Langsung ke konten utama

ERKEMBANGAN DAN KEMATANGAN KARIER ANAK SD (SEKOLAH DASAR)



PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN DAN KEMATANGAN KARIER ANAK SD (SEKOLAH DASAR)
Menurut Super (Trasidi : 2007) perkembangan karir anak usia dari usia 0-15 tahun adalah berada pada tahap pertumbuhan (Grow), kematangan karir anak usia SD dimulai dari adanya dorongan ingin tahu atau kecurigaan-kecurigaan yang mendorong anak untuk mengekplorasi lingkungannya (Curiosity), tahapan selanjutnya adalah anak melakukan ekplorasi untuk medaptkan informasi dan sumber informasi, sumbernya adalah figure-figur yang menadi idolanya (eksploration), setelah anak dapat mengekplorasi lingkungannya, anak akan bergantung pada figure-figur yang menjadi idolanya, pada tahap ini anak belajar mengontrol diri yang berasal dari nilai-nilai yang berkembang di lingkungannya (Key Figure), peniruan-peniruan ini akan berkembang menjadi minat, dalam tahap ini fantasi anak meningkat seiring dengan informasi yang didapatkan (Developmentl interest), setelah anak memiliki minat maka anak akan belajar mengambil keputusan berdasarkan perspektifnya terhadap suatu pekerjaan dan harapannya dimasa depan (Time Perspektif), tahapan terakhir pada masa ini ialah tahapan perkembangan konsep diri, konsep diri ini berasal dari upaya anak mengeksplorasi lingkungan yang menjadi media pembelajaran kearah memperoleh informasi karir, peniruan, menemukan figure orang dewasa yang sesuai dengan pengembangan minat

A.  Karakteristik Anak Sekolah Dasar
Bimbingan karier di sekolah dasar tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak melakukan pilihan pilihan prematur. fokusnya malahan akan kesadaran akan pilihan pilihan yang bakal tersedia, cara-cara mengantisipasi dan merencanakannya ,serta hubungannya dengan cirri cirri pribadi .banyak murid yang perlu mengetahui bahwa mereka akan mempunyai kesempatan kesempatan untuk memilih dan kompetensi untuk melaksanakannya .murid-murid ini juga perlu menyadarinya, bagaimana mereka berubah,dan bagai mana mereka dapat menggunakan penggalaman penggalaman sekolah untuk menjelajah dan bersiap guna menyongsong masa depan .
Diantara asumsi asumsi yang menyebabkan bimbingan karier mendapatkan kepercayaan disekolah dasar adalah sebagai berikut: (1). Kesadaran bahwa gaya gaya prilaku memilih pada masa remaja dan dewasa di pengaruhi oleh tipe tipe pengalaman perkembangan yang berlangsung pada masa kecil ;(2) terbukti bahwa banyak materi dan teks yang digunakan disekolah sekolah dasar mengambarkan dunia kerja atau dunia pendidikan dimasa depan secara tidak seksama dan membantu perkembangan yang tidak perlu mengenai tipe okupasi okupasi menurut jenis kelamin atau pandangan pandangan yang sempit mengenai kesempatan kesempatan pendidikan atau okupasional yang tersedia ;dan(3) pengakuan bahwa perasaan perasaan mengenai kompetensi pribadi menghadapi masa depan tumbuh dari pengetahuan tentang kelebihan kelebihan .cara cara untuk memodifikasi kelemahan kelemahan ,keterampilan keterampilan dalam merencanakan dan menggunakan sumber sumber eksploratoris yang tersedia ,pemahaman tentang hubungan hubungan antara persekolahan dan penerapannya dalam pekerjaan serta peranan peranan masyarakat lainnya  (Herr&Cramer,1984:21)
Bimbingan karier sejak permulaan kelahirannya diperlukan sebagian karena komleksitas dunia kerja .Walaupun dunia kerja ini ,juga ini telah diketahui oleh person dan tokoh tokoh bimbingan karier terdahulu lainnya,akan tempak sederhana bila di bandingkan dengan masyrakat ilmiah dan teknologi dewasa ini, dapat dipastikan bahwa program program bimbingan karier dari generasi generasi, sangat bermanfat dalam membantu ribuan anak muda dalam keputusan keputusan ,penempatan penempatan dan penyesuaian penyesuaian kariernya .
Dunia kerja dewasa ini terus meningkat dalam ruang lingkup dan komlek sitasnya .sehingga kebutuhan akan bimbingan karier jauh lebih bersar dari pada sebelumnya.di amerika serikat lebih dari 35 ribu jenis pekerjaan yang tercatat pada dictionary of occkupational titles (1965).sehingga jelas sekali bahwa kemungkinan kemungkinan pilihan occovasional tidak terbayangkan.
Berbagai jenis pengalaman yang harus disediakan yang mengakui berbagai latar belakang dan kebutuhan murid murid dari berbagai latar belakang.
Pada dasarnya anak-anak pada usia sekolah dasar secara has terbuka kepada dan berintraksi dengan rentang stimuli yang luas dan berbagai perilaku. Dalam antusiasme dan keingin tahuannya yang tak terkendalikan, mereka belum dipaksa oleh realitas realitas sosial yang mengganggu dan yang mengubah persepsi-persepsi dari saudara-saudaranya yang lebih tuah dan banyak orang dewasa dimana mereka beridentifikasi.
Maslow (1959 ) mengemukakan hierarki kebutuhan-kebutuhan dasar sebagai berikut: 1. kebutuhan-kebutuhan fisiologis, 2.kebutuhan-kebutuhan keamanan, 3.kebutuhan akan keikut sertaan dan kecintaan, 4.kebutuhan akan penghargaan, harga diri , kebebasan dan dianggap penting, 5.kebutuhan akan impormasi, 6.kebutuhan akan pengertian, 7.kebutuhan akan keindahan, 8.kebutuhan akan aktualisasi diri.
Semua aspek perkembangan manusia saling berkaitan, tak terkecuali perkembangan karir. Perkembangan karir merupakan bagian dari perkembangan manusia karena :
a. Perkembangan terjadi sepanjang hidup manusia
Hal ini dapat digambarkan dalam batas-batas kematangan yang merujuk kepada tahap perkembangan yang dicapai. Perkembangan karir seseorang berkaitan erat dengan tahap perkembangannya.
b.Perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan Ini berarti bahwa faktor psikologis, pendidikan, ekonomis, dan fisik berpengaruh terhadap perkembangan individu. Strategi intervensi bimbingan karir akan memadai apabila mempehatikan faktor-faktor tersebut.
c. Perkembangan adalah proses yang kontinu
Perkembangan individu dapat dibantu melalui intervensi seawal mungkin dan berlangsung sepanjang hidup. Ini berarti bahwa program yang hanya berpusat pada tahap perkembangan tertentu akan mengurangi efektivitas perkembangan. Bimbingan karir merupakan sala satu bentuk intervensi yang bisa dilakukan dalam proses pekembangan individu.
d. Sekalipun perkembangan kontinu, ada aspek-aspek yang dominan dalam berbagai periode perkembangan. Program pengembangan karir harus memperhatikan aspek-aspek dominan pada tahap perkembangan tertentu.
e. Perkembangan individu mencakup diferensiasi dan integrasi konsep diri dan persepsi tentang dunianya. Strategi intervensi harus dirancang untuk membantu individu pada saat berada dalam kematangan yang normal dari pada intervensi yang bersifat remedial. Bimbingan karir sebagai salah satu bentuk intervensi perkembangan individu dapat berfungsi preventif maupun kuratif.
f. Perkembangan individual, sehingga adanya keragaman individual. Program intervensi termasuk bimbingan karir harus memperhatikan keragaman individual tersebut.
          Elemen-elemen perkembangan karir tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Kesadaran diri; yaitu sadar akan diri sendiri, kebutuhan, kekuatan yang menuntut pengembangan dan pemehaman diri dan identitas diri yang positif akan mempermudah keputusan karir yang efektif.
b. Kesadaran pendidikan; murid mengenal dan menyadari pentingnya pengembangan keterampilan dasar dan penguasaan isi pengetahuan sebagai alat pencapaian tujuan karir.
c. Kesadaran karir; murid menyadari bahwa perkembangan karir berkembang melalui pendidikan dan pengalaman kerja dan memahami tentang adanya keragaman dalam dunia kerja.
d. Kesadaran ekonomis; memahami hubungan secara ekonomis antara ekonomi, gaya hidup dan pekerjaan.
e. Pengambilan keputusan; menyadari bahwa pengambilan keputusan melibatkan tindakan dalam hal mengidentifikasikan alternatif, memilih alternatif yang konsisten dengan tujuan dan implementasi keputusan tersebut.
f. Kompetensi awal; mengembangkan keterampilan kognitif yang diperlukan untuk memasuki dunia karir.
g. Apresiasi dan sikap; internalisasi karir yang memberikan kepuasan baik secara pribadi maupun sosial.
B.  Tugas-Tugas Perkembangan Karier Anak Sd
     Teori perkembangan karier menurut Super (dalam Sharf, 1992:123) disebut dengan istilah pelangi perkembangan karier sepanjang hayat. Ada dua konsep utama yang perlu dipahami dari pelangi perkembangan karier sepanjang hayat karya Super ini, yaitu peran kehidupan (roles) dan tahapan perkembangan karier (developmental stages). Super (Sharf, 1992:122) mendeskripsikan enam peran kehidupan yaitu peran individu sebagai (1) child, (2) student, (3) leisurite, (4) citizen, (5) worker, dan (6) homemaker. Menurut Super (Sharf, 1992: 122), pada masa anak sebagai child, student, dan leisurite merupakan peran yang sangat penting. Sedangkan pada masa remaja peran utama yang dianggap penting ialah sebagai citizen dan worker. Tetapi peran sebagai worker masih terbatas, karena peran ini menjadi peran utama masa dewasa.
Dalam mengembangkan teori tentang tahapan perkembangan karier, Super (Sharf, 1992:124) mengemukakan lima tahapan perkembangan, yaitu tahap (1) pertumbuhan (growth), (2)eksplorasi(exploration), (3) penentuan (establiahment), (4) pemeliharaan (maintenance), dan (5) tahap penurunan (disengagement). Kelima tahapan tersebut terbagi atas sub-sub tahapan.
Tahap pertumbuhan (growth) karier terjadi pada usia antara 0 sampai 14 tahunan. Tahap ini terdiri atas empat sub tahapan perkembangan, yaitu sub tahapan berkembangnya keingintahuan (curiosity), fantasi (fantasies), minat (interests), dan berkembangnya kemampuan (capacities) karier. Keingin tahuan anak pada usia 0-4 tahunan terhadap jenis-jenis karier merupakan awal perkembangan karier individu. Keingintahuan yang dimaksud ialah ketertarikan anak pada pengetahuan sesuatu, dan padahal yang baru atau tidak biasa. Misalnya, anak yang melihat dokter sedang memeriksa pasiennya, jika ia tertarik oleh oleh dunia kedokteran yang dilihatnya maka ia akan terdorong untuk mencari tahu tentang kedokteran. Biasanya, keingintahuan anak dipuaskan melalui eksplorasi, yaitu aktivitas anak dalam mencari dan menguji sesuatu. Jadi keingintahuan merupakan dorongan dasar (drive) atau kebutuhan (needs) sedangkan eksplorasi merupakan perilaku (action). Subtahapan fantasi terjadi pada usia 4-7 tahun ketika anak mulai mengembangkan fantasi kariernya. Misalnya, anak bermain dokter-dokteran seolah-olah ia sebagai dokter beneran. Subtahapan ketiga ditandai dengan munculnya minat anak terhadap karier tertentu, yang terjadi antara usia 7-11 tahun. Misalnya, anak yang berminat menjadi pesepakbola professional mulai menekuni dan menikmati aktivitas-aktivitas persepakbola. Tetapi pada tahap ini mereka belum mempertimbangkan faktor-faktor penghambat karier yang diminatinya itu. Subtahapan keempat ialah berkembangnya kemampuan (capacities) yang menjadi dasar terbentuknya kecakapan pada karier tertentu. Umumnya, subtahapan ini terjadi antara usia 11-14 tahun. Sedangkan usia 14-18 tahun merupakan masa transisi dari tahap pertumbuhan menuju tahap eksplorasi karier.
Tahap eksplorasi (eksploration) karier terjadi pada usia antara 18 sampai 25 tahunan. Tahap ini mencakup upaya-upaya individu dalam memperoleh suatu ide yang lebih baik tentang informasi pekerjaan, memilih alternatif-alternatif karier, mengambil keputusan karier, dan mulai bekerja (Super dalam Sharf, 1992: 180). Tahap ini terdiri atas tiga subtahapan, yaitu kristalisasi (crystallizing), spesifikasi (specifying), dan implementasi (implementing) karier. Kristalisasi karier yang umumnya terjadi pada usia 18-20 tahun merupakan proses klarifikasi individu terhadap karier yang ingin dijalaninya. Oleh sebab itu, individu mulai mempelajari pekerjaan-pekeraan yang mungkin sesuai dengan dirinya dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang menjadi persyaratan kerja pada suatu pekerjaan. Untuk itu, pada proses kristalisasi ini individu senantiasa menguji minat, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimilikinya. Spesifikasi karier terjadi pada usia 20 tahunan terutama pada mereka yang lulusan perguruan tinggi atau masih kuliah. Pada masa ini terlihat adanya upaya spesifikasi karier yang dilakukan individu. Misalnya, mahasiswa yang mengambil program keguruan magang menjdai guru disebbuah sekolah. Iplementasi karier yang umumnya terjadi mendekati usia 25 tahunan meruakan aktivitas-aktivitas yang dilakukan individu untuk mulai berkarier pada bidang pekerjaan tertentu. Pada usia antara 25-30 tahun individu umumnya mengalami transisi kedua sebelum masuk pada tahap penentuan (establishment) karier.
            Tahap penentuan (establishment) karier terjadi pada usia antara 30 sampai 45 tahunan. Penentuan yang dimaksud ialah diperolehnya ketentuan pada suatu bidang pekerjaan dengan dimulainya bekerja dalam bidang pekerjaan tertentu. Perilaku karier yang nampak sebagai subtahapan dari tahap penentuan karier ini terdiri ats tiga subtahapan, yaitu stabilitas (stabilizing), konsolidasi (consolidating),dan pemantapan (advancing) karier. Stabilitas karier ialah proses dimulainya penyesuaian individu dengan tuntutan pekerjaan sejak mulai bekerja. Pada subtahapan ini individu dituntut agar mampu memenuhi persyaratan kerja minimal sehingga ia setabil dalam posisinya. Konsolidasi merupakan proses untuk lebih menguatkan dan mengamankan posisi tertentu serta berupaya untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi dalam pekerjaannya. Pemantapan karier merupakan pergerakan karier individu ke jenjang yang lebih tinggi dan  terhormat di lingkungan kerjanya.
            Tahap pemeliharaan (maintance) karier terjadi pada usia antara 45 sampai 65 tahun. Tahap ini terdiri atas tiga subtahapan, yaitu subtahapan memiliki (holding), memperbaiki (updating), dan subtahapan inovasi (innovating). Memiliki karier yang dimaksud ialah aktivitas individu dalam mempelajari sesuatu yang baru untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu posisi. Perilaku yang tampak misalnya, melanjutkan studi yang sesuai dengan tuntutan kerja. Memperbaiki karier merupakan upaya memperbaharui pekerjaan sesuai dengan tuntutan lapangan. Misalnya, mengikuti seminar yang mengarah kepada profesi yang sedang digeluti atau mengunjungi pelanggan untuk melihat perkembangan baru di lapangan. Inovasi karier merupakan upaya maju dalam suatu profesi. Ini lebih mengarah kepada pengembangan kontribusi baru bagi lapangan.
            Tahap penurunan (disengagement) karier umumnya terjadi mulai usia 65 tahun ke atas. Tahap ini terdiri atas tiga sub tahapan, yaitu pelambatan (decelerating), perencanaan pengunduran diri (retirement planning), dan pengunduran diri (retirement living). Pelambatan merupakan penurunan tanggung jawab kerja seseorang atau proses penemuan cara kerja yang lebih mudah dengan waktu kerja yang lebih sedikit. Perencanaan pengunduran diri mengacu kepada terjadinya kembali upaya penyesuaian kerja dengan minat, kemampuan mental dan fisik, serta nilai-nilai.
            Menurut Super (Sharf, 1992;123), tahapan perkembangan karier tersebut tidak selamanya hierarkhi, sebab dalam perjalan karier seseorang ada kemungkinan terjadi proses recyle. Misalnya, jika individu usia tengah baya ingin berganti karier maka ia akan melakukan eksplorasi lagi terhadap karier barunya. Dengan demikian proses eksplorasi dapat terjadi pada setiap tahapan perkebangan karier. Perbedaan tahapan eksplorasi pada kisaran usia 18-25 tahun atau disebut tahapan eksplorasi dengan eksplorasi pada proses recyle ialah bahwa tahap eksplorasi merupakan aksi dan refleksi individu untuk menambah pengetahua diri tentang nilai kerja, minat pekrjaan, kemampuan kerja, dan berbagai hal tentang pekerjaan dan ragam dunia kerja. Secara tegas, Super ( savickas, 2010 ;52) menjelaskan bahwa tahap eksplorasi karier  merupakan “action and reflection that increase self-knowledge about work values,vocation interest, and occupational abilities as well as produces a broad fund of occopational information and knowladge about work”.
            Sedangkan eksplorasi pada proses recycle cenderung pada karier tertentu saja yang ditipu individu. Model eksplorasi seperti ini terutama terjadi jika individu berganti karier.
Berdasarkan teori Super, perkembangan karier anak uia SD berada pada tahap pertumbuhan (growth). Tahap pertumbuhan karier yang paling dominan pada anak usia SD adalah berkembangnya fantasi, minat, dan  kemampuan karier. Fantasi karier merupakan imajinasi dan penghayatan anak terhadap suatu karier. Melalui imajinasinya anak seolah-olah mampu melakukan suatu karier dan melalui penghayatan anak mulai memerankan suatu karier sesuai dengan imajinasi mereka. Ini terjadi terutama pada usia 4 sampai 7 tahun, yang jika dilihat dari usia SD mereka berada pada kelas-kelas awal. Sayangnya, imajinasi anak usia inni masih terbatas oleh proses berpikir transduktif sehingga terkadang apa yang mereka bayangkan tidak sesuai dengan yang sesungguhnya. Ini berarti guru atau orang tua punya kewajiban moral untuk turut mengembangkan fantasi karier mereka sesuai dengan karier yang sesungguhnya, tentu dalam cara yang sederhana.
Sementara itu, pada anak usia SD mulai berkembang minat-minat karier, yakni munculnya ketertarikan anak pada bidang karier tertentu. Apa yang mereka liat,rasakan, dan mereka amati dari lingkungan diluar dirinya direkam dan membentuk imajinasi karier tersebut. Apabila mereka menghayati maka lambat laun penghayatan akan imajinasi karier itu menumbuhkan minat pada karier tertentu. Hanya saja pertumbuhan minat karier itu teerkadang lebih ditentukan oleh pengaruh luar dari individu. Penjelasan ini memberi isyaratbahwa dalam kerangka pengembangan karier anak usia SD, guru atau orang tua berperan sebagai fasilitator tumbuhnya minat karier dari dalam diri anak dan untuk anak.
Pada anak usia SD sudah mulai tumbuh kapasitas karier, yakni serangkaian kemampuan dan keterampilan yang mendasari karier masa depan mereka. Peran guru atau orang tua adalah memfasilitasi kokohnya dasar kemampuan dan keterampilan karier tersebut.

C.  Indikator Kematangan Karier Anak Sd
 pada usia Sekolah Dasar dalam perkembangan karirnya memasuki tahap curiosity, yaitu tahap seseorang anak mulai mengeksplorasi informasi yang telah diberikan. Proses kematangan (kesadaran) karir pada anak-anak adalah dengan mengembangkan cara-cara untuk mengontrol perilaku mereka dengan mendengarkan diri mereka sendiri dan oranglain. Sedangkan untuk membuat keputusan karir, seorang anak membutuhkan untuk mengembangkan perspekifnya tentang masa depan. Dalam perkembangn karirnya, n-anak diberikan dengan caa pemberian informasi karir, memberikan model yang da disekitarnya (orangtua), dn mengembangkn mint yang diinginkan.
1.      Materi Layanan Bimbingan dan Koseling di Sekolah Dasar
Bersadarkan yang tercantum pada pedoman Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, Uman Suherman (271-273) mengemukakan materi layanan Bimbngan dan Konseling Karir di SD adalah sbagai berikut :
Kelas rendah :
a)    Mengenalkan perbedaan antar teman sebaya
b)   Menggambarkan perkembangan diri sendiri
c)    Menjelaskan bahwa bekerja itu penting bagi kehidupan sesuai dengan tuntutan lingkungan
d)   Mengenalkan keterampilan yang dimiliki
e)    Menjelaskan macam-macam pekerjaan yang ada dilingkungan sekolah
f)    Menggambarkan kegiatan setelah lulus sekolah
g)   Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang dilakukan orang dewasa
h)   Mengenalkan kegiatan-kegiatan yang menarik
i)     Mengenalkan alas an orang memilih suatu pekerjaan dan pilihan itu masih dapat berubah
j)     Menjelsakan bahwa kehidupan dimasa depan dapat direnanakan sejak sekarang
k)   Mengenalkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran
l)     Menjelaskan pekerjaan seseorang dipengaruhi oleh minat dan keterampilan yang dimiliki
Kelas tinggi
a)    Menjelakan manfaat mencontoh orang-orang yang berhasil
b)    Melatih siswa menggambarkan kehidupan di masa yang akan datang
c)    Membimbing diskusi mengenai pekerjaan wanita dan pria
d)   Menjelskan jenis-jenis keterampilan yang dikaitkan dengan pekejaan tertentu
e)    Membimbing siswa tentang macam-macam gaya hidup dan pengaruhnya
f)    Menjelaskan pengaruh nilai yang daunt dalam pengambilan keputuan
g)   Membimbing isiswa untuk merencanakan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya dimasa yang akan datang
h)   Membimbing siswa berdiskusi tentang pengaruh pekerjaan orang dewasa terhadap kehiupan anak
i)     Melatih siswa melihat hubungan antara minat dan kemampuan
j)     Mengenalkan bermacam-macam cara untuk menilai kemajuan berprestasi
k)   Mengenalkan macam-macam pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar.          
Istilah kematangan karir untuk siswa Sekolah Dasar adalah kesadaran karir (career awareness) karena pada tahap ini anak masih berada pada tingkatan kesadaran sebagai bentuk kematangan karir pda tahapannya. Kompetensi karir siswa Sekolah Dasar antara lain :
a)    Pentingnya pengetahuan konsep diri yang positif tentang perkembangan karir
b)   Keterampilan berinteraksi dengan orang lain
c)    Kesaran pentingnya perkembangan emosi dan fisik pembuatan keputusan karir
d)   Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
e)    Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
f)    Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
g)   Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik dan kesempatan karir
h)   Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhn di masyarakat
i)     Memahami bagaimana cara mengambil keputusan dan memilih alternative berdasarkan pendidikan dan tujuan karir
j)     Kesadaran hubungan antara peran dalam kehidupan dan tujuan karir
k)   Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-lai dna perempuan
l)     Kesadaran terhadap proses perencanaan karir
Norriss (1963:Herr&Cramer,1984:223). Menyarankan konsekuensi bimbingan karier di sekolah sekolah dasar ,khususnya yang berkenaan dengan informasi okupasional:  Taman kanak kanak. Anak mempelajari tentang aktivitas aktivitas kerja ibunya, ayahnya dan angota anggota rumah tangga lainnya
·       Kelas I Anak belajar tentang perkerjaan dalam lingkungan yang dekat –rumah,sekolah,dan tetangga.
·       Kelas II Anak belajar tentang pemberi pemberi bantuan jasa dalam masyarakat yang melayaninya dan juga tentang tokoh tokoh dan usaha usaha tetangganya yang dikenalnya.
·       Kelas III Anak meluaskan studi studinya dalam masarakat .penekananya pada tranfortasi ,komunkasi dan industri indistri utama lainnya.
·       Kelas IV Anak belajar tentang dunia kerja pada tingkat provinsi termasuk iindistri indusri utama pada provinsi itu .
·       Kelas V Studi studi anak diperluas sehingga meliputi kehidupan industri nasional .industri industri utama di berbagai bidang bagian dari Negara di pilihnya .
·       Kelas VI Program anak diperluas sehingga mencakup seluruh bagia dunia

D.  Masalah-Masalah Karier Anak SD
Bimbingan dan konseling karir tidak hanya melayani hanya dalam ruang lingkup pekerjaan ataupun profesi saja, bidang studi yang akan ditempuh klien juga merupakan suatu permasalahan yang harus guru BK/Konselor tangani. Permasalahan yang dihadapi oleh seorang siswa dalam menentukan bidang studi yang akan ditempuhnya kelak terutama bagi siswa-siswi jenjang akhir didalam sekolah membuat mereka dilema akan jurusan maupun sekolah atau bangku perkuliahan yang harus diambil mereka di masa yang akan datang. Maka dari itu pentingnya layanan bimbingan dan konseling karir harus ada dan merata di setiap sekolah yang ditangani oleh ahli (konselor) ataupun guru BK.
Didalam permasalahan siswa sekolah dasar, mereka yang umumnya masih dibawah umur tentu saja akan sulit mendapat informasi tentang jenjang sekolah yang akan diambilnya kelak. Biasanya mereka akan menuruti perkataan orang tua untuk mengambil sekolah lanjutan menengah pertama. Padahal sekolah merupakan wadah bagi siswa untuk berkembang secara optimal, maka itu mutu dan kualitas sekolah sangat berpengaruh bagi perkembangan siswa. Disini lah tugas guru BK/Konselor untuk meberikan informasi kepada siswa SD yang menjadi kliennya dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti untuk mendapatkan pencerahan tentang sekolah menengah pertamanya yang akan diambil dengan mempertimbangkan keadaan keluarga sekaligus lingkungan klien. .



DAFTAR PUSTAKA
Allen,L.R(1980). Leisure and its relationship ti work and career guidance vokasional guidance Quarterly,28(3) 257-262.
Brammer,L.M,&Shorrom,E,L(1960).Therapeutik psychology,engle wood cliffs,N.j:prentice-Hall.
Budiman, Nandang.Memahami Perkembangan AnakUsia SD. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral  Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.
Surajat, Akhmad.wordpress.com/2008/02/07
Trimo.BK karir di SD/2008/02/13.Semarang
Budiman, Nandang.Memahami Perkembangan AnakUsia SD. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral  Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....