang-atau-jajangkungan.html)

C. CARA MEMBUAT EGRANG
Cara memainkannya cukup sederhana dan gampang – gampang susah, namun butuh usaha yang cukup untuk berlatih menjaga keseimbangan badan dan perlu keseriusan untuk menguasainya.Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

( Gambar A ) Pembuatan Egrang dan pemilihan bahan
1. Bambu atau kayu sebesar lengan dipotong membujur panjang sekitar dua atau tiga meter tergantung panjang yang disesuaikan dengan ukuran panjang badan kalau orangnya tinggi ya harus tinggi hehehe ( lihat Gambar A )
2. Pilihlah bambu yang agak besar tetapi cukup untuk digenggam oleh telapak tangan biasanya bambu yang digunakan yaitu bambu tali atau kata orang sunda awi tali, bambu wulung dan sejenisnya, asal jangan menggunakan bambu betung atau gombong karena ukuran bambu ini agak – agak besar apa lagi menggunakan pohon pinang atau pohon kelapa. ( lihat Gambar A )

( Gambar B ) Pembuatan Egrang Atau Jajangkungan
3. Di bagia tengah dari kayu tersebut kemudian dibuat suatu lubang untuk diberi papan sepanjang telapak kaki fungsinya untuk pijakan kaki atau bisa juga yang diberi lubang bambu yang untuk pijakan kaki. ( lihat Gambar B ).
4.sesudah selesai membuat lubang, masukan tuh bambu pendek yang sudah dibuat lubang  ke bambu panjang yang untuk pegangan,usahakan dari bagian atas sampai ke bawah kira – kira 40 – 60 Cm, lalu diberi paku dari samping untuk menguncinya.(lihatGambarB)
(http://gpswisataindonesia.blogspot.com)




 D. PERATURAN PERMAINAN

1.Lapangan
Permainan egrang ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Ia dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai, ditanah lapang atau di jalan.Luas arena permainan egrang ini hanya sepanjang 7--15 meter dan lebar sekitar 3-4 meter.
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)

2.Pemain
a.                   Permainan egrang dapat dilakukan oleh pria dan wanita dengan memakai pakaian olahraga yang pantas.
b.                  Permainan egrang dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak. Pada umumnya permainan ini dilakukan dilakukan oleh anak laki-laki yang berusia 7--13 tahun, taruna/remaja/dewasa 13 tahun keatas. Jumlah pemainnya 2--6 orang.



3. Jalan Permainan
Apabila permainan hanya berupa adu kecepatan (lomba lari), maka diawali dengan berdirinya 3-4 pemain di garis start sambil menaiki bambu masing-masing. Bagi anak-anak yang kurang tinggi atau baru belajar bermain egrang, mereka dapat menaikinya dari tempat yang agak tinggi atau menggunakan tangga dan baru berjalan ke arah garis start. Apabila telah siap, orang lain yang tidak ikut bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, para pemain akan berlari menuju garis finish. Pemain yang lebih dahulu mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenangnya
      Sedangkan, apabila permainan bertujuan untuk mengadu bambu masing-masing pemain, maka diawali dengan pemilihan dua orang pemain yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Setelah itu, mereka akan berdiri berhadapan. Apabila telah siap, peserta lain yang belum mendapat giliran bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, kedua pemain akan mulai mengadukan bambu-bambu yang mereka naiki. Pemain yang dapat menjatuhkan lawan dari bambu yang dinaikinya dinyatakan sebagai pemenangnya.
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html

a.         Persiapan
ü  adanya Peserta yang akan ikut bermain.
ü  setiap pemain disertai alat 2-5 buah tongkat sebagai penyambung kaki mereka.
ü  membuat garis batas tempat dimulainya bermain dan garis finis tempat berakhirnya perlombaan.
ü  Bila peserta main itu lebih dari 10 orang anak, maka tahap pertama ini dibagi dalam beberapa kelompok. Misalnya semua peserta ada 50 orang maka dibagi menjadi 10 kelompok.

Melakukan pengundian pemain/kelompok yang duluan mengikuti perlombaan. (http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html
b.      Tahap-tahap Permainan
ü  Perkelompok diperlombakan dalam seri, dari garis start sampai garis finis dipimpin juri star dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu
ü  Sebelum perlombaan dimulai, para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrang
ü  Aba-aba perlombaan oleh wasit/juri star adalah : bersedia, siap, “YA” pada aba-aba bersedia, tangan memegang egrang (kanan dan kiri), aba-aba siap satu kaki (kanan atau kiri) di atas tempat berpijak dan setelah aba-aba “YA” Lari. Pengganti ya dapat diganti dengan suara peluit/sejenis
ü  Para atlet dinyatakan gugur apabila :
·       Menginjak garis lintas lebih dari dua kali
·       Kaki jatuh menyentuh tanah/lantai lebih dari dua kali
·       Dengan sengaja mengganggu atlet lain
ü  Waktu terbaik/jangkauan terjauh dalam seri ( 1 orang ) berhak mengikuti seri berikutnya
ü  Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang
Pada tahap ini perlombaan dilanjutkan lagi dengan menampilkan para pemenang dari masing-masing perlombaan yang kelak akan menghasilkan 3 orang saja yangkemudian berhak mengikuti perlombaan meraih gelar juara 1, 2,dan 3. (http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html).
c.       Konsekuensi Kalah Menang
Daya pendorong atau motivasi untuk merebut predikatsebagai pemenang adalah memperoleh rasa kebanggaan,memperoleh kedudukan sebagai anak, yang dianggappandai dalam permainan ini. Predikat inilah sebenamya yangmenjadi dorongan sehingga anak-anak bermain denganpenuh semangat bertanding. Di samping naluri bagi anak-anak untuk berlomba guna menduduki tempat teratas di antarateman-temannya yang lain. Demikianlah dalam permainan ini, bagi mereka yang berhasil meraih gelar juara1, 2, dan 3 maka merekalah yang disebut sebagai pemenang.Permainan ini berperan sekali dalam membinaanak untuk menjadi anak yang terampil dan disiplin,berani mengambil resiko dan bertanggung awab padasetiap perbuatan yang dilakukannya.
 Fungsi daripermainan ini di samping sebagai permainan, dapat juga dijadikan sebagai alat bagi masyarakat desa untukberjalan, sebagai tongkat penyambung kaki ketika melintasi jalan-jalan yang becek atau berair.Setelah Anda membaca dengan cermatpermainan anak-anak dengan Peralatan Tradisional II yang tersebut di atas. Anda perlu mempraktikkannya kepada anak-anak dengan erencana dan terarah,lakukanlah latihan-latihan sebelumnya agar dalampelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik.
 Berikanlah pula penjelasan - penjelasan, sehingga anak-anak benar-benar memahaminya. Selain dari pada itu, sebelum permainan dimulai hendaknya lakukanlah pemanasan terlebih dahulu. Prinsip-prinsip latihan pemanasan hendaknya Anda praktikkan dengan benar. Sesuai dengan jenis permainan yang dipilih, bentuklah  kelompok atau regu bermain. Kemudian dengan melalui penjelasan, Anda memimpin jalannya permainan dengan penuh perhatian, agar tujuan permainan dapat tercapai.(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/ permainan- tradisional-egrang.html).

4. Pemenang
a. pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu
b. waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finis
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)

5. Wasit, Juri, dan Pencatat Waktu
a. wasit bertugas mengawasi seluruh jalannya perlombaan
b. juri pemberangkatan ( starter)
c. juri lintasan, mengawasi lintasan apakah pemain ada yang menginjak garis
d.juri kedatangan mengawasi perlombaan di garis akhir
e. pencatat waktu (timer) , mencatat waktu para pelari
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)

E. MAKNA PERMAINAN
Sering kali kita paham bahwa kehidupan ini membutuhkan fasilitas untuk mencapai apa yang kita inginkan. Atau sering kali kita menemukan diri kita sedang dihadapkan dalam situasi untuk menghadapi keadaan yang kita tidak yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Oleh karena itu, kepercayaan diri merupakan faktor terpenting ketika kita menghadapi sesuatu. Yakinlah kepada diri kita sendiri bahwa kita memiliki banyak potensi yang masih bisa kita kembangkan. Yakinlah bahwa kita mampu menghadapi permasalahan apapun karena tuhan tidak memberikan cobaan kepada kita diluar kemampuan kita. (http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)

F.NilaiBudaya
            Nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional egrang adalah: kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.(http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)



G.Nilai Sosial
            Nilai sosial yang terkandung dalam permainan tradisional egrang adalah kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang orang lain.karena permainan ini akan lebih seru jika bermain sama-sama.dan saat belajar egrang juga memerlukan jasa orang lain untuk membantu belajar egrang.dalam sebuah perlombaan juga pastilah semua orang akan antusias,disini lah kita mendapatkan nilai sosial. http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)























BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN

Setelah memahami permainan tradisional egrang ternyata asal permainan egrang belum seratus persen jelas,msih ada simpang siur. permainan ini sudah sejak zaman belanda itu artinya sudah ada sebelum indonesia merdeka.permainan ini juga dapat di jumpai  di beberapa wilayah seperti sumatra,jawa tengah,lampung. dan kalimantan permainan tradisional egrang adalah alat permainan tradisional  yang terbuat dari dua batang  bambu.cara memainkan egrang sangat di butuhkan keseimbangan tubuh.karena memainkan egrang tidak mudah.
egrang juga bukan sekedar dapat di mainkan untuk mengisi waktu kosong,tapi egrang juga dapat di jadikan sebuah perlombaan,biasanya orang indonesia melakukan perlombaan pada saat hari-hari besar ataupun pada saat memperingati,misal nya memperingati hari kemerdekaan.selain itu,permainan tradisional egrang mempunyai makna,nilai budaya  dan nilai sosial.makna kita dapatkan adalah tidak membutuhkan biaya yang besar dan kepercayaan diri.nilai budayanya adalah kerja keras,keuletan,sportivitas.sedangkan nilai sosial yang kita dapatkan adalah kita dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain










B.SARAN
ada beberapa yang penulis saran kan:
A.Pemerintah
1.pemerintah di harapakan untuk bisa menggali potensi potensi yang di miliki setiap sudut wilayahnya,khusus nya permainan tradisional.
2.pemerintah di harapkan bisa menjadi wadah untuk mengembangkan potensi potensi yang di miliki  daerahnya.
B.Mahsiswa
1.mahasiswa di harapkan untuk turut serta melestarikan dan mempertahankan budaya luhur.
2.mahasiswa di harapkan menjadi contoh teladan bagi anak anak dengan mengajarkan dampak buruk dari bermain ps dan game online yang berlebihan.
C.Masyarakat
1.masyarakat di harapkan menjadi katalisator untuk  mempertahankan, melestarikan permainan tradisional.
2.masyarakat di harapkan untuk memberikan stigma negatif terhadap permainan tradidisonal.













DAFTAR PUSTAKA

Menurut saya (mariyati)
http://www.mangyono.com/2013/05/permainan-egrang-atau-jajangkungan.html
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html
http://gpswisataindonesia.blogspot.com
http://tlc-learningcentre.blogspot.com
http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....