Langsung ke konten utama

RESUME PERANAN FAKTOR FISIOLOGIS DALAM PERKAWINAN



Nama          :Mariyati                      Jurusan            :Bimbingan dan Konseling
Nim              :2014 141 106             Mata Kuliah    :BK perkawinan
Kelas          :6/C                             Dosen Pengampu :Syska Purnamasari, M.Pd

TUGAS
PERANAN FAKTOR FISIOLOGIS DALAM PERKAWINAN

1.     Kesehatan
Dalam pekawinan diperlukan batas usia, karena batas usia juga mempengaruhi keturunan atau  kematangan fisiologik dan kesehatan pada umunya juga mempengaruhi keturunan sebaiknya sebelum kawin harus melakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter. Ini merupakan cara untuk mencegah permasalahan yang mungkin terjadi.
Walaupun tidak secara eksplisit masalah lesehatan , khususnya kesehatan fisiologis ini di nyatakan dalam undang-undang perkawinan, namun  yang baik perlu di perhitungkan masalah kesehatan ini. Untuk dapat mengetahui dengan tepat, maka apabila seseorang akan melaksanakan perkawinan disarankan untuk dapat memeriksakan kesehatannya pada dokter. Dengan adanya pemerikasaan dapat diketahui keleman-kelemahannya sehingga dengan demikian akan dapat dicari cara-cara untuk mengatasinya.

2.    Keturunan
Mendapatkan keturunan merupakan salah satu tujuan dari pekawinan undang-undang pekawinan dapat dilihat pada Bab I pasal Aayat (2) yang memungkin suami istri lebih dari seorang bila ternyata istri tidak dapat melahirkan keturunan,keturunan sangat di tentukan oleh sepasang suami istri serta dokter juga berperan penting dalam menentukan keturanan untuk mencegah terjadinya kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
Untuk menjelaskan segi keturanan dari perkawinan anatara keluarga dari perkawinan antara keluaga dekat misalnya antara saudara sepupu misalnya.
Seorang pria kawin dengan wanita albino (bule) pria mempunyai sperma AA dan wanita mempunyai ovum aa. Bila tejadi perubahan sperma  A terhadap ovum a maka terjadi zygote Aa ,Aa merupakan genotype dari anak, karena A dominan terhadap a,(tidak albino) tetapi anak mempunyai sifat Albino jadi anak tersebut memiliki bawaan.Menghitung macam perkawinan dan untuk keturunan yang akan diperoleh table perkawinan silangberikut:

A
A
  a
Aa
Aa
A
Aa
Aa
Anak: Aa, Aa, Aa, Aa, [anaknya bersifat membawa]

A
A
A
AA
Aa
A
AA
Aa
Anak: AA, AA, Aa, Aa.

A
a
A
AA
Aa
a
AA
aa
AA: biasa
Aa : carrier
aA : carrier
aa : albino

3 .Kemampuan Mengadakan Hubungan Seksual
            Dalam perkawinan masalah hubungan seksual merupakan masalah yang cukup rumit. Hubungan seksual inidapat menjadi sumber masalah dalam perkawinan,dan dapat berakibat kehidupan keluaga sampai pada perceraian.
Faktor yang penting dalam perkawinan adalah factor kesehatan baik suami maupun istri. Pemeriksaan medis sebelum pekawinan yang meliputi kesehatan pada umumnya, mengenai alat-alat reeproduksi itu dapat memberikan keturunan atau tidak merupakan hal yang penting disarankan. Disamping itu bagi seorang pria dalam perkawinan perlu mengetahui apakah ia mempu mengadakan hubungan seksual secara wajar atau tidak, dengan kata lain apakah ia impoten atau tidak. Bagi pasangan yang akan kawin sayangnya mempunyai pengetahuan dalam kesadaran sendiri mengenai hal tersebut, untuk dapat mengetahui keadaan dirinya secara baik khususnya yang bekaitan dengan keadaan fisiologiknya.Sekitarnya dijumpai hal-hal yang kurang sempurna dokter akan mengambil langkah-langkah untuk mengausainya.Sehingga hal-hal yang tidak diharapkan akan dapat ditanggulangi sedini mungkin. Demikian pula bagi suami istri akan megetahui dimana letak kelamahan-kelamahannya yang perlu mendapakan perhatian lebih khusus,untuk menjaga segala kemungkinan yang tidak diharapkan.

Refernsi;
Walgito, Bimo. 2010. Bimbingan Dan Konseling Perkawinan. ANDI : Yogyakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....