PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN
DAN KEMATANGAN KARIER ANAK SD (SEKOLAH DASAR)
Menurut Super (Trasidi : 2007)
perkembangan karir anak usia dari usia 0-15 tahun adalah berada pada tahap
pertumbuhan (Grow), kematangan karir anak usia SD dimulai dari adanya
dorongan ingin tahu atau kecurigaan-kecurigaan yang mendorong anak untuk
mengekplorasi lingkungannya (Curiosity), tahapan selanjutnya adalah anak
melakukan ekplorasi untuk medaptkan informasi dan sumber informasi, sumbernya
adalah figure-figur yang menadi idolanya (eksploration), setelah anak
dapat mengekplorasi lingkungannya, anak akan bergantung pada figure-figur yang
menjadi idolanya, pada tahap ini anak belajar mengontrol diri yang berasal dari
nilai-nilai yang berkembang di lingkungannya (Key Figure),
peniruan-peniruan ini akan berkembang menjadi minat, dalam tahap ini fantasi
anak meningkat seiring dengan informasi yang didapatkan (Developmentl
interest), setelah anak memiliki minat maka anak akan belajar mengambil
keputusan berdasarkan perspektifnya terhadap suatu pekerjaan dan harapannya
dimasa depan (Time Perspektif), tahapan terakhir pada masa ini ialah
tahapan perkembangan konsep diri, konsep diri ini berasal dari upaya anak
mengeksplorasi lingkungan yang menjadi media pembelajaran kearah memperoleh
informasi karir, peniruan, menemukan figure orang dewasa yang sesuai dengan
pengembangan minat
A. Karakteristik Anak Sekolah Dasar
Bimbingan karier di sekolah dasar tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak
melakukan pilihan pilihan prematur. fokusnya malahan akan kesadaran akan
pilihan pilihan yang bakal tersedia, cara-cara mengantisipasi dan
merencanakannya ,serta hubungannya dengan cirri cirri pribadi .banyak murid
yang perlu mengetahui bahwa mereka akan mempunyai kesempatan kesempatan untuk
memilih dan kompetensi untuk melaksanakannya .murid-murid ini juga perlu
menyadarinya, bagaimana mereka berubah,dan bagai mana mereka dapat menggunakan
penggalaman penggalaman sekolah untuk menjelajah dan bersiap guna menyongsong
masa depan .
Diantara
asumsi asumsi yang menyebabkan bimbingan karier mendapatkan kepercayaan
disekolah dasar adalah sebagai berikut: (1). Kesadaran bahwa gaya gaya prilaku
memilih pada masa remaja dan dewasa di pengaruhi oleh tipe tipe pengalaman
perkembangan yang berlangsung pada masa kecil ;(2) terbukti bahwa banyak materi
dan teks yang digunakan disekolah sekolah dasar mengambarkan dunia kerja atau
dunia pendidikan dimasa depan secara tidak seksama dan membantu perkembangan
yang tidak perlu mengenai tipe okupasi okupasi menurut jenis kelamin atau
pandangan pandangan yang sempit mengenai kesempatan kesempatan pendidikan atau
okupasional yang tersedia ;dan(3) pengakuan bahwa perasaan perasaan mengenai
kompetensi pribadi menghadapi masa depan tumbuh dari pengetahuan tentang
kelebihan kelebihan .cara cara untuk memodifikasi kelemahan kelemahan
,keterampilan keterampilan dalam merencanakan dan menggunakan sumber sumber
eksploratoris yang tersedia ,pemahaman tentang hubungan hubungan antara persekolahan
dan penerapannya dalam pekerjaan serta peranan peranan masyarakat lainnya (Herr&Cramer,1984:21)
Bimbingan
karier sejak permulaan kelahirannya diperlukan sebagian karena komleksitas
dunia kerja .Walaupun dunia kerja ini ,juga ini telah diketahui oleh person dan
tokoh tokoh bimbingan karier terdahulu lainnya,akan tempak sederhana bila di
bandingkan dengan masyrakat ilmiah dan teknologi dewasa ini, dapat dipastikan
bahwa program program bimbingan karier dari generasi generasi, sangat bermanfat
dalam membantu ribuan anak muda dalam keputusan keputusan ,penempatan penempatan
dan penyesuaian penyesuaian kariernya .
Dunia kerja dewasa ini terus
meningkat dalam ruang lingkup dan komlek sitasnya .sehingga kebutuhan akan
bimbingan karier jauh lebih bersar dari pada sebelumnya.di amerika serikat
lebih dari 35 ribu jenis pekerjaan yang tercatat pada dictionary of
occkupational titles (1965).sehingga jelas sekali bahwa kemungkinan kemungkinan
pilihan occovasional tidak terbayangkan.
Berbagai jenis pengalaman yang harus
disediakan yang mengakui berbagai latar belakang dan kebutuhan murid murid dari
berbagai latar belakang.
Pada dasarnya
anak-anak pada usia sekolah dasar secara has terbuka kepada dan berintraksi
dengan rentang stimuli yang luas dan berbagai perilaku. Dalam antusiasme dan
keingin tahuannya yang tak terkendalikan, mereka belum dipaksa oleh realitas
realitas sosial yang mengganggu dan yang mengubah persepsi-persepsi dari
saudara-saudaranya yang lebih tuah dan banyak orang dewasa dimana mereka beridentifikasi.
Maslow (1959 ) mengemukakan hierarki
kebutuhan-kebutuhan dasar sebagai berikut: 1. kebutuhan-kebutuhan fisiologis,
2.kebutuhan-kebutuhan keamanan, 3.kebutuhan akan keikut sertaan dan kecintaan,
4.kebutuhan akan penghargaan, harga diri , kebebasan dan dianggap penting,
5.kebutuhan akan impormasi, 6.kebutuhan akan pengertian, 7.kebutuhan akan
keindahan, 8.kebutuhan akan aktualisasi diri.
Semua
aspek perkembangan manusia saling berkaitan, tak terkecuali perkembangan karir.
Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia karena :
a. Perkembangan
terjadi sepanjang hidup manusia
Hal
ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap
perkembangan yang dicapai. Perkembangan karir seseorang berkaitan erat dengan
tahap perkembangannya.
b.Perkembangan
individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan Ini berarti bahwa
faktor psikologis, pendidikan, ekonomis, dan fisik berpengaruh terhadap
perkembangan individu. Strategi intervensi bimbingan karir akan memadai apabila
mempehatikan faktor-faktor tersebut.
c. Perkembangan
adalah proses yang kontinu
Perkembangan
individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung
sepanjang hidup. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan
tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan. Bimbingan karir merupakan
sala satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan dalam proses pekembangan
individu.
d. Sekalipun
perkembangan kontinu, ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode
perkembangan. Program pengembangan karir harus memperhatikan aspek-aspek
dominan pada tahap perkembangan tertentu.
e. Perkembangan
individu mencakup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan persepsi tentang
dunianya. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat
berada dalam kematangan yang normal dari pada intervensi yang bersifat
remedial. Bimbingan karir sebagai salah satu bentuk intervensi perkembangan
individu dapat berfungsi preventif maupun kuratif.
f.
Perkembangan individual, sehingga adanya keragaman individual. Program
intervensi termasuk bimbingan karir harus memperhatikan keragaman individual
tersebut.
Elemen-elemen perkembangan karir
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kesadaran diri; yaitu sadar akan diri sendiri, kebutuhan, kekuatan yang menuntut pengembangan dan pemehaman diri dan identitas diri yang positif akan mempermudah keputusan karir yang efektif.
a. Kesadaran diri; yaitu sadar akan diri sendiri, kebutuhan, kekuatan yang menuntut pengembangan dan pemehaman diri dan identitas diri yang positif akan mempermudah keputusan karir yang efektif.
b. Kesadaran
pendidikan; murid mengenal dan menyadari pentingnya pengembangan keterampilan
dasar dan penguasaan isi pengetahuan sebagai alat pencapaian tujuan karir.
c. Kesadaran
karir; murid menyadari bahwa perkembangan karir berkembang melalui pendidikan
dan pengalaman kerja dan memahami tentang adanya keragaman dalam dunia kerja.
d. Kesadaran
ekonomis; memahami hubungan secara ekonomis antara ekonomi, gaya hidup dan
pekerjaan.
e. Pengambilan
keputusan; menyadari bahwa pengambilan keputusan melibatkan tindakan dalam hal
mengidentifikasikan alternatif, memilih alternatif yang konsisten dengan tujuan
dan implementasi keputusan tersebut.
f. Kompetensi
awal; mengembangkan keterampilan kognitif yang diperlukan untuk memasuki dunia
karir.
g. Apresiasi dan
sikap; internalisasi karir yang memberikan kepuasan baik secara pribadi maupun
sosial.
B. Tugas-Tugas Perkembangan Karier
Anak Sd
Teori
perkembangan karier menurut Super (dalam Sharf, 1992:123) disebut dengan
istilah pelangi perkembangan karier sepanjang hayat. Ada dua konsep utama yang
perlu dipahami dari pelangi perkembangan karier sepanjang hayat karya Super
ini, yaitu peran kehidupan (roles) dan tahapan perkembangan karier (developmental
stages). Super (Sharf, 1992:122) mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu
peran individu sebagai (1) child, (2) student, (3) leisurite,
(4) citizen, (5) worker, dan (6) homemaker. Menurut Super
(Sharf, 1992: 122), pada masa anak sebagai child, student, dan leisurite
merupakan peran yang sangat penting. Sedangkan pada masa remaja peran utama
yang dianggap penting ialah sebagai citizen dan worker. Tetapi
peran sebagai worker masih terbatas, karena peran ini menjadi peran
utama masa dewasa.
Dalam mengembangkan teori tentang tahapan perkembangan karier, Super
(Sharf, 1992:124) mengemukakan lima tahapan perkembangan, yaitu tahap (1)
pertumbuhan (growth), (2)eksplorasi(exploration), (3) penentuan (establiahment),
(4) pemeliharaan (maintenance), dan (5) tahap penurunan (disengagement).
Kelima tahapan tersebut terbagi atas sub-sub tahapan.
Tahap
pertumbuhan (growth) karier terjadi pada usia antara 0 sampai 14
tahunan. Tahap ini terdiri atas empat sub tahapan perkembangan, yaitu sub
tahapan berkembangnya keingintahuan (curiosity), fantasi (fantasies),
minat (interests), dan berkembangnya kemampuan (capacities)
karier. Keingin tahuan anak pada usia 0-4 tahunan terhadap jenis-jenis karier
merupakan awal perkembangan karier individu. Keingintahuan yang dimaksud ialah
ketertarikan anak pada pengetahuan sesuatu, dan padahal yang baru atau tidak
biasa. Misalnya, anak yang melihat dokter sedang memeriksa pasiennya, jika ia
tertarik oleh oleh dunia kedokteran yang dilihatnya maka ia akan terdorong
untuk mencari tahu tentang kedokteran. Biasanya, keingintahuan anak dipuaskan
melalui eksplorasi, yaitu aktivitas anak dalam mencari dan menguji sesuatu.
Jadi keingintahuan merupakan dorongan dasar (drive) atau kebutuhan (needs)
sedangkan eksplorasi merupakan perilaku (action). Subtahapan fantasi
terjadi pada usia 4-7 tahun ketika anak mulai mengembangkan fantasi kariernya.
Misalnya, anak bermain dokter-dokteran seolah-olah ia sebagai dokter beneran.
Subtahapan ketiga ditandai dengan munculnya minat anak terhadap karier
tertentu, yang terjadi antara usia 7-11 tahun. Misalnya, anak yang berminat
menjadi pesepakbola professional mulai menekuni dan menikmati aktivitas-aktivitas
persepakbola. Tetapi pada tahap ini mereka
belum mempertimbangkan faktor-faktor penghambat karier yang diminatinya itu.
Subtahapan keempat ialah berkembangnya kemampuan (capacities) yang
menjadi dasar terbentuknya kecakapan pada karier tertentu. Umumnya, subtahapan
ini terjadi antara usia 11-14 tahun. Sedangkan usia 14-18 tahun merupakan masa
transisi dari tahap pertumbuhan menuju tahap eksplorasi karier.
Tahap
eksplorasi (eksploration) karier terjadi pada usia antara 18 sampai 25
tahunan. Tahap ini mencakup upaya-upaya individu dalam memperoleh suatu ide
yang lebih baik tentang informasi pekerjaan, memilih alternatif-alternatif
karier, mengambil keputusan karier, dan mulai bekerja (Super dalam Sharf, 1992:
180). Tahap ini terdiri atas tiga subtahapan, yaitu kristalisasi (crystallizing),
spesifikasi (specifying), dan implementasi (implementing) karier.
Kristalisasi karier yang umumnya terjadi pada usia 18-20 tahun merupakan proses
klarifikasi individu terhadap karier yang ingin dijalaninya. Oleh sebab itu,
individu mulai mempelajari pekerjaan-pekeraan yang mungkin sesuai dengan
dirinya dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang menjadi persyaratan
kerja pada suatu pekerjaan. Untuk itu, pada proses kristalisasi ini individu
senantiasa menguji minat, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimilikinya.
Spesifikasi karier terjadi pada usia 20 tahunan terutama pada mereka yang
lulusan perguruan tinggi atau masih kuliah. Pada masa ini terlihat adanya upaya
spesifikasi karier yang dilakukan individu. Misalnya, mahasiswa yang mengambil
program keguruan magang menjdai guru disebbuah sekolah. Iplementasi karier yang
umumnya terjadi mendekati usia 25 tahunan meruakan aktivitas-aktivitas yang
dilakukan individu untuk mulai berkarier pada bidang pekerjaan tertentu. Pada
usia antara 25-30 tahun individu umumnya mengalami transisi kedua sebelum masuk
pada tahap penentuan (establishment)
karier.
Tahap
penentuan (establishment) karier
terjadi pada usia antara 30 sampai 45 tahunan. Penentuan yang dimaksud ialah
diperolehnya ketentuan pada suatu bidang pekerjaan dengan dimulainya bekerja
dalam bidang pekerjaan tertentu. Perilaku karier yang nampak sebagai subtahapan
dari tahap penentuan karier ini terdiri ats tiga subtahapan, yaitu stabilitas (stabilizing), konsolidasi (consolidating),dan pemantapan (advancing) karier. Stabilitas karier
ialah proses dimulainya penyesuaian individu dengan tuntutan pekerjaan sejak
mulai bekerja. Pada subtahapan ini individu dituntut agar mampu memenuhi
persyaratan kerja minimal sehingga ia setabil dalam posisinya. Konsolidasi
merupakan proses untuk lebih menguatkan dan mengamankan posisi tertentu serta
berupaya untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaannya.
Pemantapan karier merupakan pergerakan karier individu ke jenjang yang lebih
tinggi dan terhormat di lingkungan
kerjanya.
Tahap
pemeliharaan (maintance) karier
terjadi pada usia antara 45 sampai 65 tahun. Tahap ini terdiri atas tiga
subtahapan, yaitu subtahapan memiliki (holding),
memperbaiki (updating), dan
subtahapan inovasi (innovating).
Memiliki karier yang dimaksud ialah aktivitas individu dalam mempelajari
sesuatu yang baru untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi dalam suatu posisi. Perilaku yang tampak misalnya, melanjutkan studi
yang sesuai dengan tuntutan kerja. Memperbaiki karier merupakan upaya
memperbaharui pekerjaan sesuai dengan tuntutan lapangan. Misalnya, mengikuti
seminar yang mengarah kepada profesi yang sedang digeluti atau mengunjungi
pelanggan untuk melihat perkembangan baru di lapangan. Inovasi karier merupakan
upaya maju dalam suatu profesi. Ini lebih mengarah kepada pengembangan
kontribusi baru bagi lapangan.
Tahap
penurunan (disengagement) karier
umumnya terjadi mulai usia 65 tahun ke atas. Tahap ini terdiri atas tiga sub
tahapan, yaitu pelambatan (decelerating),
perencanaan pengunduran diri (retirement
planning), dan pengunduran diri (retirement
living). Pelambatan merupakan penurunan tanggung jawab kerja seseorang atau
proses penemuan cara kerja yang lebih mudah dengan waktu kerja yang lebih sedikit.
Perencanaan pengunduran diri mengacu kepada terjadinya kembali upaya
penyesuaian kerja dengan minat, kemampuan mental dan fisik, serta nilai-nilai.
Menurut
Super (Sharf, 1992;123), tahapan perkembangan karier tersebut tidak selamanya
hierarkhi, sebab dalam perjalan karier seseorang ada kemungkinan terjadi proses
recyle. Misalnya, jika individu usia tengah baya ingin berganti karier maka ia
akan melakukan eksplorasi lagi terhadap karier barunya. Dengan demikian proses
eksplorasi dapat terjadi pada setiap tahapan perkebangan karier. Perbedaan
tahapan eksplorasi pada kisaran usia 18-25 tahun atau disebut tahapan
eksplorasi dengan eksplorasi pada proses recyle ialah bahwa tahap eksplorasi
merupakan aksi dan refleksi individu untuk menambah pengetahua diri tentang
nilai kerja, minat pekrjaan, kemampuan kerja, dan berbagai hal tentang
pekerjaan dan ragam dunia kerja. Secara tegas, Super ( savickas, 2010 ;52)
menjelaskan bahwa tahap eksplorasi karier
merupakan “action and reflection
that increase self-knowledge about work values,vocation interest, and
occupational abilities as well as produces a broad fund of occopational
information and knowladge about work”.
Sedangkan
eksplorasi pada proses recycle cenderung pada karier tertentu saja yang ditipu
individu. Model eksplorasi seperti ini terutama terjadi jika individu berganti
karier.
Berdasarkan teori Super,
perkembangan karier anak uia SD berada pada tahap pertumbuhan (growth). Tahap pertumbuhan karier yang
paling dominan pada anak usia SD adalah berkembangnya fantasi, minat, dan kemampuan karier. Fantasi karier merupakan
imajinasi dan penghayatan anak terhadap suatu karier. Melalui imajinasinya anak
seolah-olah mampu melakukan suatu karier dan melalui penghayatan anak mulai
memerankan suatu karier sesuai dengan imajinasi mereka. Ini terjadi terutama
pada usia 4 sampai 7 tahun, yang jika dilihat dari usia SD mereka berada pada
kelas-kelas awal. Sayangnya, imajinasi anak usia inni masih terbatas oleh
proses berpikir transduktif sehingga terkadang apa yang mereka bayangkan tidak
sesuai dengan yang sesungguhnya. Ini berarti guru atau orang tua punya
kewajiban moral untuk turut mengembangkan fantasi karier mereka sesuai dengan
karier yang sesungguhnya, tentu dalam cara yang sederhana.
Sementara itu, pada anak usia SD
mulai berkembang minat-minat karier, yakni munculnya ketertarikan anak pada
bidang karier tertentu. Apa yang mereka liat,rasakan, dan mereka amati dari
lingkungan diluar dirinya direkam dan membentuk imajinasi karier tersebut.
Apabila mereka menghayati maka lambat laun penghayatan akan imajinasi karier
itu menumbuhkan minat pada karier tertentu. Hanya saja pertumbuhan minat karier
itu teerkadang lebih ditentukan oleh pengaruh luar dari individu. Penjelasan
ini memberi isyaratbahwa dalam kerangka pengembangan karier anak usia SD, guru
atau orang tua berperan sebagai fasilitator tumbuhnya minat karier dari dalam
diri anak dan untuk anak.
Pada anak usia SD sudah mulai tumbuh kapasitas karier,
yakni serangkaian kemampuan dan keterampilan yang mendasari karier masa depan
mereka. Peran guru atau orang tua adalah memfasilitasi kokohnya dasar kemampuan
dan keterampilan karier tersebut.
C. Indikator Kematangan Karier Anak Sd
pada usia Sekolah Dasar dalam
perkembangan karirnya memasuki tahap curiosity, yaitu tahap seseorang anak
mulai mengeksplorasi informasi yang telah diberikan. Proses kematangan
(kesadaran) karir pada anak-anak adalah dengan mengembangkan cara-cara untuk
mengontrol perilaku mereka dengan mendengarkan diri mereka sendiri dan
oranglain. Sedangkan untuk membuat keputusan karir, seorang anak membutuhkan
untuk mengembangkan perspekifnya tentang masa depan. Dalam perkembangn
karirnya, n-anak diberikan dengan caa pemberian informasi karir, memberikan
model yang da disekitarnya (orangtua), dn mengembangkn mint yang diinginkan.
1. Materi
Layanan Bimbingan dan Koseling di Sekolah Dasar
Bersadarkan yang tercantum pada
pedoman Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, Uman Suherman (271-273)
mengemukakan materi layanan Bimbngan dan Konseling Karir di SD adalah sbagai
berikut :
Kelas rendah :
a)
Mengenalkan perbedaan antar teman sebaya
b)
Menggambarkan perkembangan diri sendiri
c)
Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan
sesuai dengan tuntutan lingkungan
d)
Mengenalkan keterampilan yang dimiliki
e)
Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada
dilingkungan sekolah
f)
Menggambarkan kegiatan setelah lulus sekolah
g)
Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang
dewasa
h)
Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
i)
Mengenalkan alas an orang memilih suatu pekerjaan dan
pilihan itu masih dapat berubah
j)
Menjelsakan bahwa kehidupan dimasa depan dapat
direnanakan sejak sekarang
k)
Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak
peran
l)
Menjelaskan pekerjaan seseorang dipengaruhi oleh minat
dan keterampilan yang dimiliki
Kelas tinggi
a)
Menjelakan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil
b)
Melatih
siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang
c)
Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
d)
Menjelskan jenis-jenis keterampilan yang dikaitkan
dengan pekejaan tertentu
e)
Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan
pengaruhnya
f)
Menjelaskan pengaruh nilai yang daunt dalam
pengambilan keputuan
g)
Membimbing isiswa untuk merencanakan pekerjaan yang
sesuai dengan dirinya dimasa yang akan datang
h)
Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan
orang dewasa terhadap kehiupan anak
i)
Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan
kemampuan
j)
Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan
berprestasi
k)
Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di
lingkungan sekitar.
Istilah kematangan karir untuk siswa Sekolah Dasar
adalah kesadaran karir (career awareness) karena pada tahap ini anak masih
berada pada tingkatan kesadaran sebagai bentuk kematangan karir pda tahapannya.
Kompetensi karir siswa Sekolah Dasar antara lain :
a)
Pentingnya pengetahuan konsep diri yang positif
tentang perkembangan karir
b)
Keterampilan berinteraksi dengan orang lain
c)
Kesaran pentingnya perkembangan emosi dan fisik
pembuatan keputusan karir
d)
Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan
kesempatan karir
e)
Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
f)
Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi
karir
g)
Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal,
kebiasaan bekerja yang baik dan kesempatan karir
h)
Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi
dan kebutuhn di masyarakat
i)
Memahami bagaimana cara mengambil keputusan dan
memilih alternative berdasarkan pendidikan dan tujuan karir
j)
Kesadaran hubungan antara peran dalam kehidupan dan
tujuan karir
k)
Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan
peran laki-lai dna perempuan
l)
Kesadaran terhadap proses perencanaan karir
Norriss (1963:Herr&Cramer,1984:223).
Menyarankan konsekuensi bimbingan karier di sekolah sekolah dasar ,khususnya
yang berkenaan dengan informasi okupasional:
Taman kanak kanak. Anak mempelajari tentang aktivitas aktivitas kerja
ibunya, ayahnya dan angota anggota rumah tangga lainnya
·
Kelas I Anak belajar tentang perkerjaan dalam
lingkungan yang dekat –rumah,sekolah,dan tetangga.
·
Kelas II Anak belajar tentang pemberi pemberi bantuan
jasa dalam masyarakat yang melayaninya dan juga tentang tokoh tokoh dan usaha
usaha tetangganya yang dikenalnya.
·
Kelas III Anak meluaskan studi studinya dalam
masarakat .penekananya pada tranfortasi ,komunkasi dan industri indistri utama
lainnya.
·
Kelas IV Anak belajar tentang dunia kerja pada tingkat
provinsi termasuk iindistri indusri utama pada provinsi itu .
·
Kelas V Studi studi anak diperluas sehingga meliputi
kehidupan industri nasional .industri industri utama di berbagai bidang bagian
dari Negara di pilihnya .
·
Kelas VI Program anak diperluas sehingga mencakup
seluruh bagia dunia
D. Masalah-Masalah Karier Anak SD
Bimbingan dan konseling karir tidak
hanya melayani hanya dalam ruang lingkup pekerjaan ataupun profesi saja, bidang
studi yang akan ditempuh klien juga merupakan suatu permasalahan yang harus
guru BK/Konselor tangani. Permasalahan yang dihadapi oleh seorang siswa dalam
menentukan bidang studi yang akan ditempuhnya kelak terutama bagi siswa-siswi
jenjang akhir didalam sekolah membuat mereka dilema akan jurusan maupun sekolah
atau bangku perkuliahan yang harus diambil mereka di masa yang akan datang.
Maka dari itu pentingnya layanan bimbingan dan konseling karir harus ada dan
merata di setiap sekolah yang ditangani oleh ahli (konselor) ataupun guru BK.
Didalam permasalahan siswa sekolah
dasar, mereka yang umumnya masih dibawah umur tentu saja akan sulit mendapat
informasi tentang jenjang sekolah yang akan diambilnya kelak. Biasanya mereka
akan menuruti perkataan orang tua untuk mengambil sekolah lanjutan menengah
pertama. Padahal sekolah merupakan wadah bagi siswa untuk berkembang secara
optimal, maka itu mutu dan kualitas sekolah sangat berpengaruh bagi
perkembangan siswa. Disini lah tugas guru BK/Konselor untuk meberikan informasi
kepada siswa SD yang menjadi kliennya dengan menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti untuk mendapatkan pencerahan tentang sekolah menengah pertamanya
yang akan diambil dengan mempertimbangkan keadaan keluarga sekaligus lingkungan
klien. .
DAFTAR PUSTAKA
Allen,L.R(1980).
Leisure and its relationship ti work and career guidance vokasional guidance
Quarterly,28(3) 257-262.
Brammer,L.M,&Shorrom,E,L(1960).Therapeutik
psychology,engle wood cliffs,N.j:prentice-Hall.
Budiman, Nandang.Memahami Perkembangan AnakUsia SD. Departemen Pendidikan
Nasional Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi Direktorat Ketenagaan.
Surajat, Akhmad.wordpress.com/2008/02/07
Trimo.BK karir di SD/2008/02/13.Semarang
Budiman, Nandang.Memahami Perkembangan AnakUsia SD. Departemen Pendidikan
Nasional Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi Direktorat Ketenagaan.
Komentar
Posting Komentar