cinta akan mengundang siapa pun. maka bila hati belum siap untuk merasakan kehilangan, merasa tersakiti dan terabaikan, tidak perlu bermain-main dengan cinta. karena saat mencintai, maka hati ingin selalu dilindungi dan di perhatikan. manakala orang yang dicintai tidak memberi respon yang signifikan, apalah yang akan terjadi. hati akan tertunduk sedih, menangisi perlakuan yang diterima dari kekasih yang di harapkan syangnya. mana kekasih itu? mana pujaan hati itu??. dia pergi meninggalkan cinta yang terhambat dihati dan kini hati itu sendiri lagi.
manusia adalah makhluk yang sempurna. dalam sifat sempurnanya itu, terdapat hati yang berfungi untuk mersakan. dengan keajaiban yang diberikan oleh Allah ta'ala, hati terkadang bisa mendorong mata untuk menangis dan bibir untuk tersenyum. dan hati ini lah perasaan cinta itu hadir. dengan hati ini lah, manusia berhak untuk merasakan cinta, dicintai, dan mencintai.
kalau di tanya cinta itu apa??, mungkin jawaban yang bisa diberikan adalah bahwa cinta adalah fitrah manusia. sebagian orang berpendapat bahwa cinta itu ibarat madu dan racun. sebagian orang berpedapat, cinta identik dengan nafsu. bahkan mereka berpendapat cinta itu tidak bisa terlepas dari nafsu. namun manusia diberikan akal untuk dipergunakan dalam menempatkan nafsu dalam cinta dan berfikir serta merenungi perasaan di dalam dada berdasarkan akal sehat,bukan berfikir dan merasa berdasarkan hawa nafsu.
Allah berfirman yang artinya:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis eras, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga). (QS. 3:14)
ayat ini mengisyaratkan bahwa manusia dalam penciptaannya telah dihiasi oleh nafsu dan keinginan. dengan kata lain, tabiat manusia condong kepada keindahan, namun akal dan din telah datang dalam membimbing manusia agar tidak salah mengikuti segala keinginan.
islam sendiri pun mengakui eksistensi cinta terhadap lawan jenis. islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri manusia. akan tetapi. cinta itu harus dijaga dan dilindungi dari kehinaan dan kekotoran. cinta pada lawan jenis bukan suatu yang kotor. bahkan ia adalah sesuatu yang suci. dan PERNIKAHAN adalah BINGKAI yang dapat menjaga kesucian itu. cinta tidak haram dam tetap terjaga kesuciannya selama tdak menimbulkan kemaksiatan kepada Allah SWT . ini lah yang harus digarisbawahi karena sering kali dengan dalil cinta, namun menghalalkan apa-apa yang Allah haramkan.
Ya Allah Aku Jatuh Cinta Karya Burhan Sodiq
Komentar
Posting Komentar