MAKALAH Pengetahuan Ilmu Komunikasi Dan Jurnalistik “Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi Dan Proses Komunikasi Primer Dan Sekunder”
Pengetahuan Ilmu Komunikasi Dan Jurnalistik
“Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Dan
Proses Komunikasi Primer Dan Sekunder”

Dosen Pengasuh: Yessi Fitriani S.Pd M.Pd
Di Susun
Oleh:
Mariyati 2014 141 106
Dwi susanti 2014
141
Retno rahmatika 2014
141
Anggia jusara 2012
141
Kelompok IV
Prodi Bimbingan Dan Konseling
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2015
Pengetahuan Ilmu Komunikasi Dan Jurnalistik
“Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Komunikasi
Dan
Proses Komunikasi Primer Dan Sekunder”

Dosen Pengasuh: Yessi Fitriani S.Pd M.Pd
Di Susun
Oleh:
Mariyati 2014 141 106
Dwi susanti 2014
141
Retno rahmatika 2014
141
Anggia jusara 2012
141
Kelompok IV
Prodi Bimbingan Dan Konseling
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Komunikasi adalah instrumen dasar dari
interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk melakukan kontak dengan
orang lain karena komunikasi dilakukan oleh seseorang setiap hari baik disadari
maupun tidak. Sehingga dalam sebuah komunikasi terdapat faktor-faktor yang
mempengaruhi komunikasi.
Sedangkan menurut Deni Darmawan (2007) komunikasi
berarti proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator atau
sender) kepada penerima (komunikan atau receiver) dengan menggunakan simbol
atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan
media) untuk mendapatkan umpan balik (feedback). dalam sebuah komunikasi harus lah memerlukan proses. prores proses
tersebut ada dua macam yaitu proses komunikasi secara primer dan proses
komunikasi secara sekunder.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1. Apa Faktor Faktor yang Mempengaruhi Proses Komunikasi?
2. Bagaimana Komunikasi Proses Primer dan Sekunder?
1.3 TUJUAN MAKALAH
1. Untuk
Mengetahui Faktor Faktor yang
Mempengaruhi Proses Komunikasi
2.
Untuk Mengetahui Bagaimana Komunikasi Proses Primer dan Sekunder
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor
Faktor yang Mempengaruhi Proses Komunikasi
Proses
komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara
komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk
menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada
umumnya). Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses komunikasi .
Faktor-faktor ini terdapat pada setiap unsur komunikasi seperti: komunikator,
pesan, medium dan resipiens.
A.
Pada
Kominakator
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses
komunikasi adalah:
1)
Pengetahuan tentang
komunikasi dan keterampilan dan berkomunikasi.
Yang dimaksudkan adalah penguasaan bahasa dan keterampiIan mempergunakan bahasa, keterampilan mempergunakan media komunikasi untuk mempermudah proses pengertian pada resipiens, kemampuan untuk mengenal dan menganalisis situasi pendengar sehingga dapat memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di samping itu jenis hubungan antara komunikator dan resipiens dapat juga mempengaruhi efektivitas proses komunikasi.
Yang dimaksudkan adalah penguasaan bahasa dan keterampiIan mempergunakan bahasa, keterampilan mempergunakan media komunikasi untuk mempermudah proses pengertian pada resipiens, kemampuan untuk mengenal dan menganalisis situasi pendengar sehingga dapat memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di samping itu jenis hubungan antara komunikator dan resipiens dapat juga mempengaruhi efektivitas proses komunikasi.
2) Sikap
komunikator.
Sikap komunikator seperti agresif
(menyerang) atau cepat membela diri, sikap yang mantap dan meyakinkan, sikap
rendah hati, rela mendengar dan menerima anjuran dapat memberi dampak yang
besar dalam proses komunikasi retoris.
3) Pengetahuan umum
Demi efektivitas dalam komunikasi
retoris, komunikator se-baiknya memiliki pengetahuan umum yang luas, karena
dengan begitu dia dapat mengenal dan menyelami situasi pendengar dan dapat
mengerti mereka secara lebih baik.Dia harus mengetahui dan menguasai bahan yang
dibeberkan secara mendalam, teliti dan tepat. Dia juga hendaknya mengetahui dan
mengerti hal-hal praktis dari kehidupan harian para pendengarnya.supaya dapat
menyampaikan sesuatu yang mampu menggugah.
4)
Sistem sosial
Setiap komunikator berada dan hidup
di dalam sistem masyarakat tertentu. Posisi, pangkat atau jahatan yang dimiliki
komunikator di dalam masyarakat sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi
retoris.
5)
Sistem kebudayaan
Di samping sistem sosial, sistem kebudayaan
yang dimiliki se-orang komunikator juga dapat mempengaruhi efektivitas
komunikasi retoris. Tingkah laku, tata adab dan pandangan hidup yang
diwarisinya dari suatu kebudayaan tertentu akan juga mempengaruhi efektivitas
dalam proses komunikasi retoris dengan manusia lain.
B.
Faktor Resipiens
1)
Pengetahuan tentang
komunikasi dan keterampilan berkomunikasi
Supaya dapat terjadi komunikasi, resipiens harus menguasai Bahasa yang dipergunakan. Keduanya hanya dapat saling berkomunikasi dan saling mengerti apabila mereka mempergunakan perbendaharaan kata yang sama dan yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Komunikasi tidak akan terjadi apabila bahasa yang dipergunakan oleh komunikator tidak dimengerti oleh resipiens. Dalam hubungan dengan hal ini, perlu diperhatikan bahwa pendengar mempunyai cara mendengar dan mengerti sendiri, yang dapat berbeda dari apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh komunikator.
Supaya dapat terjadi komunikasi, resipiens harus menguasai Bahasa yang dipergunakan. Keduanya hanya dapat saling berkomunikasi dan saling mengerti apabila mereka mempergunakan perbendaharaan kata yang sama dan yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Komunikasi tidak akan terjadi apabila bahasa yang dipergunakan oleh komunikator tidak dimengerti oleh resipiens. Dalam hubungan dengan hal ini, perlu diperhatikan bahwa pendengar mempunyai cara mendengar dan mengerti sendiri, yang dapat berbeda dari apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh komunikator.
2) Sikap resipiens
Faktor ini juga ikut menentukan
efektivitas komunikasi retoris. Sikap-sikap positif seperti terbuka, senang,
tertarik dan simpatik akan memberi pengaruh positif dalam proses komunikasi;
Sebaliknya sikap-sikap negatif seperti tertutup, jengkel, tidak simpatik
terhadap komunikator akan mendatangkan pengaruh negatif.
3) Sistem sosial dan kebudayaan
Sistem sosial dan kebudayaan
tertentu dapat menghasilkan sifat dan karakter khusus pada resipiens. Orang
dapat bersifat patuh, rendah hati. suka mendengar, tidak banyak bicara atau
tidak berani menantang. Di lain pihak orang bisa menjadi kritis, suka memhantah
dan tidak mudah tunduk kepada pimpinan. Juga cara menyampaikan sesuatu tidak
sama di antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Sebab itu komunikator
harus memperhatikan segala faktor ini. apabila dia mau mengharapkan efek yang
besar dalam proses komunikasi dengan para pendengarnya.
C.
Faktor Pesan Dan Medium
1)
Elemen-elemen Pesan.
Komunikator menerjemahkan pesan
dengan mempergunakan medium. Dalam proses ini, komunikator harus memperhatikan
elemen-elemen yang membentuk pesan, supaya komunikasi dapat membawa efek yang
bestir. Elemen-elemen itu berupa kata-kata dan kalimat, pikiran atau ide yang
dibeberkan, alat peraga yang dipakai untuk meng-konkretisasi pesan, suara,
tekanan suara, artikulasi, mimik dan gerak-gerak.
2)
Struktur Pesan
Struktur pesan yang ingin disampaikan
juga dapat mempengaruhi efektivitas proses komunikasi retoris. Yang perlu
diperhatikan adalah susunan organis di mana elemen-elemen itu dikedepankan
untuk mengungkapkan pesan. Pada prinsipnya struktur atau susunan pesan harus
jelas dan mudah dimengerti.
3)
Isi Pesan
Isi pesan yang di ungkapkan lewat
medium harus dipertenggangkan dengan situasi resipiens. Isi pesan seharusnya
mudah ditangkap, tidak boleh terlalu sulit, dan tidak rnengandung terlalu
banyak ke-benaran, karena dapat membingungkan resipiens. Sebaiknya isi pesan
dibatasi pada satu atau dua pokok pikiran yang diuraikan secara jelas, terinci
dan tepat.
4) Proses Pembeberan
Yang dimaksudkan adalah cara
membawakan dan mengemukakan pesan dari komunikator. Ada tiga kemungkinan yang
dapat dipilih, yaitu membawakan secara bebas, tanpa teks, terikat pada teks,
atau setengah bebas. Ketiga kemungkinan ini membawa efek yang berbeda dalam
proses komunikasi. Tentang hal ini akan dibicarakan lebih lanjut.
Prinsip prinsip dasar yang mempengaruhi
komunikasi
1.
Faktor teknis
Faktor
yang bersifat teknis yaitu kurangnya penguasaan teknis
komunikasi. Teknik komunikasi mencakup .unsur-unsur yang ada dalam
komunikator dikala mengungkapkan pesan menjadi lambang-lambang.
kejelian dalam memilih saluran, metode penyampaian pesan.
komunikasi. Teknik komunikasi mencakup .unsur-unsur yang ada dalam
komunikator dikala mengungkapkan pesan menjadi lambang-lambang.
kejelian dalam memilih saluran, metode penyampaian pesan.
2.
Faktor
perilaku
Bentuk
dari perilaku yang dimaksud adalah perilaku komunikan yang
bersifat : pandangan yang bersifat apriori, prasangka yang didasarkan
atas emosi, suasana yang otoriter, ketidak mampuan untuk berubah
vvalaupun salah, sifat yang egosentris.
bersifat : pandangan yang bersifat apriori, prasangka yang didasarkan
atas emosi, suasana yang otoriter, ketidak mampuan untuk berubah
vvalaupun salah, sifat yang egosentris.
3. Faktor situasional
Kondisi
dan situasi yang menghambat komunikasi misalnya situasi
ekonomi, sosial, politik dan keamanan
ekonomi, sosial, politik dan keamanan
4. Keterbatasan waktu
Sering
karena keterbatasan waktu orang tidak berkomunikasi, atau
berkomunikasi secara tergesa-gesa, yang tentunya tidak akan bisa
memenuhi persyaratan-persyaratan komunikasi.
berkomunikasi secara tergesa-gesa, yang tentunya tidak akan bisa
memenuhi persyaratan-persyaratan komunikasi.
5. Jarak Psychologis/status sosial
Jarak
psychologis biasanya terjadi akibat adanya perbedaan status, yaitu status
sosial maupun status dalam pekerjaan. Misalnya, seorang pesuruh akan sulit
berkomunikasi dengan seorang menteri karena ada jarak psichologis yaitu pesuruh
merasa statusnya terlalu jauh terhadap menteri. Selanjutnya, ada orang yang
hanya ingin mendengar informasi yang dia senangi saja, sedangkan informasi
lainnya tidak.
6. Adanya evaluasi terlalu dini
Seringkali
orang sudah mempunyai prasangka, atau sudah menarik suatu
kesimpulan sebelum menerima keseluruhan informasi atau pesan. Hal ini
jelas menghambat komunikasi yang baik.
kesimpulan sebelum menerima keseluruhan informasi atau pesan. Hal ini
jelas menghambat komunikasi yang baik.
7. Lingkungan yang tidak mendukung
Komunikasi
interpersonal akan lebih efektif jika dilakukan dalam
lingkungan yang menunjang, berikut ini beberapa Keadaan suhu (terlalu panas atau terlalu dingin),Keadaan ribut atau bising,Lingkungan fisik yang tidak mendukung.
lingkungan yang menunjang, berikut ini beberapa Keadaan suhu (terlalu panas atau terlalu dingin),Keadaan ribut atau bising,Lingkungan fisik yang tidak mendukung.
8. Keadaan si komunikator
Keadaan
fisik dan perasaan komunikator sangat berpengaruh terhadap berhasil atau gagalnya
komunikasi. Misalnya : Komunikator sedang mempunyai masalah pribadi hingga
pikiran kacau,Komunikator sedang sakit
9. Gangguan bahasa
a. Komponen
semantik : Gangguan Semantik ialah gangguang
komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang
digunakan .
komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang
digunakan .
b. Komponen Struktur : Struktur bahasa yang digunakan tidak
sebagaimana mestinya sehingga membingungkan penerima,Komponen Struktur
meliputi, fonologi, morfologi, dan sintaksis.
c. Komponen
Penggunaan / Pragmatik : Komponen pragmatik meliputi fungsi dan konteks.
Penguasaan akan
komponen ini menjadikan mampu mengawali komunikasi, memelihara komunikasi dan mengakhiri komunikasi
komponen ini menjadikan mampu mengawali komunikasi, memelihara komunikasi dan mengakhiri komunikasi
10. Rintangan
fisik
Rintangan
fisik adalah rintangan yang disebabkan karena kondisi
geografis misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya
sarana kantor pos, kantor telepon, jalur transportasi dan semacamnya. Dalam komunikasi antar manusia rintangan fisik bisa juga diartikan
karena adanya gangguan organik, yakni tidak berfungsinya salah satu
panca indra penerima.
geografis misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya
sarana kantor pos, kantor telepon, jalur transportasi dan semacamnya. Dalam komunikasi antar manusia rintangan fisik bisa juga diartikan
karena adanya gangguan organik, yakni tidak berfungsinya salah satu
panca indra penerima.
2.2 Komunikasi Proses Primer dan Sekunder
Sebagai
suatu proses, komunikasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu proses primer
dan sekunder
1)
Proses
Komunikasi Secara Primer
Proses komunikasi
secara primer adalah proses
penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam
proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal
(kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara
langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada
komunikan.
Ini berarti komunikator
memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang
diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk
menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan
lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam
konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah
komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut
(terdapat kesamaan makna).
2)
Proses
Komunikasi Sekunder
Proses komunikasi secara sekunder
adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan
menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang
sebagai media pertama.
Seorang komunikator menggunakan media
ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada
di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks,
surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering
digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan
media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi,
radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
komunikasi
berarti proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator atau
sender) kepada penerima (komunikan atau receiver) dengan menggunakan simbol
atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan
media) untuk mendapatkan umpan balik (feedback). Faktor-faktor ini terdapat
pada setiap unsur komunikasi seperti: komunikator, pesan, medium dan resipiens.
Sedangkan
Sebagai suatu proses, komunikasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu proses
primer dan sekunder. Proses komunikasi primer merupakan proses komunikasi
langsung, dimana proses komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan media untuk
dapat penerima pesan. Sedangkan komunikasi sekunder adalah komunikasi yang
berlangsung dengan bantuan mekanisme untuk dapat penerima pesan, atau ditujukan
untuk mengatasi berbagai masalah yang merintangi terjadinya proses komunikasi
primer. Seperti rintangan yang berupa jarak dan waktu maka digunakanlah media
televisi, radio, dan buku.
Daftar
Pustaka
Efendy,Onong
Uchjana, “ Ilmu Komunikasi. PT. Remaja
Rosdakarya. Bandung:2009
Wiranto. “ Pengantar Ilmu Komunikasi”.
GARSIDO.Jakarta:2004
Cangcara,Hafid.
“Pengantar Ilmu Komunikasi”.PT.
Rineka Cipta.Jakarta:2002
LAPORAN HASIL
DISKUSI KELOMPOK EMPAT
Nama kolompok:
1)
Mariyati
2)
Retno rahmatika kinanty
3)
Dwy susanti
4)
Anggia jusara
Moderator : rahmad syahadat (kelompok 5)
1)
Kelompok 6 (ema kusna haryati)
·
Pertanyaan
Coba sebutkan contoh komunikasi primer dan sekunder !
·
Jawaban
Contoh
komunikasi primer : dua orang yang sedang berbicara secara langsung atau
bertatap muka,misalnya aku(maryati) sbagai penjawab dan kamu(ema) sebagai
pendengar.sedangkan contoh komunikasi sekunder adalah seorang ibu yang sedang
ngobrol dengan anak nya lewat telepon genggam.
2)
Kelompok 10 (mery indriani)
·
Pertanyaan
Menurut kelompok anda bagaimana contoh gangguan bahasa?
·
Jawaban
Contoh gangguan
bahasa adalah seorang komunikator mengajak berbicara atau berkomunikasi dengan
seorang komunikan dengan bahasa jawa.tanpa di sadara si komunikator ternyata si
komunikan tidak bisa berbahasa jawa.
3)
Kelompok 2 (tuh indri)
·
Pertanyaan
Apa yang di
maksud dengan prinsip dasar yang mempengaruhi komunikasi?
·
Jawaban
Prinsip dasar
yang mempengaruhi komunikasi adalah aturan dasar atau pedoman utama dalam suatu
proses kemunikasi yang dapat mempengaruhi suatu komunikasi.prinsip dasar yang
dapat mempengaruhi suatu komunikasi diantaranya faktor teknis,faktor
prilaku,faktor situasional dll
4)
Kelompok 5 (dita oktarina)
· Pertanyaan
Apa saja syarat
agar terjadinya komunikasi?
· Jawab
Pertama harus
ada komunikator.lalu ada pesan atau medium dan terakhir harus ada komunikan
5)
Kelompok 3 (gusti wahyu utami)
· Pertanyaan
Bagaimana setiap
kebudayaan dapat mempengaruhi proses komunikasi?
· Jawab
Kebudayaan dapat
mempengaruhi komunikasi karena dalam kebudayaan harus saling mengembangkan dan
berintraksi dengan budaya luar,dalam suatu interaksi itulah terjadi
komunikasi,dalam kebudayaan juga setiap budaya ingin mencari tahu dan
meng-eksistensikan budaya nya,agar budaya tersebut bisa dikenal.
6)
Kelompok 9( eha rizki )
·
Pertanyaan
Apa yang di
maksud dengan sikap resipiens dan berikan contohnnya?
·
Jawab
Sikap resipiens
adalah prilaku atau reaksi yang di tunjukam
dari umpan balik yang di berikan
komunikator terhadap komunikan.contoh reaksi atau prilaku resipiens biasa nya
bisa positif ataupun negatif.contoh positif yaitu meneriman dan terbuka apa
yang di sampaikan komunikator sehingga komunikan antusias menanggapi proses
komunikasi.sedangkan contoh yang negatif yaitu sikap resipiens yang
cuek,tertutup dan tidak menganggapi apa yang di sampaikan oleh komunikan.
7)
Kelompok 8 (janaina)
·
Pertanyaan
Jika diantara
kedua belah pihak tidak ada yang merasa puas. Apakah komunikasi bisa berjalan
dengan lancar?
·
Jawab
Tidak,karena
rasa puas yang di rasakan oleh komunikator ataupun komunikan akan menimbulkan
pertanyaan lagi atau memerlukan komunikasi lagi.
8)
Kelompok 11 ( hardianti rustami)
· Pertanyaan
Tolong jelaskan
apa yang di maksud dari ketiga kemungkinan yang dapat di pilih dalam proses
pembeberan!
· Jawaban
Pembeberan
secara bebas adalah komunikasi yang cara membawakan dan mengemukakan pesan dari
komunikator dengan bebas tanpa mengikuti teks yang ada.contoh dua teman yang
sedang membahas mata kuliah
Pembeberan tanpa
teks adalah komunikasi yang cara membawakan dan mengemukakan pesan dari
komunikator dengan adanya tanpa panduan teks yang harus di ikuti berdasarkan
teks.contoh pembinan upacara yang menyampaikan
pidato kepada peserta upacara
Pembeberan
terikat pada teks adalah komunikasi yang cara membawakan dan mengemukakan pesan
dari komunikator dengan menggunakan panduan misalkan buku atau teks di kertas.contohnya
pidato presiden.
Komentar
Posting Komentar