MAKALAH
KOMUNIKASI
ANTAR PRIBADI
“MENGELOLA
KONFLIK ANTAR PRIBADI”
DI
SUSUN OLEH :
KELOMPOK
6
Nama
Kelompok :
1. Tuh
Indri 2014 141 083
2. Ema
Kusna Haryati 2014 141 102
3. Ayu
Soraya 2014 141 104
4. Mariyati 2014 141 106
5. Ikhfina
Dwi N.A 2014 141 119
6. Fatma
Agustina 2014 141 124
Semerter/Kelas :
3/ C
Mata Kuliah :
Komunikasi Antar Pribadi
Program Studi : Bimbingan Dan Konseling
Jurusan :
Ilmu Pendidikan
Dosen Pengasuh :
Romadona Noverina, S.Pd M.Pd
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI PALEMBANG
2015
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT bahwa dengan Rahmat dan
Ridho-Nya. Serta Shalawat beserta salam kita
sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman
hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Penulis dapat menyelesaikan Makalah Mata Kuliah “Komunikasi
Antar Pribadi” yang berjudul “Mengelola Konflik Antar Pribadi” sebagai
tugas Mata Kuliah Semester Tiga.
Semoga Makalah ini dapat menambah wawasan kita semua. Tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan penulisan makalah
ini. Oleh sebab itu penulis menerima kritik
positif dari pembaca sebagai perbaikan bagi penulis dimasa yang akan datang.
Semoga makalah ini bermanfat.
Akhir kata penulis ucapkan “Terima Kasih”.
Palembang, 5 November
2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3. Tujuan
Penulisan.............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAAN
2.1 konflik
dalam hubungan antar
pribadi............................................................3
2.2 mengelola
konflik antar
pribadi......................................................................5
2.3 jenis konflik dalam komunikasi......................................................................6
2.4 faktor yang mempengaruhi konflik................................................................8
2.5 strategi mengatasi konflik.............................................................................10
2.3 jenis konflik dalam komunikasi......................................................................6
2.4 faktor yang mempengaruhi konflik................................................................8
2.5 strategi mengatasi konflik.............................................................................10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan....................................................................................................11
3.2 Saran..............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Konflik
merupakan sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua
kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu
tujuan.Dan konflik dapat berupa
perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau
munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik
sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap
di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang
dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing masing.
Komunikasi
sebagai media interaksi diantara orang-orang dapat dengan mudah menjadi basis
terjadinya konflik. Bisa dikatakan komunikasi oleh pedang bermata dua: tidak
adanya komunikasi dapat menyebabkan terjadinya konflik, tetapi di sisi lain,
komunikasi yang terjadi itu sendiri dapat menjadi potensi terjadinya konflik.
B.
RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana konflik dalam hubungan antar pribadi?
b. Bagaimana mengelola konflik antar pribadi?
c. Bagaimana jenis konflik dalam komunikasi?
d. Apa faktor yang mempengaruhi konflik?
e. Bagaimana strategi mengatasi konflik?
b. Bagaimana mengelola konflik antar pribadi?
c. Bagaimana jenis konflik dalam komunikasi?
d. Apa faktor yang mempengaruhi konflik?
e. Bagaimana strategi mengatasi konflik?
C. TUJUAN MAKALAH
a. Mengetahui konflik dalam hubungan antar pribadi.
b. Mengetahui cara mengelola konflik antar pribadi.
c. Mengetahui jenis konflik dalam komunikasi.
d. Mengetahui faktor yang mempengaruhi konflik.
e. Mengetahui strategi mengatasi konflik.
a. Mengetahui konflik dalam hubungan antar pribadi.
b. Mengetahui cara mengelola konflik antar pribadi.
c. Mengetahui jenis konflik dalam komunikasi.
d. Mengetahui faktor yang mempengaruhi konflik.
e. Mengetahui strategi mengatasi konflik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
KONFLIK DALAM HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
Robbins (1996)
dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses
interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut
pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif
maupun pengaruh negatif. Sedang menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi
yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan.
Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri
diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan
permusuhan.
Perbedaan
pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik
bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik.
Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan
beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin
mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus
kearah konflik, terutama bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang
bertentangan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena
orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan.
Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan
konflik. Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu
negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal
dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun
bagi kelompok.
Orang sering
menganggap konflik bersumber dari tindakan dan inti persoalan , namun
sebenarnya konflik sering disebabkan oleh komunikasi yang buruk.Komunikasi
dapat menjadi masalah besar.Banyak persoalan dapat diselesaikan jika komunikasi
berjalan lancar. Komunikasi yang buruk memperparah persoalan karena setiap
orang yang terlibat dalam konflik secara tidak sadar mereka – reka motivasi
buruk pihak lain.Perbedaan antara pesan yang disampaikan dan pesan yang
diterima akan menimbulkan masalah komunikasi ketika konflik berlangsung. Setiap
hubungan antar pribadi mengandung unsur-unsur konflik, pertentangan pendapat
atau perbedaan kepentingan. Yang dimaksud konflik adalah situasi dimana
tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat atau mengganggu
tindakan pihak lain ( Johnson,1981 )
Kendati unsur
konflik selalu terdapat dalam setiap bentuk hubungan antar pribadi, pada
umumnya individu memandang konflik sebagai keadaan yang buruk dan harus
dihindarkan. Konflik dipandang sebagai faktor yang akan merusak hubungan, maka
harus dicegah. Namun, kini banyak orang mulai sadar bahwa rusaknya suatu
hubungan lebih disebabkan oleh kegagalan memecahkan konflik secara konstruktif,
adil dan memuaskan kedua belah pihak bukan oleh munculnya konflik itu sendiri.
Pengelolaan konflik secara konstruktif,konflik dapat memberikan manfaat positif
bagi diri kita sendiri maupun bagi hubungan kita dengan orang lain. Beberapa
contoh manfaat dari konflik adalah sebagai berikut ( Johnson, 1981 ) :
a)
Konflik dapat membuat kita sadar bahwa ada masalah yang
perlu diselesaikan dalam hubungan kita dengan orang lain.
b)
Konflik dapat memunculkan kesadaran dan memotivasi kita
untuk melakukan berbagai perubahan dalam diri kita.
c)
Konflik dapat memotivasi kita untuk segera memecahkan
msalah yang selama ini tidak kita sadari dengan jelas.
d)
Konflik juga bisa membuat kehidupan menjadi lebih
menarik.
e)
Munculnya konflik dalam ragam pendapat bisa membantu
kita kearah pencapaian
f)
Konflik juga dapat menghilangkan ketegangan-ketegangan
kecil yang sering terjadi dan muncul dalam hubungan kita dengan orang lain.
g)
Konflik juga dapat membuat diri kita sadar tentang dan
bagaimana kita sebenarnya.
h)
Konflik bahkan dapat menjadi sumber hiburan.
i)
Konflik dapat mengakrabkan dan memperluas hubungan.
B.
MENGELOLA KONFLIK ANTAR PRIBADI
Jika kita
terlibat dalam suatu konflik dengan orang lain, ada hal yang harus
dipertimbangkan yaitu:
1)
Kepentingan pribadi kita
2)
Hubungan baik dengan pihak lain
Lima
gaya mengelola konflik antar pribadi, yaitu:
a.
Gaya Kura-kura
a.
Cenderung menghindari masalah
a. Cenderung
menghindari orang-orang yang berpotansi timbulkan konflik
b. Ada
keyakinan bahwa solusi konflik hanya sia-sia
c. Lebih
mudah menarik diri (fisik dan psikologis) daripada menghadapinya
d. Figur
: baladewa
b. Gaya
ikan hiu
a. Tercapainya
tujuan pribadi adalah hal utama
b. Hubungan
dengan pihak lain tidak terlalu penting.
c. Konflik
harys diselesaikan dengan cara satu pihak menang dan pihak lainnya kalah
d. Mencari
kemenangan dengan cara menyerang, mengungguli dan mengancam
e. Figur
: Duryudana
c. Gaya kancil
a.
Sangat mengutamakan hubungan
b.
Kurang mementingkan tujuan-tujuan pribadi
c.
Ingin diterima dan disukai orang lain
d.
Konflik harus dihindari, demi kerukunan
e.
Adanya keyakinan bahwa setiap konflik tidak mungkin
dipecahkan tanpa merusak hubungan.
f.
Konflik harus
didamaikan bukan dipecahkan, agar hubungan tidak menjadi rusak
g.
Figure: puntadewa
e. Gaya
rubah
a.
Senang mencari kompromi
b.
Tercapainya tujuan pribadi maupun terpeliharanya
hubungan baik dengan pihak lain sama-sama penting
c.
Mau mengorbankan sedikit tujuan dan hubungannya dengan
pihgak lain demi tercapainmya kepentingan dan kebaikan bersama
d.
Gaya burung hantu
e.
Sangat mengutamakan tujuan pribadi sekaligus
hubungannya dengan pihak lain
f.
Konflik merupakan masalah yang harus dicari solusinya.
g.
Solusi konflik harus sejalan dengan tujuan pribadi
lawan
h.
Konflik bermanfaat meningkatkan hubungan dengan cara
mengurangi ketegangan yang terjadi antara dua pihak yang berhubungan
i.
Selalu berusaha mancari penyelesaian yang memuaskan
kedua pihak
j.
Berusaha
menghilangkan ketegangan dan perasaan negatif lain yang mungkin muncul dalam diri
kedua belah pihak
k.
Figure: kresna
C.
JENIS KONFLIK DALAM KOMUNIKASI
Menurut
James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu
konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan
kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.
1)
Konflik Intrapersonal
Konflik
intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi
bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin
dipenuhi sekaligus.
Sebagaimana diketahui
bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut:
1) Sejumlah
kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
2) Beraneka
macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan
itu terlahirkan.
3) Banyaknya
bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dantujuan.
4) Terdapatnya
baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuantujuanyang
diinginkan.
Hal-hal di
atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya acapkali menimbulkan
konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak
menyenangkan. ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
1) Konflik
pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang
sama-sama menarik.
2) Konflik
pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan
yang sama menyulitkan.
3) Konflik
penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang
mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
2.
Konflik Interpersonal
Konflik
Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua
orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik
interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku
organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari
beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses
pencapaian tujuan organisasi tersebut. Konflik antar individu-individu dan
kelompok-kelompok Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu
menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada
mereka oleh kelompok kerja mereka.
Sebagai contoh
dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya
karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia
berada. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama Konflik ini
merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.
Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua
macam bidang konflik antar kelompok.
3.
Konflik antara organisasi
Contoh seperti
di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap
sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan
persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan
timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru,
harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
D.
FAKTOR PENYEBAB KONFLIK
1)
Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian
dan perasaan.
Setiap
manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan
perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan
perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor
penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak
selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di
lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada
yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
2)
Perbedaan latar
belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang
sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian
kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan
menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
3)
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia
memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda.
Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok
memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal
yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.
4)
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam
masyarakat.
Perubahan
adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu
berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu
terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami
proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab
nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian
secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang
berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja
dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan
bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal
perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan
nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah
menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam
dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau
mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan
akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap
mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
E.
STRATEGI MENGATASI KONFLIK
Konflik dalam
komunikasi perlu diatasi, maka dari itu yang perlu dilakukan adalah sebagai
berikut:
1.
Perlu keterampilan untuk membedakan yang wajar dan
sehat serta terampil untuk mengelolanya.
2.
Menetapkan batas secara konstruktif antara yang boleh
dibahas dengan yang tidak.
3.
Memulai percakapan yang bermanfaat dan dapat diterima
setiap pihak.
4.
Mengarahkan pada batas-batas yang disepakati
5.
Terampil menyatakan ketidaksetujuan tanpa ada kesan
menolak gagasan pihak lain.
6.
Sebaliknya, ia mampu menerima ketidaksetujuan pihak
lain tanpa merasa ditolak.
7.
Melihat konflik dari sudut pandang orang lain.
8.
Mengarahkan keputusan pada kepuasan bersama (win-win
solution)
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perbedaan
pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik
bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik.
Persaingan sangat erat hubungannya dengan konflik karena dalam persaingan
beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin
mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus
kearah konflik, terutama bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang
bertentangan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena
orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan.
Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan
konflik. Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu
negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal
dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun
bagi kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Fauzan,Lutfi .2008. “Teknik – Teknik Komunikasi Untuk Konselor”.
Malang.UM
Press.
http://kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/4eMANAJEMEN%20KONFLIK(revJan’03).doc
http://vhalleandra.blog.friendster.com/2008/12/manajemen-konflik-dan-komunikasi-organisasi/
http://kmpk.ugm.ac.id/data/SPMKK/4eMANAJEMEN%20KONFLIK(revJan’03).doc
http://vhalleandra.blog.friendster.com/2008/12/manajemen-konflik-dan-komunikasi-organisasi/
Komentar
Posting Komentar