Langsung ke konten utama

JADILAH ORANG YANG IKHLAS

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
‎بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Khamis, 03 Jamadil Akhir 1438H
Oleh; *D. V*
*JADILAH ORANG YANG IKHLAS.*
Ikhlas bagi seorang insan adalah ketika ia mengarahkan seluruh hatinya, perkataannya, perbuatannya, dan jihadnya hanya untuk Allah SWT semata-mata, mengharap redhaNya, dan kebaikan pahalaNya tanpa melihat pada kekayaan dunia, penampilan, kedudukan, gelaran dan lainnya yang bersifat duniawi.
Dengan demikian, orang yang ikhlas akan menjadikan segalanya hanya untuk Allah semata-mata. Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am, ayat 162:
‎*قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ*
"Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam".
Manusia yang memiliki karakter yang ikhlas slogan hidupnya adalah ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah lah tujuan kami, dalam segala aktiviti hidupnya.
Tazkirah hari ini, In shaa Allah ingin berkongsi sedikit tentang sikap orang yang ikhlas. Adapun sikap yang Ikhlas dapat kita lihat melalui ciri-ciri sebagai berikut:
*1. Sentiasa Beramal Dengan Bersungguh-sungguh.*
Orang yang ikhlas dalam beramal, akan melakukan amalan tersebut dengan bersungguh-sungguh baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan.
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya' memiliki beberapa ciri: "malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin ghairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
Untuk mengetahui hamba yang ikhlas, perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidaknya dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cubaan, baik yang suka mahupun duka, seorang akan terlihat kualiti keikhlasannya dalam beribadah, beramal soleh, berdakwah, dan berjihad serta perkara-perkara positif yang lainnya.
Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka topeng dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam ciri dan sifatnya.
Di antaranya disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 44-45:
‎لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَن يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِين ( 44)َ
‎إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُون (45)َ
(44)“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa".
(45) "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, kerana itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”
*2. Terjaga Dari Segala Yang Diharamkan Allah SWT, Baik Dalam Keadaan Bersama Manusia Atau Bersendirian.*
Orang-orang yang ikhlas dapat menjaga dirinya dari perkara yang diharamkan, samada ketika bersama-sama dengan manusia atau ketika bersendirian.
Disebutkan dalam satu riwayat hadith, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: “Aku beritahukan bahawa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah SWT menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendirian, mereka suka melanggar yang diharamkan Allah SWT.”
Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah redha Allah SWT, bukan redha manusia. Sehingga, mereka sentiasa memperbaiki diri dan terus beramal soleh, baik dalam keadaan bersendirian ataupun dilihat oleh orang ramai, bagi orang yang ikhlas dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan adalah sama. Kerana mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun yang dilakukan oleh manusia.
*3. Merasa Gembira Jika Kebaikannya Dapat DiKongsikan Dengan Orang Lain.*
Orang yang berjiwa ikhlas akan merasa suka dan senang hati jika kebaikannya dapat merealisasi di tangan orang lain atau saudaranya, sebagaimana dia juga merasa senang hati jika kebaikan tersebut dapat terlaksana di tangannya.
Orang-orang yang ikhlas akan menyedari kelemahan dan kekurangan dirinya. Melakukan amalannya hanya untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih populariti diri dan membesarkan diri atau kelompoknya semata-mata.
Ya Allah terimalah amalan yang jauh dari kesempurnaan. Jadikan amalan kami sebagai amalan yang ikhlas dan yang terbaik dalam hidup kami, jauhkan diri kami dari amalan yang riya' dan sombong. Mudah-Mudahan ianya menjadi amalan soleh bagi kami, sebagai bekal untuk menghadapMu nanti pada hari kiamat. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!
Panjang-panjangkan pada sahabat lain walau sepotong ayat walaupun hanya sekilas pandang….
Jazzakumullahu khairanjaza’..
Doakan istiqamah serta Sihat wal Afiat.
Wassalam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....