Langsung ke konten utama

RESUME PERANAN KOMUNIKASI DALAM PERKAWINAN






Nama          :Mariyati                      Jurusan            :Bimbingan dan Konseling
Nim             :2014 141 106             Mata Kuliah    :BK perkawinan
Kelas          :6/C                             Dosen Pengampu :Syska Purnamasari, M.Pd

TUGAS
PERANAN KOMUNIKASI DALAM PERKAWINAN

1.     Sifat Komunikasi Dalam Keluarga
Komunikasi antara suami dan isteri harus saling terbuka, berlangsung dua arah. Pada dasarnya tidak ada rahasia antara suami dan isteri, dengan demikian satu sama lain saling “membuka kartu”, kecuali menyangkut rahasia jabatan.
Dengan komunikasi yang saling terbuka diharapkan tidak ada hal yang tertutup, sehingga apa yang ada disuami juga diketahui isteri, demikian sebaliknya. Sifat keterbukaan tersebut sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, masalah ranjang pun harus saling terbuka untuk menghidari hal-hal yang tidak dikehendaki.
Sifat keterbukaan itu dalam waktu-waktu tertentu juga harus dilaksanakan kepada anak, bila anak telah dapat berfikir secara baik dan mempertimbangkan hal yang baik terhadap hal yang dihadapinya.
Dengan komunikasi yang terbuka antara anggota keluarga, maka akan terbina saling pengertian, mana-mana yang baik perlu dipertahankan dan dikembangkan, dan mana-mana yang tidak baik perlu di dihindarkan. Dengan demikian terbentuklah sikap saling terbuka, saling mengisi, dan akan terhindar dari kesalahpahaman.

2.      Sikap Dalam Hubungannya Dengan Komunikasi
Salah satu pengertian sikap mengenai sikap yaitu merupakan organisasi keyakinan – keyakinan seseorang mengenai sesuatu objek yang disertai adanya perasaan – perasaan tertentu yang sedikit banyak bersifat ajeg, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk bertindak dalam cara yang tertentu.
Pengertian tersebut diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa sikap yang ada pada  seseorang akan memberi warna bagaimana seseorang itu bertindak. Tindakan seseorang akan dilatar belakangi oleh sikap yang ada padanya. Apa yang diperbuat oleh suami – isteri adalah menggambarkan sedikit banyak mengenai sikapnya.
Suatu sikap selain menjadi salah satu pendorong yang akan mewarnai dalam seseorang bertindak juga adanya perasaan yang timbul yang menyertai suatu sikap tertentu itu. Misalnya seseorag isteri mempunyai sikap senang terhadap sesuatu, maka dengan sikap senang itu adanya tendensi dari isteri untuk berbuat sesuai dan mendekati kepada objekyang disenangi itu. Dengan demikian  maka bagaimana sikap seorang isteri terhadap suaminya  atau sikap seorang suami terhadap isterinya akan mempunyai peranan penting dalam hubungan antara suami dan isteri itu. Jadi kalau sudah ada sikap yang tak tenang terhadap pasangannya ini berarti sudah ada tanda bahaya dalam kehidupan keluarga tersebut, yang mungkin komunikasi antara suami dan isteri akan terganggu.
Menurut Katz (lih. Secord & Backman, 1964)ada 4 fungsi mengenai sikap yaitu :
a.       Sikap sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuan
Seseorang mengambil sikap tertentu terhadap sesuatu objek karna atas dasar pemikiran sampai sejauh mana objek tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Kalau objek itu berguna untuk mencapai tujuannya, maka sikapnya akan baik dan positif, begitu pula sebaliknya.
b.      Sikap sebagai pertahanan ego
Kadang – kadang orang akan mengambil sikap tertentu karena hanya untuk mempertahankan egonya atau akunya. Karna merasa harga dirinya terdesak atau terancam, maka seseorang akan mengambil sikap tertentu terhadap suatu objek.
c.       Sikap berfungsi sebagai ekspresi nilai
Yang dimaksud dengan ini adalah bahwa sikap seseorang menunjukkan bagaimana nilai – nilai yang ada pada seseorang itu.
d.      Sikap berfungsi sebagai pengetahuan
Ini berarti bagaimana sikap seseorang terhadap sesuatu, juga mencerminkan keadaan pengetahuan dari orang yang bersangkutan. Seseorang ingin mengerti, ingin membentuk pengalaman – pengalamannya dengan benar, jika elemen – elemen yang diperolehnya tidak konsisten dengan apa yang telah diketahuinya, maka hal tersebut akan disusun kembali atau diubah menjadi konsisten.

3.    Komunikasi Dalam Kaitannya Dengan Pengubahan Dan Pembentukan Sikap.
Sikap suami atau isteri terhadap sesuatu telah melekat pada individu yang bersangkutan. Walaupun sikap itu mempunyai tendensi bersifat ajeg, tetapi sikap pada diri seseorang masih dapat berubah. Walaupun tak dipungkiri sikap itu sulit untuk dirubah, tergantung bagaimana sikap tersebut mendarah daging pada seseorang.
Kalau telah ada sikap yang mendalam bahwa isteri adalah sebagai “pelengkap”, sebagai “teman belakang” dan ini merupakan kerangka acuannya, ini agak sulit mengubah bahwa isteri itu tidak hanya pelengkap, tetapi untuk sama-sama membina hubungan keluarga, bukan teman belakang, tetapi teman hidup bersama yang mempunyai kedudukan yang seimbang. Walau sikap ini sulit untuk diubah, tetapi pada dasarnya sikap itu dapat diubah, dapat dibentuk.
Untuk mengubah dan membentuk sikap dapat ditempuh dengan secara langsung, dengan tukar pikiran, dengan tatap muka, tetapi juga dapat dengan cara tak langsung, yaitu dengan menciptakan suasana yang dikehendaki atau dengan melalui media masa, misalnya, melalui tv, radio, surat kabar, majalah-majalah dan sebagainya. Peranan media masa sangat penting dalam mempengaruhi dan mengubah sikap, oleh karena itu hendaklah menyajikan bacaan-bacaan yang bermanfaat bagi keluarga.
Tidak kalah pentingnya dalam pembentukan pengubahan sikap dengan menciptakan suasana yang mendukung kearah pembentukan sikap yang diinginkan. Ini berarti bahwa lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa hingga akan menunjang pembentukan sikap tersebut.
Dapat juga dengan menggunakan cara analisis sarana-tujuan yaitu dengan memberikan keyakinan bahwa objek sikap itu sangat berguna, sangat membantu dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Bila seorang isteri atau suami menyakini pasangannya bahwa hal tersebut baik dan dapat menunjang kehidupan keluarga, maka dapat diperhitungkan bahwa hal tersebut baik untuk keduanya. Misalnya, isteri meyakini bahwa ikut arisan akan menunjang kehidupan keluarga, kemudian suami meyakini dan menerima ide yang dikemukakan oleh isterinya.
Disamping cara-cara tersebut diatas juga dapat ditempuh dengan cara komponen yang membentuk sikap itu. Walaupun para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai komponen sikap, namun pada umunya para ahli sepakat bahwa dalam sikap terkandung komponen-komponen :
a.       Komponen Kognitif, yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pendapat, pandangan, kepercayaan seseorang kepada objek sikap tertentu.
b.      Komponen afektif, atau komponen yang berkaitan dengan perasaan, yaitu bagaimana perasaan yang timbul pada seseorang terhadap objek tertentu. Perasaan dapat berwujud perasaan senang atau sebaliknya.
c.       Komponen konatif, komponen tingkah laku atau action component, sering disebut komponen psiko-motor. Komponen ini berkaitan sampai sejauh mana sikap itu akan mendorong seseorang dalam perbuatan atau tindakannya,
Bila pengubahan dan pembentukan itu dengan melalui komponen kognitif, ada beberapa jalan yang dapat ditempuh sebagai berikut :
a.       Sugesti
Ialah dengan memberikan gambaran apa yang dikehendaki itu secara berulang kali. Dengan demikian hal tersebut dikemukakan berulang kali, maka secara tidak terasa, apa yang dikemukakan itu akam diambil oper oleh pihak lain, misalnya oleh isteri atau suami.
b.      Persuasi
Adalah cara membujuk untuk mengerjakan sesuatu seperti apa yang dikehendaki.dengan persuasi tidak ada unsur paksaan tetapi memberikan pengertian bahwa sesuatu itu adalah baik, dan perlu dijalankan atau dilaksanakan. Karena tidak ada unsur paksaan, jika seseorang tersebut belum menanggapi, maka perlu diberkan pengertian lagi mengenai hal tersebut.


c.       Konformitas
Adalah usaha untuk menjadikan konform dengan pihak lain. Dalam rangka ini diberikan gambaran dari pihak lain ada hal yang kiranya dapat dijadikan acuan, sehingga ada baiknya kita menjadi konform dengan pihak tersebut.. dalam hal ini menggunakan keluarga lain sebagai acuan, karena keluarga tersebut dianggap dalam keadaan baik.
d.      Diskusi
Dengan diskusi maka akan dapat saling bertukar pikiran antara suami isteri atau pun dengan anggota keluarga yang lain, sehingga demikian maka akan terbentuklah akan sikap yang dikehendaki. Dengan diskusi, apa yang diterimanya akan benar-benar dapat diyakini, sehingga dengan demikian bila ada pendapat atau pemikiran lain akan mendapat pertimbangan yang mendalam.
e.       Indoktrinisasi
Adalah pembentukan atau pengubahan sikap dengan cara memberikan sikap yang dikehendaki itu tanpa adanya kesempatan untuk mendiskusikan hal tersebut. Suami isteri, anak dan orang lain tinggal menerima begitu saja.


Refernsi;
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan Dan Konseling Perkawinan. ANDI : Yogyakarta



1.     Sifat Komunikasi Dalam Keluarga
Komunikasi antara suami dan isteri harus saling terbuka, berlangsung dua arah. Pada dasarnya tidak ada rahasia antara suami dan isteri, dengan demikian satu sama lain saling “membuka kartu”, kecuali menyangkut rahasia jabatan.
Dengan komunikasi yang saling terbuka diharapkan tidak ada hal yang tertutup, sehingga apa yang ada disuami juga diketahui isteri, demikian sebaliknya. Sifat keterbukaan tersebut sampai pada hal yang sekecil-kecilnya, masalah ranjang pun harus saling terbuka untuk menghidari hal-hal yang tidak dikehendaki.
Sifat keterbukaan itu dalam waktu-waktu tertentu juga harus dilaksanakan kepada anak, bila anak telah dapat berfikir secara baik dan mempertimbangkan hal yang baik terhadap hal yang dihadapinya.
Dengan komunikasi yang terbuka antara anggota keluarga, maka akan terbina saling pengertian, mana-mana yang baik perlu dipertahankan dan dikembangkan, dan mana-mana yang tidak baik perlu di dihindarkan. Dengan demikian terbentuklah sikap saling terbuka, saling mengisi, dan akan terhindar dari kesalahpahaman.

2.      Sikap Dalam Hubungannya Dengan Komunikasi
Salah satu pengertian sikap mengenai sikap yaitu merupakan organisasi keyakinan – keyakinan seseorang mengenai sesuatu objek yang disertai adanya perasaan – perasaan tertentu yang sedikit banyak bersifat ajeg, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk bertindak dalam cara yang tertentu.
Pengertian tersebut diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa sikap yang ada pada  seseorang akan memberi warna bagaimana seseorang itu bertindak. Tindakan seseorang akan dilatar belakangi oleh sikap yang ada padanya. Apa yang diperbuat oleh suami – isteri adalah menggambarkan sedikit banyak mengenai sikapnya.
Suatu sikap selain menjadi salah satu pendorong yang akan mewarnai dalam seseorang bertindak juga adanya perasaan yang timbul yang menyertai suatu sikap tertentu itu. Misalnya seseorag isteri mempunyai sikap senang terhadap sesuatu, maka dengan sikap senang itu adanya tendensi dari isteri untuk berbuat sesuai dan mendekati kepada objekyang disenangi itu. Dengan demikian  maka bagaimana sikap seorang isteri terhadap suaminya  atau sikap seorang suami terhadap isterinya akan mempunyai peranan penting dalam hubungan antara suami dan isteri itu. Jadi kalau sudah ada sikap yang tak tenang terhadap pasangannya ini berarti sudah ada tanda bahaya dalam kehidupan keluarga tersebut, yang mungkin komunikasi antara suami dan isteri akan terganggu.
Menurut Katz (lih. Secord & Backman, 1964)ada 4 fungsi mengenai sikap yaitu :
a.       Sikap sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuan
Seseorang mengambil sikap tertentu terhadap sesuatu objek karna atas dasar pemikiran sampai sejauh mana objek tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Kalau objek itu berguna untuk mencapai tujuannya, maka sikapnya akan baik dan positif, begitu pula sebaliknya.
b.      Sikap sebagai pertahanan ego
Kadang – kadang orang akan mengambil sikap tertentu karena hanya untuk mempertahankan egonya atau akunya. Karna merasa harga dirinya terdesak atau terancam, maka seseorang akan mengambil sikap tertentu terhadap suatu objek.
c.       Sikap berfungsi sebagai ekspresi nilai
Yang dimaksud dengan ini adalah bahwa sikap seseorang menunjukkan bagaimana nilai – nilai yang ada pada seseorang itu.
d.      Sikap berfungsi sebagai pengetahuan
Ini berarti bagaimana sikap seseorang terhadap sesuatu, juga mencerminkan keadaan pengetahuan dari orang yang bersangkutan. Seseorang ingin mengerti, ingin membentuk pengalaman – pengalamannya dengan benar, jika elemen – elemen yang diperolehnya tidak konsisten dengan apa yang telah diketahuinya, maka hal tersebut akan disusun kembali atau diubah menjadi konsisten.

3.    Komunikasi Dalam Kaitannya Dengan Pengubahan Dan Pembentukan Sikap.
Sikap suami atau isteri terhadap sesuatu telah melekat pada individu yang bersangkutan. Walaupun sikap itu mempunyai tendensi bersifat ajeg, tetapi sikap pada diri seseorang masih dapat berubah. Walaupun tak dipungkiri sikap itu sulit untuk dirubah, tergantung bagaimana sikap tersebut mendarah daging pada seseorang.
Kalau telah ada sikap yang mendalam bahwa isteri adalah sebagai “pelengkap”, sebagai “teman belakang” dan ini merupakan kerangka acuannya, ini agak sulit mengubah bahwa isteri itu tidak hanya pelengkap, tetapi untuk sama-sama membina hubungan keluarga, bukan teman belakang, tetapi teman hidup bersama yang mempunyai kedudukan yang seimbang. Walau sikap ini sulit untuk diubah, tetapi pada dasarnya sikap itu dapat diubah, dapat dibentuk.
Untuk mengubah dan membentuk sikap dapat ditempuh dengan secara langsung, dengan tukar pikiran, dengan tatap muka, tetapi juga dapat dengan cara tak langsung, yaitu dengan menciptakan suasana yang dikehendaki atau dengan melalui media masa, misalnya, melalui tv, radio, surat kabar, majalah-majalah dan sebagainya. Peranan media masa sangat penting dalam mempengaruhi dan mengubah sikap, oleh karena itu hendaklah menyajikan bacaan-bacaan yang bermanfaat bagi keluarga.
Tidak kalah pentingnya dalam pembentukan pengubahan sikap dengan menciptakan suasana yang mendukung kearah pembentukan sikap yang diinginkan. Ini berarti bahwa lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa hingga akan menunjang pembentukan sikap tersebut.
Dapat juga dengan menggunakan cara analisis sarana-tujuan yaitu dengan memberikan keyakinan bahwa objek sikap itu sangat berguna, sangat membantu dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Bila seorang isteri atau suami menyakini pasangannya bahwa hal tersebut baik dan dapat menunjang kehidupan keluarga, maka dapat diperhitungkan bahwa hal tersebut baik untuk keduanya. Misalnya, isteri meyakini bahwa ikut arisan akan menunjang kehidupan keluarga, kemudian suami meyakini dan menerima ide yang dikemukakan oleh isterinya.
Disamping cara-cara tersebut diatas juga dapat ditempuh dengan cara komponen yang membentuk sikap itu. Walaupun para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai komponen sikap, namun pada umunya para ahli sepakat bahwa dalam sikap terkandung komponen-komponen :
a.       Komponen Kognitif, yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pendapat, pandangan, kepercayaan seseorang kepada objek sikap tertentu.
b.      Komponen afektif, atau komponen yang berkaitan dengan perasaan, yaitu bagaimana perasaan yang timbul pada seseorang terhadap objek tertentu. Perasaan dapat berwujud perasaan senang atau sebaliknya.
c.       Komponen konatif, komponen tingkah laku atau action component, sering disebut komponen psiko-motor. Komponen ini berkaitan sampai sejauh mana sikap itu akan mendorong seseorang dalam perbuatan atau tindakannya,
Bila pengubahan dan pembentukan itu dengan melalui komponen kognitif, ada beberapa jalan yang dapat ditempuh sebagai berikut :
a.       Sugesti
Ialah dengan memberikan gambaran apa yang dikehendaki itu secara berulang kali. Dengan demikian hal tersebut dikemukakan berulang kali, maka secara tidak terasa, apa yang dikemukakan itu akam diambil oper oleh pihak lain, misalnya oleh isteri atau suami.
b.      Persuasi
Adalah cara membujuk untuk mengerjakan sesuatu seperti apa yang dikehendaki.dengan persuasi tidak ada unsur paksaan tetapi memberikan pengertian bahwa sesuatu itu adalah baik, dan perlu dijalankan atau dilaksanakan. Karena tidak ada unsur paksaan, jika seseorang tersebut belum menanggapi, maka perlu diberkan pengertian lagi mengenai hal tersebut.


c.       Konformitas
Adalah usaha untuk menjadikan konform dengan pihak lain. Dalam rangka ini diberikan gambaran dari pihak lain ada hal yang kiranya dapat dijadikan acuan, sehingga ada baiknya kita menjadi konform dengan pihak tersebut.. dalam hal ini menggunakan keluarga lain sebagai acuan, karena keluarga tersebut dianggap dalam keadaan baik.
d.      Diskusi
Dengan diskusi maka akan dapat saling bertukar pikiran antara suami isteri atau pun dengan anggota keluarga yang lain, sehingga demikian maka akan terbentuklah akan sikap yang dikehendaki. Dengan diskusi, apa yang diterimanya akan benar-benar dapat diyakini, sehingga dengan demikian bila ada pendapat atau pemikiran lain akan mendapat pertimbangan yang mendalam.
e.       Indoktrinisasi
Adalah pembentukan atau pengubahan sikap dengan cara memberikan sikap yang dikehendaki itu tanpa adanya kesempatan untuk mendiskusikan hal tersebut. Suami isteri, anak dan orang lain tinggal menerima begitu saja.


Refernsi;
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan Dan Konseling Perkawinan. ANDI : Yogyakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....