Langsung ke konten utama

RESUME ANALISIS BUKTI STUDI KASUS



Nama          :Mariyati                      Jurusan            :BimbinganDan Konseling
Nim                        :2014 141 106             Mata Kuliah    :Studi Kasus
Kelas          :6/C                             Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd

RESUME
ANALISIS BUKTI STUDI KASUS

1.    Strategi –strategi umum analisis
1.    Kebutuhan akan Strategi Analisis
Merupakan aspek yang kurang berkembang dan paling sulit dalam pelaksanaan studi kasus. Sering terjadi, peneliti memulai studi kasusnya tanpa lebih dulu memiliki pemahaman cukup mengenai bagaimana bukti studi kasusnya akan dianalisis. Hal tersebut menyebabkan macetnya penelitian pada tahap analisis.
Pendekatan berbagai teknik analisis, seperti: memasukkan informasi kedalam daftar yang berbeda, membuat matriks kategori dan menempatkan buktinya ke dalam kategori tersebut, menciptakan analisis data flowchart dan perangkat lain untuk memeriksa data yang bersangkutan, mentabulasi frekuensi peristiwa yang berbeda, memeriksa kekompleksan tabulasi dan hubungannya dengan mengkalkulasi angka urutan kedua seperti rata-rata hitung dan varians, serta memasukkan informasi ke dalam urutan kronologis atau menggunakan skema waktu lainnya. Ini merupakan teknik yang bermanfaat dan penting dan hendaknya digunakan ketika memasukkan bukti ke dalam beberapa urutan sebelum sampai pada analisis aktual. Tetapi pemanipulasian itu harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari bias pada hasilnya.
2.    Dua Strategi Umum
Merupakan hal yang lebih penting dari pendekatan diatas. Maksudnya agar peneliti dapat memperlakukan bukti secara wajar, menghasilkan konklusi analisis yang mendukung, dan menetapkan alternative interpretasi. Perannya adalah membantu peneliti untuk menetapkan pilihan diantara berbagai teknik dan memenuhi langkah analisis penelitiannya secara efektif.
a.    Mendasarkan pada Proporsi Teoritis
Strategi yang lebih disukai adalah mengikuti proposisi teoretis yang menuntun studi kasus. Tujuan dan desain asal dari studi kasus diperkirakan berdasar atas proposisi semacam itu, yang mencerminkan serangkaian pertanyaan penelitian, tinjauan pustaka, dan pemahaman-pemahaman baru.
Preposisi-preposisi tersebut membentuk rencana pengumpulan data dan karenanya member prioritas pada strategi analisis yang relevan. Preposisi ini merupakan salah satu contoh dari orientasi teoritis yang menuntun studi kasus.
b.      Mengembangkan Deskripsi Kasus
Mengembangkan kerangka kerja deskriptif untuk mengorganisasikan studi kasus. Strategi ini kurang disukai tetapi dapat digunakan sebagai alternatif. Kadangkala, tujuan asli studi kasus adalah deskriptif. Dalam situasi lain, bisa jadi bukan deskriptif, tetapi pendekatan deskriptif yang membantu secara tepat pengidentifikasian kaitan timbal balik yang perlu dianalisis bahkan mungkin secara kuantitatif. Keanekaragaman keputusan harus dibuat agar implementasinya bisa berhasil. Pendekatan deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi: (a) tipe peristiwa yang dapat dikuantifikasikan dan (b) keseluruhan pola kompleksitas akhirnya dipergunakan didalam pengertian kausal untuk menjelaskan mengapa suatu implementasi telah gagal.

2.    Bentuk-bentuk analisis dominan
1.    Penjodohan Pola
Membandingkan pola yang didasarkan atas empiri dengan pola yang diprediksikan (prediksi alternatif). Jika kedua pola ini ada persamaan, maka menguatkan validitas internal studi kasus. Jika studi kasus eksploratoris, polanya berhubungan dengan variabel dependen / independen dari penelitian. Jika studi kasus deskriptif, maka penjodohan pola akan relevan dengan pola variabel–variabel spesifik yang diprediksi dan ditentukan sebelum pengumpulan data.
a.    Variabel-variabel Nonequivalen sebagai Pola
b.    Eksplanasi Tandingan sebagai Pola
c.    Ponla-pola yang Lebih Sederhana

2.    Pembuatan Eksplanasi
Tujuannya untuk menganalisis data studi kasus dengan membuat  eksplanasi tentang karya tersebut.  Menunjukkan bagaimana eksplanasi tidak dapat dibangun hanya atas serangkaian peristiwa aktual studi kasus.
a.    Unsur-unsur Eksplanasi
b.    Hakikat Perulangan dalam Pembuatan Eksplanasi
c.    Persoalan-persoalan Potensial dalam Pengembanagn Eksplanasi
3.    Analisis Deret Waktu
Makin rumit dan tepat pola, makin tertumpu analisis deret waktu pada landasan yang kokoh bagi penarikan konklusi studi kasus.
a.    Deret Waktu Sederhana
b.    Deret Waktu yang Kompleks
c.    Kronologis
d.   Kondisi-kondisi untuk Analisis Deret Waktu

3.    Bentuk-bentuk analisis kurang dominan
1.    Menganalisis Unit-unit Terjalin
Yaitu unit yang kurang dominan daripada kasusnya sendiri, banyak butir data telah terkumpul, pendekatan-pendekatan analisis yang relevan mencakup hampir setiap teknik dalam ilmu sosial. Contoh : Respons terhadap suatu survey. Dalam studi kasus, analisis unit terjalin dilakukan di dalam masing-masing kasus.
2.    Membuat Observasi Berulang
Adalah bentuk analisis yang kurang diminati, dilakukan secara lembur (disebut tipe analisis deret waktu khusus). Tetapi hanya bisa dilakukan atas basis lintas-bidang. Sehingga dipandang sebagai pendekatan analisis yang terlepas dari analisis deret waktu.
3.    Mengerjakan Survei Kasus: Analisis Sekunder Lintas Kasus
Ada 2 pendekatan yaitu : pertama, survey kasus merupakan pendekatan analisis lintas kasus dan tidak sama dengan analisis kuantitatif Kedua, dalam teknik analisis lintas kasus survey mempunyai keterbatasan ketat dalam kaintannya dengan analisis multi kasus. Survey kasus akan memperoleh generalisasi teoritis atau statistik. Survey kasus merupakan teknik relevan untuk tujuan penelitian eksplisit (analisis sekunder). Teknik survey kasus dapat meminimalkan bias-bias dan merupakan teknik yang diinginkan jika diaplikasikan (tapi tidak dipandang sebagai analisis dominan).


Referensi;
K.Yhin. Robert. 2015. Studi Kasus: Desain Dan Metode. Jakarta.  RAJAWALI PERS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....