Langsung ke konten utama

RESUME KONSELING EGO



Nama   :Mariyati                      Jurusan                  :Bimbingan & Konseling
Nim     :2014 141 106             Mata Kuliah          :Model-Model Konseling
Kelas   :6/C                             Dosen Pengampu  :Erfan Ramadhani, M.Pd., kons.

RESUME
KONSELING EGO
1.    Pengertian konseling ego
Konseling ego merupakan salah satu maerupakan salah satu  model psikoanalisis baru dan biasa juga disebut psikologi dalam. Model ini pada dasarnya mempunya kesamaan yang besar dengan pandangan psianalisis klasik. Hal ini terjadi karena
a.    Mementingkan masa kehidupan anak-anak di bawah umur lima tahun atau balita
b.    Mempergunakan ego
c.    Mementingkan konsep kesadaran, bawah sadar eqn ketidaksadaran.
Adapun ciri baru dari konseling ego yaitu lebih menekankan pada fungsi ego atau juga yang sering disebut dengan “kekuatan ego”. Dalam kegiatan konseling adalah usaha memperkuat kekuatan ego, dengan demikian orang yang bermasalah adalah orang yang memiliki ego yang lemah. Alasannya yaitu karena orang tersebut tidak dapat memfungsikan egonya secara penuh, baik untuk menggerakan dirinya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan maupun untuk meraih semua keinginannya (Taufik : 2016).

2.    Karakteristik konseling ego
a.    Manusia
1)   Manusia tidak sekedar terikat pada dorongan instinktifnya. Meliankan di pengaruhi oleh lingkungan.
2)   Mengutamakan ego yang merupakan energi psikologikal individu, meskipun masih mengakui adanya id  dan superego.
b.    Kepribadian
1)   Perkembangan kepribadian
a)    Kepribadian merupakan produk dari berbagai faktor dalam waktu yang cukup lama.
b)    Perkembangan psikososial

·      Trust
·      Autonomy
·      Initiative
·      Industry
·      Ego identity
·      Intimacy
·      Generality
·      Intergrity

c)    Ego berkembang atas kekuatan sendiri, tidak tergantung pada energi id
d)   Pertumbungan ego yang normal merupakan perkembangan kemampuan komunikasi pada anak
e)    Pola dasar tingkah laku terbentuk pada masa enam tahun pertama.
2)   Fungsi ego : fungsi ego lebih positif, yaitu berhubungan dengan lingkungan melalui cara-cara rasional dan sadar jika di bandingkan dengan teori psikoanalisis.
3)   Tiga kategori fungsi ego

a)    Impulse economics
b)   Cohnitive funtion
c)    Controlling function


3.    Teknik-teknik konseling ego
Adapun teknik konseling ego itu adalah sebagai berikut :
1.    Pertama-tama konselor perlu membiana hubungan yang akrab dengan kliennya, sehingga dapat muncul kepercayaan pada diri klien terhadap konselornya.
2.    Usaha yang dilakukan konselor harus dipusatkan pada masalah yang dikeluhkan oleh klien, khususnya pada masalah yang ternyata di dalamnya tampak kekuatan egonya melemah .
3.    Pembahasan itu dipusatkan pada aspek kognitif, tetapi hal yang mempunyai kaitan langsung dengan perasaan juga disinggung.
4.    Mengembangkan situasi “ambiguitas” (keadaan bebas dan boleh kemana saja dan tidak dibatasi, tidak dihalangi, tidak dihambat-hambat). Untuk terbinanya suasana ambiguitas itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu :
a)    Konselor memberikan kesempatan kepada klien bagi munculnya perasaan-perasaan dari dalam diri klien.
b)   Klien diperkenankan mengemukakan kediriannya sendiri yang mungkin berbeda dengan orang lain
c)    Konselor menyediakan fasilitas yang memungkinkan terjadinya tranference melalui proyeksi. Tranference maksudnya adalah tembus pandang dalam arti bisa dilihat orang. Misalnya pirbadi yang tranference adalah pribadi yang tidak miskin dan orang lain boleh melihat pribadi yang terbuka tersebut. Sedangkan proyeksi disini maksudnya adalah mengemukakan sesuatu yang sebetulnya ada pada diri sendiri, tapi menyebutkan hal itu terdapat pada diri orang lain.
5.    Pada saat klien melakukan trabference, maka konselor hendaklah melakukan kontar tranference. Maksudnya konselor mengendalikan diri terhadap kesan-kesan pada klien.
6.    Konselor hendaknya melakukan dignosis dengan dimensi-dimensinya, yaitu :
a)      Perincian dari masalah yang sedang dialami klien saat diselenggarakan konseling itu
b)      Sebab-sebab timbulnya masalah tersebut, bisa juga titik api yang menjadikan masalah tersebut menyebar saat ini
c)      Letaknya masalah itu dimana, apakah pada kebiasaan klien, sikapnya atau pada cara tingkah laku yang dilakukan pada saat itu
d)     Kekuatan dan kelemahan masing-masing orang yang bermasalah, misalnya apa yang dimilikinya baik yang sifatnya tidak dimilikinya.
7.    Membangun fungsi ego yang baru dengan cara :
a)      Dapat dikemukakan berbagai gagasan-gagasan baru
b)      Berdasarkan dignosis dan gagasan tersebut langsung diberikan upaya pengubahan tingkah laku
c)      Pembuatan kontrak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang telah diputuskan dalam konseling.

                      
4.    Analisis dan penerapan konseling ego dalam konseling
Model konseling ego mementingkan masa lalu kliennya, khususnya masa balita, masa remaja, dewasa maupun tua. Uraian  tentang perkembangan dibagi dua, antara perkembangan sukses dan perkembangan gagal. Ini dapat dimanfaatkan oleh para konselor dalam menemukan masalah yang mungkin berasalah dari tahap-tahap perkembangan tertentu.
Adapun  langkah-langkah dalan penyelenggaraan konseling ego adalah sbb :
·       Membantu klien mengkaji perasaan-perasaannya berkenaan dengan kehidupan, feelingterhadap peranannya, penampilan dan hal lain yang terkait dengan tugas-tugas kehidupannya.
·       Klien diproyeksikan dirinya terhadap masa depan. Dalam hal ini konselor mendiskusikan tujuan hidup masa depan klien, sekaligus potensi-potensi yang dimilikinya. Konselor membawa klien agar mampu melihat hubunagn yang signifikan antara masa depan dan tujuan hidup klien dengan kondisinya di masa sekarang.
·       Konselor mendiskusikan bersama klien hambatan-hambatan yang ditemuinya untuk mencapai tujuan masa depan.
·       Konselor melalui proses interpretasi dan refleksi, mengajak klien untuk mengkaji lagi diri sendiri dan lingkungannya. Selanjutnya konselor berusaha agar klien melihat hubungan antara perasaan perasaannya tadi dengan tingkah lakunya.
·       Konselor membantu klien menemukan seperangkat hasrat, kemauan dan semangat yang lebih baik dan mantap dalam kaitannya dengan hubungan sosial. Kalau memungkinkan konselor melatihkan tingkah laku yang baru.

Referensi:
Prayitno. 1998. Konseling Pancawaskita Kerangka Konseling Eklektik. Padang : UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Taufik. 2016. Pendekatan dalam Konseling. Padang : UNIVERSITAS NEGERI PADANG


Komentar

  1. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

    BalasHapus
  2. minta hanya sama ALLAH AZZA WA JALLA

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....