Penjaskes
“Permainan Tradisional Egrang”
Di Susun
Oleh:
NAMA:MARIYATI
NIM:(2014 141 106)
KELAS:IC
Dosen Pengasuh:Moh.Yamin M.Pd
Prodi Bimbingan Dan Konseling
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2014/2015
Segala
puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan
salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan
dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas
makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Jasmani.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi teratasi.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan permainan
tradisional indonesia egrang, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber informasi dan referensi. Makalah ini di susun oleh penyusun
dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang
datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari
Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas PGRI Palembang.
Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna.
Untuk itu, kepada dosen pengasuh yaitu MOH. YAMIN M.Pd
saya meminta masukannya demi perbaikan
pembuatan makalah saya di masa yang
akan datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Palembang,30
Desember 2014
Penulis,
MARIYATI
NIM 2014
141 106
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...........................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang...................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah..............................................................................................3
C. Tujuan
Penulisan................................................................................................3
D. Manfaat makalah................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah permainan egrang............................................................................5
B. Pengertian
permainan egrang.....................................................................6
C. Cara membuat egrang...................................................................................7
D. Peraturan permainan
egrang.......................................................................9
D. Makna permainan
egrang...............................................................13
F. Nilai budaya permainan
egrang........................................................14
BAB III PENUTUP A.Kesimpulan....................................................................................................15
B.saran.........................................................................................................16
Daftar
pustaka..........................................................................17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sekarang
ini sudah semakin maju. Banyak pembaharuan-pembaharuan yang dilakukan oleh
masyarakat maupun pemerintah untuk bisa memajukan atau mengikuti perkembangan IPTEK
tersebut. Perubahan yang dilakukan dibuat sedemikian rupa agar terjadi
perubahan dan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia atau yang sering
dikenal dan disebut dengan SDM.
Untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas tentu harus bisa mendapatkan atau membuat bibit yang baik. Dalam
dunia pendidikan formal, tempat untuk bisa menghasilkan atau mencetak bibit
yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus adalah anak anak. Anak anak
pemberian akan dasar-dasar pengetahuan harus diberikan dengan baik dan tepat,
apabila dari pemberian pengetahuan itu tidak tepat, maka tidak akan bisa untuk
mencetak SDM yang berkualitas.
Tidak hanya pengetahuan yang harus diberikan kepada,
berbagai macam jenis pendidikan juga perlu diberikan kepada anak-anak. Hanya
berbekal pengetahuan saja, seorang manusia itu tidak akan bisa memiliki Sumber
Daya Manusia yang berkualitas. Jadi perlu diimbangi dengan pemberian
pendidikan-pendidikan yang nantinya dapat mengimbangi dan mengiringi
pengetahuan-pengetahuan atau ilmu-ilmu yang diperoleh oleh manusia itu sendiri.
Sebagai seorang mahasiswa, terutama mahasiswa calon
guru yang bertugas di Sekolah, tentunya memiliki tanggung jawab yang besar.
Seorang mahasiswa harus menguasai semua materi yang diberikan dikampus. Tidak
bisa jikalau seorang mahasiswa itu hanya menguasai satu mata pelajaran yang ada
dikampus,ada mata pelajaran harus bisa dikuasai oleh seorang calon guru.Salah
satu mata pelajaran yang ada di Sekolah yang harus dikuasai oleh seorang guru
yaitu Pendidikan Jasmani. Mengajarkan atau memberikan ilmu pendidika jasmani
kepada anak anak itu sangat penting. Dengan memberikan pendidikan jasmani
kepada anak anak,anak tersebut akan terbantu dalam memperoleh peningkatan
kemampuan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan dan pembentukan watak.
Pemberian pendidikan jasmani kepada anak anak ini sangat penting, karena
tujuannya berada dalam lingkup perkembangan fisik, gerak, mental, dan sosial
anak Sekolah Dasar tersebut. Sehingga harapan bangsa dan Negara yang ingin
mencetak SDM yang berkualitas bisa dicapai.
Untuk pemberian materi tentang pendidikan jasmani di
sekolah dasar tidak terlalu berat, peserta didik cukup diberikan olahraga yang
berupa permainan. Karena dalam fase anak anak masih dalam fase bermain. Banyak
jenis permainan yang bisa diberikan di Sekolah Dasar, permainan tradisional
untuk anak-anak bisa diberikan dalam pendidikan jasmani di Sekolah.
Dengan
memberikan permainan-permainan tradisional ini, secara tidak langsung kita
melestarikan budaya-budaya yang kita miliki kepada generasi selanjutnya. "Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang
belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di
berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera
Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang
dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama
Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri
berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari
bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut
batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan
panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak
kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan
berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi
lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya". (permainan-tradisional-yang-sudah.html)
penulis pernah bermain egrang dengan
usaha yang keras tapi tetap saja tidak bisa menyeimbangakan badan di atas
egrang,tak cukup satu minggu untuk
belajar bermain egrang dengan lancar karena kalo tidak memiliki keseimbangan
maka tidak akan pernah bisa.tapi. penulis tetap berusaha latihan walaupun
sampai sekarang hasil nya nihil.selain seru permainan ini juga memiliki nilai
budaya dan nilai sosial karena permainan ini bisa di mainkan dengan bersama
sama dengan teman,di situ lah kebersaman yang kammi dapatkan di desa.(pengalaman
penulis bermain egrang)
alasan memilih permainan tradisional egrang karena Permainan Egrang sendiri sangat
unik karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila
menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa
bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur
si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa maka pembuatanya pun panjang dan
tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.(alasan
penulis memilih egrang)
B.RUMUSAN MASLAH
Seberapa
besar manfaat kita untuk memahami permainan tradisional egrang?
C.TUJUAN MAKALAH
Ingin
mengetahui manfaat tentang pemahaman permainan tradisional egrang.
D.MANFAAT
Sesuai dengan tujuan yang disampaikan di atas, maka
manfaat yang diperoleh yaitu :
a. Bagi penulis
Makalah ini kami buat untuk memenuhi
salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan
Jasmani dan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami mengenai permainan
tradisional egrang. Selain itu juga, agar kami menjadi terbiasa untuk membuat
dan menyusun karya tulis sebagai acuan dan pembelajaran dalam pembuatan tugas
akhir semester.
b. Bagi pembaca
Makalah ini kami harapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi
sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa maupun pembaca
mengenai materi yang kami bahas dalam makalah ini.
(http://tlc-learningcentre.blogspot.com
BAB II
PEMBAHASAN
A.SEJARAH PERMAINAN EGRANG
Permainan tradisional Egrang – Permainan ini muncul sebelum kemerdekaan
Republik Indonesia,dimasa penjajahan Belanda.Seperti terekam di Baoesastra
(Kamus) Jawa karanganW.J.S. Poerwadarminto terbitan 1939 halaman 113,disebutkan kata
egrang-egrangan diartikan dolanan dengan menggunakan alat yang dinamakan
egrang. Dari hasil googling,banyak sumberyang menyebutkan kalau permainan
egrang berasal dari daerah Jawa.Tetapi ternyata, permaian yang melatih
konsentrasi dan keseimbangan ini.
Egrang adalah permainan tradisional
Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat
dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah
Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau
yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama
Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri
berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari
bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut
batungkau.(http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html)
B. PENGERTIAN
EGRANG
Egrang
adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari 2 batang bambu dengan
ukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak
besar. Permainan ini sudah tidak asing lagi, mekipun di berbagai daerah di
kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di
temukan, baik di desa maupun di kota, Permainan Egrang sendiri sudah ada sejak
dahulu kala dan merupakan permainan yang membutuhkan ketrampilan dan keseimbangantubuh.
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.
Permainan Egrang sendiri sangat unik karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa maka pembuatanya pun panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20 cm.
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti: sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.
Permainan Egrang sendiri sangat unik karena sangat dibutuhkan ketrampilan dan keseimbangan tubuh bila menaikinya, makanya tidak semua orang baik orang dewasa maupun anak anak bisa bermain Egrang. Bentu Egrang disesuaikan dengan pemakainya sesuai dengan umur si pemakai, bila yang bermain orang Dewasa maka pembuatanya pun panjang dan tinggi, sedangkan untuk anak anak bentuk dan ukuranya pun pendek.Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20 cm.
(http://www.mangyono.com/2013/05/permainan-egrang-atau-jajangkungan.html)
C. CARA MEMBUAT EGRANG
Cara memainkannya cukup
sederhana dan gampang – gampang susah, namun butuh usaha yang cukup untuk
berlatih menjaga keseimbangan badan dan perlu keseriusan untuk menguasainya.Cara membuatnya adalah sebagai
berikut:
( Gambar A ) Pembuatan Egrang dan pemilihan bahan
1. Bambu atau kayu sebesar lengan dipotong membujur panjang sekitar dua
atau tiga meter tergantung panjang yang disesuaikan dengan ukuran panjang badan
kalau orangnya tinggi ya harus tinggi hehehe ( lihat Gambar A )
2. Pilihlah bambu yang agak besar tetapi cukup untuk digenggam oleh telapak tangan biasanya bambu yang digunakan yaitu bambu tali atau kata orang sunda awi tali, bambu wulung dan sejenisnya, asal jangan menggunakan bambu betung atau gombong karena ukuran bambu ini agak – agak besar apa lagi menggunakan pohon pinang atau pohon kelapa. ( lihat Gambar A )
2. Pilihlah bambu yang agak besar tetapi cukup untuk digenggam oleh telapak tangan biasanya bambu yang digunakan yaitu bambu tali atau kata orang sunda awi tali, bambu wulung dan sejenisnya, asal jangan menggunakan bambu betung atau gombong karena ukuran bambu ini agak – agak besar apa lagi menggunakan pohon pinang atau pohon kelapa. ( lihat Gambar A )
( Gambar B ) Pembuatan Egrang Atau Jajangkungan
3. Di bagia tengah dari kayu tersebut kemudian dibuat suatu lubang untuk
diberi papan sepanjang telapak kaki fungsinya untuk pijakan kaki atau bisa juga
yang diberi lubang bambu yang untuk pijakan kaki. ( lihat Gambar B ).
4.sesudah selesai membuat lubang, masukan tuh bambu pendek yang sudah dibuat lubang ke bambu panjang yang untuk pegangan,usahakan dari bagian atas sampai ke bawah kira – kira 40 – 60 Cm, lalu diberi paku dari samping untuk menguncinya.(lihatGambarB) (http://gpswisataindonesia.blogspot.com)
4.sesudah selesai membuat lubang, masukan tuh bambu pendek yang sudah dibuat lubang ke bambu panjang yang untuk pegangan,usahakan dari bagian atas sampai ke bawah kira – kira 40 – 60 Cm, lalu diberi paku dari samping untuk menguncinya.(lihatGambarB) (http://gpswisataindonesia.blogspot.com)
D. PERATURAN PERMAINAN
1.Lapangan
Permainan
egrang ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Ia dapat
dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai,
ditanah lapang atau di jalan.Luas arena permainan egrang ini hanya sepanjang 7--15
meter dan lebar sekitar 3-4 meter.
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)
2.Pemain
a.
Permainan egrang dapat dilakukan oleh pria dan wanita dengan
memakai pakaian olahraga yang pantas.
b.
Permainan egrang dapat dikategorikan
sebagai permainan anak-anak. Pada umumnya permainan ini dilakukan dilakukan
oleh anak laki-laki yang berusia 7--13 tahun, taruna/remaja/dewasa 13 tahun
keatas. Jumlah pemainnya 2--6 orang.
3. Jalan Permainan
Apabila
permainan hanya berupa adu kecepatan (lomba lari), maka diawali dengan
berdirinya 3-4 pemain di garis start sambil menaiki bambu masing-masing. Bagi
anak-anak yang kurang tinggi atau baru belajar bermain egrang, mereka dapat
menaikinya dari tempat yang agak tinggi atau menggunakan tangga dan baru
berjalan ke arah garis start. Apabila telah siap, orang lain yang tidak ikut
bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar
aba-aba itu, para pemain akan berlari menuju garis finish. Pemain yang lebih
dahulu mencapai garis finish dinyatakan sebagai pemenangnya
Sedangkan, apabila permainan bertujuan untuk mengadu bambu masing-masing pemain, maka diawali dengan pemilihan dua orang pemain yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Setelah itu, mereka akan berdiri berhadapan. Apabila telah siap, peserta lain yang belum mendapat giliran bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, kedua pemain akan mulai mengadukan bambu-bambu yang mereka naiki. Pemain yang dapat menjatuhkan lawan dari bambu yang dinaikinya dinyatakan sebagai pemenangnya.
Sedangkan, apabila permainan bertujuan untuk mengadu bambu masing-masing pemain, maka diawali dengan pemilihan dua orang pemain yang dilakukan secara musyawarah/mufakat. Setelah itu, mereka akan berdiri berhadapan. Apabila telah siap, peserta lain yang belum mendapat giliran bermain akan memberikan aba-aba untuk segera memulai permainan. Mendengar aba-aba itu, kedua pemain akan mulai mengadukan bambu-bambu yang mereka naiki. Pemain yang dapat menjatuhkan lawan dari bambu yang dinaikinya dinyatakan sebagai pemenangnya.
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html
a.
Persiapan
ü
adanya
Peserta yang akan ikut bermain.
ü
setiap
pemain disertai alat
2-5 buah tongkat sebagai penyambung kaki mereka.
ü membuat garis batas tempat dimulainya
bermain dan garis finis tempat berakhirnya perlombaan.
ü
Bila
peserta main itu lebih
dari 10 orang anak, maka tahap pertama
ini dibagi dalam
beberapa kelompok. Misalnya
semua peserta ada 50
orang maka dibagi menjadi 10 kelompok.
Melakukan pengundian pemain/kelompok yang duluan mengikuti
perlombaan.
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html
b. Tahap-tahap
Permainan
ü
Perkelompok
diperlombakan dalam seri, dari garis start sampai garis finis dipimpin juri
star dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktu
ü
Sebelum
perlombaan dimulai, para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang
egrang
ü
Aba-aba
perlombaan oleh wasit/juri star adalah : bersedia, siap, “YA” pada aba-aba
bersedia, tangan memegang egrang (kanan dan kiri), aba-aba siap satu kaki
(kanan atau kiri) di atas tempat berpijak dan setelah aba-aba “YA” Lari.
Pengganti ya dapat diganti dengan suara peluit/sejenis
ü
Para
atlet dinyatakan gugur apabila :
·
Menginjak
garis lintas lebih dari dua kali
·
Kaki
jatuh menyentuh tanah/lantai lebih dari dua kali
·
Dengan
sengaja mengganggu atlet lain
ü Waktu terbaik/jangkauan terjauh dalam seri ( 1 orang
) berhak mengikuti seri berikutnya
ü Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya
boleh meneruskan larinya atau mengulang
Pada tahap ini perlombaan dilanjutkan lagi dengan menampilkan para pemenang dari masing-masing perlombaan yang kelak akan menghasilkan
3 orang saja yangkemudian berhak mengikuti perlombaan meraih gelar juara 1,
2,dan 3. (http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html).
c.
Konsekuensi Kalah
Menang
Daya pendorong atau
motivasi untuk merebut predikatsebagai pemenang adalah memperoleh rasa kebanggaan,memperoleh kedudukan sebagai anak, yang dianggappandai dalam permainan ini. Predikat
inilah sebenamya yangmenjadi dorongan
sehingga anak-anak bermain denganpenuh
semangat bertanding. Di samping
naluri bagi anak-anak untuk
berlomba guna menduduki tempat teratas di antarateman-temannya yang lain. Demikianlah dalam permainan ini, bagi
mereka yang berhasil meraih gelar juara1, 2, dan 3 maka merekalah yang disebut
sebagai pemenang.Permainan ini berperan sekali dalam membinaanak untuk menjadi
anak yang terampil dan disiplin,berani mengambil resiko dan bertanggung awab
padasetiap perbuatan yang dilakukannya.
Fungsi daripermainan ini di samping sebagai
permainan, dapat juga dijadikan sebagai alat bagi masyarakat desa
untukberjalan, sebagai tongkat penyambung kaki ketika
melintasi jalan-jalan yang becek atau berair.Setelah Anda membaca dengan
cermatpermainan anak-anak dengan Peralatan Tradisional II yang
tersebut di atas. Anda perlu mempraktikkannya kepada anak-anak
dengan erencana dan terarah,lakukanlah latihan-latihan sebelumnya agar
dalampelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik.
Berikanlah pula penjelasan -
penjelasan, sehingga anak-anak benar-benar memahaminya. Selain
dari pada itu, sebelum permainan dimulai hendaknya lakukanlah
pemanasan terlebih dahulu. Prinsip-prinsip latihan pemanasan hendaknya Anda praktikkan
dengan benar. Sesuai dengan jenis permainan yang dipilih, bentuklah kelompok atau regu bermain. Kemudian dengan
melalui penjelasan, Anda memimpin jalannya permainan dengan penuh
perhatian, agar tujuan permainan dapat tercapai.(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/ permainan- tradisional-egrang.html).
4. Pemenang
a. pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktu
b. waktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh
garis finis
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)
5. Wasit, Juri, dan
Pencatat Waktu
a. wasit bertugas mengawasi
seluruh jalannya perlombaan
b. juri pemberangkatan ( starter)
c. juri lintasan, mengawasi lintasan
apakah pemain ada yang menginjak garis
d.juri kedatangan mengawasi
perlombaan di garis akhir
e. pencatat waktu (timer) ,
mencatat waktu para pelari
(http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html)
E. MAKNA PERMAINAN
Sering kali kita paham bahwa kehidupan ini membutuhkan
fasilitas untuk mencapai apa yang kita inginkan. Atau sering kali kita
menemukan diri kita sedang dihadapkan dalam situasi untuk menghadapi keadaan
yang kita tidak yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Oleh karena itu,
kepercayaan diri merupakan faktor terpenting ketika kita menghadapi sesuatu.
Yakinlah kepada diri kita sendiri bahwa kita memiliki banyak potensi yang masih
bisa kita kembangkan. Yakinlah bahwa kita mampu menghadapi permasalahan apapun karena
tuhan tidak memberikan cobaan kepada kita diluar kemampuan kita. (http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)
F.NilaiBudaya
Nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional egrang adalah: kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.(http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)
Nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional egrang adalah: kerja keras, keuletan, dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain yang berusaha agar dapat mengalahkan lawannya. Nilai keuletan tercermin dari proses pembuatan alat yang digunakan untuk berjalan yang memerlukan keuletan dan ketekunan agar seimbang dan mudah digunakan untuk berjalan. Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.(http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)
G.Nilai
Sosial
Nilai sosial yang terkandung dalam permainan tradisional egrang adalah kita
dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang orang lain.karena permainan
ini akan lebih seru jika bermain sama-sama.dan saat belajar egrang juga
memerlukan jasa orang lain untuk membantu belajar egrang.dalam sebuah perlombaan
juga pastilah semua orang akan antusias,disini lah kita mendapatkan nilai
sosial. http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html)
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
Setelah memahami permainan tradisional egrang ternyata
asal permainan egrang belum seratus persen jelas,msih ada simpang siur.
permainan ini sudah sejak zaman belanda itu artinya sudah ada sebelum indonesia
merdeka.permainan ini juga dapat di jumpai
di beberapa wilayah seperti sumatra,jawa tengah,lampung. dan kalimantan
permainan tradisional egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu.cara memainkan egrang sangat di
butuhkan keseimbangan tubuh.karena memainkan egrang tidak mudah.
egrang juga bukan sekedar dapat di mainkan untuk mengisi
waktu kosong,tapi egrang juga dapat di jadikan sebuah perlombaan,biasanya orang
indonesia melakukan perlombaan pada saat hari-hari besar ataupun pada saat
memperingati,misal nya memperingati hari kemerdekaan.selain itu,permainan
tradisional egrang mempunyai makna,nilai budaya
dan nilai sosial.makna kita dapatkan adalah tidak membutuhkan biaya yang
besar dan kepercayaan diri.nilai budayanya adalah kerja
keras,keuletan,sportivitas.sedangkan nilai sosial yang kita dapatkan adalah
kita dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain
B.SARAN
ada beberapa yang penulis saran kan:
A.Pemerintah
1.pemerintah di harapakan untuk bisa menggali potensi
potensi yang di miliki setiap sudut wilayahnya,khusus nya permainan
tradisional.
2.pemerintah di harapkan bisa menjadi wadah untuk
mengembangkan potensi potensi yang di miliki daerahnya.
B.Mahsiswa
1.mahasiswa di harapkan untuk turut serta melestarikan
dan mempertahankan budaya luhur.
2.mahasiswa di harapkan menjadi contoh teladan bagi anak
anak dengan mengajarkan dampak buruk dari bermain ps dan game online yang
berlebihan.
C.Masyarakat
1.masyarakat di harapkan menjadi katalisator untuk mempertahankan, melestarikan permainan
tradisional.
2.masyarakat di harapkan untuk memberikan stigma negatif
terhadap permainan tradidisonal.
DAFTAR
PUSTAKA
Menurut
saya (mariyati)
permainan-tradisional-yang-sudah.html
http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filosofi-permainan-egrang-keep.html
http://www.mangyono.com/2013/05/permainan-egrang-atau-jajangkungan.html
http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2013/11/sejarah-permainan-traditional-egrang.html
http://gpswisataindonesia.blogspot.com
http://tlc-learningcentre.blogspot.com
http://gedesuryaartha.blogspot.com/2014/01/permainan-tradisional-egrang.html
Komentar
Posting Komentar