Langsung ke konten utama

keragaman individu dalam organisasi



Makalah
Bimbingan Dan Konseling Industri
keragaman individu dalam organisasi
Di Susun Oleh :
Kelompok 6
Nama Kelompok         :
1.      Eha rizky projustitia          2014 141 116
2.      Merlin anggraini                2014 141 130
3.      Mariyati                             2014 141 106
Semester/Kelas            :Lima  (5) / C
Program Studi             : Bimbingan Dan Konseling
Dosen Pengasuh          : Mirnayenti, M.Pd
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Pgri Palembang
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
   Perbedaan individu merupakan hal yang wajar dalam suatu organisasi, perbedaan itu sendirilah yang membuat suatu organisasi yang berbeda dan mempunyai ciri kahas dan keunggulan tersendiri.
Perbedaan individu nantinya dapat melahirkan prilaku-prilaku seseorang dalam sebuah organisasi, dan dengan prilaku anggota organisasi yang beragam inilah yang natinya dapat melahirkan sebab dan akibat yang akhirya akan berpengaruh pada kinerja perorangan dan organisasi. Dengan lingkuang organisasi yang penuh dengan berbagai macam karakter, sikap, dan tujuan yang akhirnya menimbulkan stress, emosi yang akan menjadi keseharian dari seorang karyawan dalam menghadapi pekerjaannya dalam sebuah organisasi, karena hal yang demikianlah penulis membuat makalah yang berjudul “keragaman individu organisasi”.
Semoga dengan adanya makalah ini nantinya dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih bagi para pembaca terutama bagi penulis sendiri.

1.2  Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut;
1.        Bagaimana pemahaman tentang keragaman individu organisasi?
2.        Apa saja pengaruh hereditas dan lingkungan?

1.3  Tujuan Makalah
          Adapun tujuan makalahnya sebagai berikut;
1.        Untuk mengetahui pemahaman tentang keragaman individu organisasi?
2.        Untuk mengetahui pengaruh hereditas dan lingkungan


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pemahanaman  Keragaman Individu Organisasi
            Diversity in Organization adalah keragaman/perbedaan di dalam suatu organisasi. Perbedaan tersebut yaitu usia, agama, ras, fisik, dan gender. Keragaman dalam organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting saat ini. Dengan keragaman, organisasi dapat memperoleh berbagai pandangan, kemampuan, dan berbagai hal untuk mengatasi permasalahan organisasi atau perusahaan, dan dapat juga meningkatkan efektivitas perusahaan.
1.    Usia
Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Menurut Makmuri (2012:77) Hubungan umur dengan kepuasan kerja ternyata menunjukan hubungan yang positif. Artinya, makin tua makin menunjukan kepuasaan, setidaknya sampai menjelang pensiun, pada pekerjaan-pekerjaan yang dikuasainya.
Dalam organisasi tentu wajar akan terjadi perbedaan usia, karna disitu lah akan mempengaruhi kinerja suatu organisasi. karna biasanya yang lebih tua akan lebih berpengalaman. Namun bukan berarti yang lebih muda tidak memiliki kemampuan. Di zaman sekarang justru yang muda lah yang berkreasi.
2.    Jenis kelamin
Jenis Kelamin adalah perbedaan bentuk, sifat, dan fungsi biologi laki-laki dan perempuan yang menentukan perbedaan peran mereka dalam menyelenggarakan upaya meneruskan garis keturunan.
Menurut Makmuri (2012:78) dalam banyak penelitian bahwa sedikit sekali, kalau ada, perbedaan yang di anggap penting antara karyawan laki-laki dan wanita dalam prestasi kerja. Jadi, dapat dikatakan bahwa secara umum tidak ada perbedaan signifikat dalam produktivitas kerja dan dalam kepuasaan kerja. kecuali jika dikaitkan dengan budaya setempat berkaitan dengan keabsenan, bahwa wanita lebih memiliki tingkat kebasenan yang tinggi dibandingkan dengan pria, hal ini berkaitan dengan tanggungjawab dan fungsi dari seorang wanita dirumah tangga.

3.    Status Perkawinan
Tidak terdapat hubungan antara status perkawinan dengan produktivitas, namun hasil riset menunjukkan bahwa karyawan yang telah menikah mempunyai tingkat pengunduruan diri yang rendah, tingkat keabsenan yang rendah dan lebih puas dengan pekerjaannya di banding rekan sejawat yang belum menikah, hal ini dapat dikaitkan  dengan status perkawinan yang menuntut suatu tanggungjawab lebih besar
4.    Kepribadian
Menurut Makmuri (2012:84) kepribadian sering didefinisikan sebagai gabungan dari semua cara dimana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain atau organisasi internal dari proses psikologis dan kecenderungan perilaku seseorang. Jadi kepribadian itu merupakan perangkat gambaran diri yang terintegrasi dan merupakan perangkat total dari kekuatan intrapsikis, yang membuat diri kita menjadi unik dengan perilaku yang spesifik.
Menurut Sobur(2003:335) Tanda-tanda kepribadian yang sehat
a.    Kepercayaan yang mendalam pada diri sendiri dan orang lain
b.    Tidak ragu-ragu, tidak malu, tetapi berani.
c.    Inisiatif berkembang, bersikap jujur terhadapa diri sendiri
d.   Mampu berdedikasi penyerahan diri sendiri
e.    Senang kontak(berhubungan) dengan sesama
f.     Generatifitas (ke-bapa ibu-an)
g.    integritas
Tanda-tanda kepribadian yang tidak sehat
a.    tak mampu melakukan persahabatan, mengisolasikan diri.
b.    Daya konsentrasi buyar, ketekunan dalam pekerjaan hancur, terlalu banyak melamun.
c.    Penyangkalan terhadap nama, asal usul, suku bangsa, masa lampau, dsb
d.   Tak mampu memperjuangkan diri bahkan kadang-kadang timbul keinginan mengakhiri hidup, bertalian dengan kebosanan hidup.
e.    Sifat ingin balas dendam, bereaksi terlalu radikal terhadap orang lain maupun diri sendiri, tidak mengakui dan tidak menerima masa lampaunya, selalu mau mengubah diri secara sangat radikal (identitas negatif).
5.    Ras dan Etnis
Dalam segi ini sepertinya sangat sensitif. karna banyak organisasi yang menerima perbedaan antara berbagai ras dan etnis. karna saat ini banyak warga daerah yang merantau ke ibu kota sehingga tidak sedikit yang menerima pekerja atau anggota organisasi mereka dari daerah dan suku dari mana pun. Selagi mereka memiliki visi dan misi yang sama dengaqn organisasi.
6.    Pendidikan
Menurut Umar dan sulo (2005:82) Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak terputus dari generasi kegenarasi di manapun di dunia ini. Pendidikan itu sendiri merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manisia.
Pendidiakan berkaitan erat dengan dunia kerja. Kenyataan ini menunjukan bahwa di satu pihak banyak lulusan pendidikan yang atau belum tertampung dalam dunia kerja yang ada.
Pendidikan berperan untuk membangun manusia yang akan melaksakan transformasi sosial ekonomi yang sesuai dengan tujuan bangsa agartumbuuh dan berkembang atas kektautan menuju masyarakat yang adil dan makmur, sebab pembangunan itu memerlukan keterampilan untuk menguasai teknologi maju. Semakin tinggi tingkat pendidikan akan semakin tinggi pula aspirasi mendapatkan kesempatan kerja yang sesuai.
7.    Agama
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan kepada Tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia serta lingkungannya. Agama memiliki pengaruh kuat dalam diri seorang individu. Konsep kereligiusan seseorang mempengaruhi penilaian, keyakinan, dan perilaku individu dalam berbagai situasi. Agama merupakan penghubung antara manusia dengan apa yang bagi mereka suci, sakral, spiritual, atau ilahi.
Adapun pada umumnya kepercayaan yang di anut di indonesia yaitu agama islam, kristen, budha, katholik,  hindu dan khonghucu.

8.    Fisik
Penampilam fisik ialah segala sesuatu yang berhubungan dengan penampilan luar manusia yang mudah di amati di nilai oleh orang lain. Spenampian fisik secara di sadari atau tidak, dapat menimbulkam respons atau tanggapan tertentu dari orang lain. Sekalipun dalam kenyataannya banyak ahli yang tidak setuju jika penilaian seseorang itu di dasarkan pada penampilan luarnya saja.
Saat ini, penampilan fisik yang menarik sudah di jadikan sebagai syarat tidak resmi di beberapa lapangan kerja karna ada lapangan pekerjaan yang menuntut para pegawainya untuk berpenampilan baik dalam menerima konsumen.

2.2  Pengaruh Lingkungan Dan Hereditas
a. pengaruh lingkungan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya dalam berorganisasi. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya.
Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu dalam berorganisasi, sebagai :
1.    Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu.
2.    Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya.
3.    Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya.
4.    Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya.

b. Pengaruh Hereditas
Adanya hereditas dan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan manusia disebabkan oleh ada manusia itu sendiri. Jika seandainya manusia itu tidak ada ataupun terlahir kealam dunia ini, maka tidak akan ada pengaruh hereditas dan lingkungan yang dapat berlaku padanya.
Manusia akan senantiasa hidup secara bersama di suatu tempat. Melalui kebersamaan itulah garis keturunan mereka akan terus mempengaruhi dan anak-anak mereka kelak akan mewarisi bagian-bagian tertentu yang serupa dengan mereka.
Para pakar psikologi kotemporer banyak mengadakan penelitian yang bertujuan menentukan pengaruh keturunan terhadap perbedaan individu. Namun kesimpulan final yang dicapai oleh para pakar psikologi dari semua hasil penelitian dibidang ini adalah faktor lingkungan dan keturunan berinteraksi bersama dalam menimbulkan perbedaan individu, dan sulit memisahkan pengaruh keduanya secara total. Secara garis besar, ciri-ciri fisik seseorang sangat dekat dengan pengaruh keturunan.





BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
             kumpulan dari beberapa persamaan maupun perbedaan latar belakang individu pada dimensi nilai, keyakinan, dan opini penting dalam proses pengambilan keputusan organisasi/perusahaan perlu dikelola dengan baik. keragaman/perbedaan di dalam suatu organisasi perbedaan tersebut yaitu usia, agama, suku, fisik, jenis kelamin, kepribadian, pendidikan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya dalam berorganisasi. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya.
Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya.
Manusia akan senantiasa hidup secara bersama di suatu tempat. Melalui kebersamaan itulah garis keturunan mereka akan terus mempengaruhi dan anak-anak mereka kelak akan mewarisi bagian-bagian tertentu yang serupa dengan mereka.

3.2 saran
Pahamilah keragaman individu organisasi agar pemahamannya bertambah dan bisa mengetahui keragaman individu organisasi. Sehingga, mampu menerapkan nantinya didunia lapangan kerja


DAFTAR PUSTAKA

Apriani, Tasya. 2015. Keragaman dalam organisasi. [online]  http://tasyaapriani.blogspot.co.id/2015/09/keragaman-dalam-organisasi.html [23 september 2016]
purwocahyani, restia. 2015. Perbedaan dalam organisasi [online] http://restiap17.blogspot.co.id/2015/09/perbedaan-dalam-organisasi.html [23 september 2016
Rendi, muhammad. 2014. Pengaruh tingkat pendidikan terhadap. [online] http://isu-isu-eksternal.blogspot.com/2014/12/pengaruh-tingkat-pendidikan-terhadap.html?m [23 september 2016]
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung: CV PUSTAKA SETIA
Maktumari. 2012. Nnnnnnn. Yogyakarta.GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....