Langsung ke konten utama

Makalah Perencanaan Program BK “Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling”



Makalah Perencanaan Program BK
 Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
Nama Kelompok         :
1.      Eko patrika                                    2014 141 106
2.      Diah agustina                                2014 141 083
3.      Dora serly anggita                         2014 141 125
4.      Fatma agustina                              2014 141 125
5.      Mariyati                                         2014 141 106
6.      Tiara arianti                                   2014 141 101
Semerter/Kelas            : 3/ C
Mata Kuliah                : Perencanaan Program Bk
Program Studi             : Bimbingan Dan Konseling
Jurusan                        : Ilmu Pendidikan
Dosen Pengasuh          :Kurnia Sari, M.Pd, Kons

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2015



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT bahwa dengan Rahmat dan Ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan Makalah   Mata Kuliah “Perencanaan Program BKyang berjudul “Pelaksanaan Program BK” sebagai tugas Mata Kuliah Semester Tiga.
Semoga Makalah ini dapat menambah wawasan kita semua. Tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan penulisan makalah ini. Oleh sebab itu penulis menerima kritik positif dari pembaca sebagai perbaikan bagi penulis dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfat.
Akhir kata penulis ucapkan “Terima Kasih”.


Palembang, 19 Oktober 2015


Penulis














DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I   PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang......................................................................................1
1.2       Rumusan Masalah.................................................................................2
1.3.   Tujuan Penulisan...................................................................................2
BAB II   PEMBAHASAAN
2.1    Hakikat Penyusunan Program BK.........................................................3
2.2    Kreteria Pelaksanaan Program..............................................................4
2.3    Organisasi Pelayanan Bk ......................................................................5
2.4   Personel Pelaksana Program Bk Di Sekolah.........................................7
2.5   Mekanisme Kerja..................................................................................11
BAB III   PENUTUP
3.1   Kesimpulan..........................................................................................14
3.2   Saran....................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Saat ini keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah termasuk madrash sudah tampak lebih baik apabila dibandingkan dengan era sebelumnya. Pengakuan ke arah pelayanan bimbingan dan konseling atau konseling sebagai suatu profesi sudah semakin mengkristal terutama dari pemerintah dan kalangan profesi lainnya. Meskipun demikian, masih adanya persepsi negative tentang bimbingan dan konseling terutama tentang keberadaannya di sekolah dan madrasah dari para guru mata pelajaran, sebagian pengawas, kepala sekolah, dan madrasah, bahkan guru dan siswanya sendiri. Guru Bimbingan dan konseling dianggap guru yang tidak ada aktifitas, guru pasif, dan tudingan-tudingan lainnya. Munculnya perspektif ini antara lain disebabkan ketidaktahuan akan tugas, peran, fungsi, dan tanggung jawab guru bimbingan dan konseling baik oleh pra guru mata pelajaran atau komite-komite sekolah yang lain.
Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan mamiliki kontribusi terhadap keberhasilan proses pendidikan di sekolah dan madrasah. Hal ini berarti bahwa proses pembelajaran di sekolah dan madrasah tidak akan berhasil secara optimal tanpa didukung oleh penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, sangat diperlukan program bimbingan dan konseling di sekolah-sekolah dan madrasah. Dan disini kami akan membahas tentang program bimbingan dan konseling beserta seluk beluknya.
Menjadi seorang konselor  haruslah mempunyai program kerja dalam sekolah dan madrasah. Dalam program kerja harus ada tahap penyusunan pelaksanaan. Maka dari itu makalah kami akan membahas tentang hakikat penyusunan program, kreteria pelaksanaan program bimbingan dan konseling, Organisasi pelayanan BK, Personel pelaksana pelayanan BK di sekolah, serta mekanisme kerja pelaksanaan program BK.


1.2     RUMUSAN MASALAH
a)             Bagaimana Hakekat Program Bk?
b)             Bagaimana Kreteria Pelaksanaan Program Bk?
c)             Bagaimana Organisasi Pelayanan Bk?
d)            Bagaimana Personel Pelaksana Pelayanan Bk Di Sekolah?
e)             Bagaimana Mekanisme Kerja Program Bk?

1.3.1    TUJUAN MASALAH
a)             Untuk Mengetahui Hakikat Program BK!
b)             Untuk Mengetahui  Kreteria Pelaksanaan Program BK!
c)             Untuk Mengetahui Organisasi Pelayanan BK!
d)            Untuk Mengetahui Personel Pelaksana Pelayanan BK Di Sekolah!
e)             Untuk Mengetahui  Mekanisme Kerja Program BK!













BAB II
PEMBAHASAN
2.2        Hakikat Program BK
a)             Pengertian Program BK
Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitchell (1981) program bimbingan dan konseling adalah suatu program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri. Program bimbingan itu menyangkut dua faktor, yaitu : (1) faktor pelaksana atau orang yang akan memberikan bimbingan dan (2) faktor-faktor yang berkaitan dengan perlengkapan, metode, bentuk layanan siswa-siswa, dan sebagainya, yang mempunyai kaitan dengan kegiatan bimbingan (Abu Ahmadi, 1977).
b)             Tujuan Penyusunan Program BK
Tujuan penyusunan program  tidak lain agar kegiatan pelayanan konseling di sekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif dan efisien, serta hasil-hasilnya dapat di nilai,. Tersusun dan terlaksananya program pelayanan konseling dengan baik akan lebih menjamin pencapaian  tujuan kegiatan pada khususnya, tujuan sekolah pada umumnya, juga akan lebih menegakkan akuntabilitas pelayanan konse!ng di sekolah.Juntika (2002:85) tujuan  penyusunan program pelayanan konseling adalah adanya kejelasan arah pelaksanaan program, adanya kemudahan mengontrol  dan mengevaluasi kegiatan, clan terlaksananva program kegiatan secara lancar, efisien, dan efektif.
Sedangkan menurut Pengurus Besar IPBI (2001:3) tujuan penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling ialah agar Guru Pembimbing memiliki pedoman yang pasti dan jelas, sehingga kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah dapat  terlaksana dengan !ancar, efektif dan serta hasil-hasilnya dapat dinilai.
Program pelayanan konseling tersebut hendaknya dibuat secara  tertulis dan selanjutnya dikomunikasikan kepada sesarna Guru Pembimbing. sejawat dan guru, staf sekolah lainnya, serta pirnpinan sekolah, untuk selanjutnya menjadi rambu-rambu bagi kerja sama antara Guru Pembimbing dengan semua personil-personil sekolah yang dimaksudkan itu.

2.2       Kreteria Pelaksanaan Program BK
Dalam penyusunan program BK diharapkan memenuhi unsur-unsur dan persyaratan tertentu. Menurut Prayitno (1998) unsur-unsur yang harus diperhatikan dan menjadi isi program bimbingan dan konseling meliputi kebutuhan siswa, jumlah siswa yang dibimbing, kegiatan di dalam dan di luar jam belajar sekolah, jenis bidang bimbingan dan jenis layanan, volume kegiatan bimbingan dan konseling, dan frekuensi layanan terhadap siswa.
Sedangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyusunan program bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
1.             Berdasarkan kebutuhan bagi pengembangan peserta didik sesuai dengan kondisi pribadinya, serta jenjang dan jenis pendidikannya.
2.             Lengkap dan menyeluruh, artinya memuat segenap fungsi bimbingan. kelengkapan program  ini disesuaikan dengan kebutuhan  dan karakteristik peserta didik pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
3.             3. Sistematik, dalam  arti program, disusun  menurut urutan logis, tersinkronisasi dengan menghindari turnpang tindih yang tidak perlu, serta dibagi-bagi secara logis,
4.             Terbuka dan luwes, artinya mudah menerima masukan untuk pengembangan dan penyempurnaan, tanpa harus merombak program itu secara menyeluruh.
5.             Memungkinkan kerja sama dengan fihak yang terkait dalam rangka sebesar-besamya memanfaatkan berbagai sumber dan kemudahan yang tersedia bagi kelancaran dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling.
6.             Memungkinkan diselenggarakannya penilaian dan tindak lanjut untuk penyempurnaan program pada khususnya dan peningkatan keefektifan dan keefisienan penyelenggaraan program pelayanan bimbingan dan konseling pada umumnya.
Sedangkan menurut Kaufan, F. W. Miller dalam Natawidjaja menyebutkan bahwa suatu program dikatakan baik jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.         Program itu disusun dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata dari para siswa sekolah yang bersangkutan.
2.         Kegiatan bimbingan diatur menurut skala prioritas yang juga ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa dan kemampuan petugas.
3.         Program itu dikembangkan berangsur-angsur dengan melibatkan semua tenaga kependidikan di sekolah dalam merencanakannya.
4.         Program itu memiliki tujuan yang ideal, tetapi realistik dalam pelaksanaannya.
5.         Program itu mencerminkan komunikasi yang berkesinambungan diantara semua anggota staf pelaksananya.
6.         Menyediakan fasilitas yang diperlukan.
7.         Penyusunan disesuaikan dengan program pendidikan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
8.         Memberikan kemungkinan pelayanan semua siswa.
9.         Memperlihatkan peranan yang penting dalam menghubungkan dan memadukan sekolah dengan masyarakat.
10.       Berlangsung sejalan dengan proses penilaian diri, baik mengenai program itu sendiri maupun kemajuan pengetahuan, keterampilan dan sikap petugas pelaksanaanya.
11.       Program itu hendaknya menjamin keseimbangan dan kesinambungan seluruh pelayanan bimbingan.

2.3        Organisasi Pelayanan BK
Untuk mencapai tujuan yang optimal dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling disekolah maka diperlukan suatu organisasi yang baik. Organisasi dalam pengertian umum adalah suatu badan yang mengatur segala kegiatan untuk mencapai tujuan. Bimbingan dan konseling tidak akan dapat dilaksanakan tanpa organisasi yang baik. Tanpa organisasi berarti tidak adanya koordinasi dan perencanaan, sasaran yang cukup jelas, kontrol, dan kepemimpinan yang berwibawa, tegas dan bijaksana.
Jadi program layanan bimbingan dapat berjalan dengan lancar, tertib, efektif, dan efisien, apabila dilaksanakan dalam suatu organisasi yang baik dan teratur. Hal ini sangat penting sekali dalam pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling disekolah, karena organisasi yang baik dan teratur dapat menciptakan hubungan yang administrative yang jelas dan tegas antara pihak yang bersangkutan yang tergabung dalam staf bimbingan dan konseling. Disetiap itu anggota staf dapat memahami tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenangnya didalam seluruh kegiatan layanan bimbingan dan konseling disekolah, serta setiap petugas menyadari peranannya, dan bentuk-bentuk hubungan kerjasama dengan petugas lain dalam melaksanakan tugasnya.
Gambar:contoh struktur ornanisasi pelayanan BK Di SMPN 1 Prambom

Keterangan :
a.                   Kepala sekolah sebagai koordinator bimbingan dan konseling adalah penanggung jawab langsung serta pemegang kebijaksanaan dalam pelaksanaan program layanan bimbingan disekoh.
b.                  Koordinator BK sebagai pelaksana utama yang mengkoordinasi pemmbimbing semua kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah
c.                   Guru mata pelajaran sebagai pelaksana pengajaran dan pelatihan serta bertanggung jawab memberikan informasi tentang peserta didik untuk kepentingan bimbingan dan konseling
d.                  Wali kelas sebagai guru yang khusus disamping mengajar untuk mengelola status kelas siswa tertentu dan bertanggung jawab membantu kegiatan bimbingan dan konseling di kelas.
e.                   Tata usaha sebagai pembantu kepala sekolah dalam menyelenggarakan administrasi,ketatausahaan sekolah dan pelaksanaan administrasi bimbingan dan konseling.
f.                   Komite sekolah sebagai badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu,pemerataan,dan efesiensi pengelolaan pendidikan,baik pada pendidikan pra sekolah,jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah.
g.                  Peserta didik/siswa sebagai subyek yang menerima pengajaran,pelatihan dan pelayanan bimbingan dan konseling.

2.4   Personel Pelaksana Pelayanan BK Di Sekolah
Personel pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling disekolah adalah segenap unsur yang terkait dalam organigram pelayanan bimbingan dan konseing di sekolah dengan koordinator dan guru pembimbing sebagai pelaksana utamanya. Uraian tugas masing masing dijelaskan sebagai berikut:
1.            Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh di sekolah yang bersangkutan. Tugas kepala atau peranan kepala sekolah adalah :
a.        Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan di sekolah, sehingga kegiatan pengajaran, pelatihan dan bimbingan Konseling merupakan kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis.
b.       Menyediakan sarana dan prasarana, tenaga / SDM dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya layanan bimbingan Konseling yang efektif dan efisien.
c.        Melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program BK, penilaian dan upaya tindak lanjut layanan bimbingan Konseling.
d.       Mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama pelaksanaan pelayanan bimbingan Konseling.
e.       Memberikan kemudahan bagi terlaksananya program BK di sekolah.
f.       Menetapkan koordinator guru pembimbing yang bertanggung jawab  atas koordinasi pelaksanaan BK di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama guru pembimbing ( konselor).
g.      Menyiapkan surat tugas guru pembimbing dalam proses BK pada setiap awal semester.
h.      Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan BK sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing ( konselor).
i.        Melaksanakan layanan BK terhadap minimal 40 siswa bagi kepala sekolah yang berlatar belakang pendidikan BK.
2. Staf Pimpinan / WAkil Kepala Sekolah
Wakasek bertugas membantu kepala sekolah dalam hal :
a.      Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan BK kepada semua personil sekolah
b.      Melaksanakan kebijakan pimpinan sekolah terutama dalam layanan BK dan
c.     Melaksanakan BK terhadap minimal 75 siswa, bagi wakasek yang berlatar belakang pendidikan BK
3. Koordinator Bimbingan Konseling
a.       Koordinator Bimbingan Konseling bertugas mengkoordinasikan guru Bimbingan konseling dalam :
1)   Memasyarakatkan pelayanan bimbingan Konseling
2)  Menyusun program Bimbingan Konseling
3)  Melaksanakan program Bimbingan Konseling
4)  Mengadministrasikan pelayanan Bimbingan Konseling
5)  Menilai program dan pelaksanaan Bimbingan Konseling
6)  Memberikan tindak lanjut terhadap hasil penilaian BK.
b.      Membuat usulan kepada kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana.
c.      Mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan BK kepada kepala sekolah.
4. Guru Bimbingan Konseling / Konselor
Sebagai pelaksana utama, tenaga inti dan ahli guru Bimbingan Konseling / konselor bertugas.
a. Memasyarakatkan pelayanan Bimbingan Konseling
b. Merencanakan program Bimbingan Konseling
c. Melaksanakan segenap layanan Bimbingan Konseling
d. Melaksanakan kegiatan pendukung Bimbingan Konseling
e. Menilai proses dan hasil pelayanan Bimbingan Konseling dan  kegiatanpendukungnya.
f. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan penilaian
g. Mengadministrasikan layanan dan kegitan bimbingan konseling yang dilaksanakan.
h. Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan konseling pada koordinator.
5. Guru Mata Pelajaran
Sebagai tenaga ahli pengajaran dalam mata pelajaran tertentu dan sebagai personil yang sehari-hari langsung berhubungan dengan siswa, peranan guru mata pelajaran dalam pelayanan bimbingan konseling adalah :
a.     Membantu memasyarakatkan pelayanan Bimbingan Konseling kepada siswa.
b.     Membantu guru Bimbingan Konseling / konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan Bimbingan Konseling.
c.     Mengalih tangankan (liferal) siswa yang memerlukan layanan Bimbingan Konseling kepada konselor.
d.    Menerima siswa alih tangan dari guru Bimbingan Konseling, yaitu siswa yang menurut guru Bimbingan Konseling memerlukan pelayanan pengajaran khusus (seperti pengajaran perbaikan, program pengajaran.
e.     Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan Bimbingan Konseling.
f.     Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan Bimbingan Konseling.
g.     Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa seperti konferensi kasus.
h.     Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan Bimbingan Konseling dan upaya tindak lanjutnya.
6. Wali Kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu, dalam pelayanan bimbingan dan konseling wali kelas berperan:
a)             Membantu mengelola kelas tertentu, dalam pelayanan Bimbingan Konseling, wali kelas berperan dengan cara :
1. Mengumpulkan data tentang siswa.
2. Menyelenggarakan penyuluhan
3. Meneliti kemajuan dan perkembangan siswa.
4. Pengaturan dan penempatan siswa.
5. mengidentifikasi siswa sehari-hari.
6. Kunjungan rumah/konsultasi dengan orang tua/wali.
b).   Membantu guru mata pelajaran melaksanakan perannya dalam pelayanan  Bimbingan Konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
c).        Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling. 
d). Ikut serta dalam konferensi kasus
7. Staf Tata Usaha / Administrasi
Staf tata usaha atau administrasi adalah personil yang bertugas:
a)      Membantu guru pembimbing dan koordinator dalam mengadministrasikan seluruh kegiatan BK di sekolah
b)      Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan BK
c)      Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam layanan BK
d)     Membantu melengkapi dokomen tentang siswa seperti catatan komulatif siswa.
2.5     Mekanisme Kerja
          Mekanisme kerja guru mata pelajaran,wali kelas,guru pembimbing, dan kepala sekolah dalam pembinaan siswa disekolah diperlukan adanya kerja sama semua pesonel sekolah yang meliputi guru mata pelajaran,guru pembimbing,wali kelas, dan kepala sekolah.
a).      Guru mata pelajaran
          membantu memberikan informasi tentang data siswa yang meliputi:
             1.          Daftar nilai siswa
             2.          Observasi
             3.          Catatan anekdot
b)             Wali kelas         
            Di samping sebagai orang tua kedua disekalah,juga membantu mengkoordinasi informasi dan kelengkapan data yang meliputu:
1.         Daftar nilai
2.         Angket siswa
3.         Angket orang tua
4.         Catatan anekdot
5.         Laporan observasi siswa
6.         Catatan kunjungan rumah
7.         Catatan wawancara
c)             Guru pembimbing         
            Disamping bertugas memberikan layanan informasi kepada siswa juga sebagai sumber data yang meliputi:
1.         Kartu akademis
2.         Catatan konseling
3.         Catatan psikotes
4.         Catatan konferensi kasus
            Maka guru pembimbing perlu melengkapi data yang diproleh dari guru mata pelajaran. Wali kelas dan sumber-sumber lain yang terkait yang akan dimasukan kedalam buku pribadi dan map pribadi.

d)                 Kepala sekolah
            Sebagai penanggung jawab pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah perlu mengetahui dan memeriksa semua kegiatan yang dilakukan oleh guru pembimbing yang perlu diketahui oleh kepala sekolah meliputi:
1.    Melaporkan kegiatan bimbingan dan konseling sebulan sekali
2.    Laporan tentang kelengkapan data.





BAB III
PENUTUP
3.1   Kesimpulan
Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitchell (1981) program bimbingan dan konseling adalah suatu program yang memberikan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan penyesuaian diri.
Menurut Prayitno (1998) unsur-unsur yang harus diperhatikan dan menjadi isi program bimbingan dan konseling meliputi kebutuhan siswa, jumlah siswa yang dibimbing, kegiatan di dalam dan di luar jam belajar sekolah, jenis bidang bimbingan dan jenis layanan, volume kegiatan bimbingan dan konseling, dan frekuensi layanan terhadap siswa.
Organisasi pelayanan BK berupa komite sekolah,kepala sekolah/wakil kepala sekolah, tenaga ahli, tata usaha, wali kelas/guru, guru pembimbing, guru mata pelajaran/pelatih.
Personel pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling disekolah meliputi kepala sekolah,wakil kepala sekolah, koordinator bimbingan,guru BK,wali kelas,guru mata pelajaran/pelatih, Staf Tata Usaha / Administrasi.
Mekanisme kerja dalam pelaksanaan program BK meliputi  guru mata pelajaran,wali kelas,guru pembimbing, dan kepala sekolah.
3.2     Pesan
Jadilah konselor yang berkualitas dengan memberikan pelayanan BK yang terbaik bagi peserta didik dan bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain.


DAFTAR PUSTAKA
Sukardi,ketut dewa. 2010. Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Jakarta: Renika Cipta
http://mshol.blogspot.co.id/2010/03/mekanisme-bimbimkonseling-bk.html
https://anggunkusumawardhanie.wordpress.com/2011/11/28/struktur-organisasi-dan-peranan-personil-bk/
http://animenekoi.blogspot.co.id/2012/02/hakekat-penyusunan-program-bk.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....