Nama :Mariyati Jurusan :BimbinganDan
Konseling
Nim :2014 141 106 Mata
Kuliah :Studi Kasus
Kelas :6/C Dosen
Pengampu :Mirnayenti, M.Pd
RESUME
PENDAHULUAN
1.
Studi
kasus sebagai strategi penelitian
Studi
kasus telah di gunakan di berbagai lapangan, seperti:
·
Penelitian kebijakan, ilmu politik, dan
administrasi umum
·
Psikologi masyarakat dan sosiologi
·
Studi-studi organisasi dan manajemen
·
Penelitian perencanaan tata kota dan
regional
·
Pengerjaan berbagai di sertai atau tesis
dalam ilmu-ilmu sosial.
Menurut John W. Creswell: Studi kasus merupakan strategi penelitian di
mana di dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa,
aktivitas, proses, atau sekelompok individu. Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan
informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data
berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
Sebagai suatu uapaya
penelitian, studi kasus dapat memberi nilai tabah pada pengetahuan kita secara
unik tentang fenomena individual, organisasi, sosial dan politik. Studi kasus
selama imi telah menjadi strategi penelitian bidang-bidang psikologi, sosial,
ilmu poitik dan perencanaan. Studi-studi kasus bakhan ditemukan dilapangan
ekonomi, dimana sturuktur industri atau
ekonomi suatu kota atau regional perlu diselidiki. Pada semua situasi,
kebutuhan akan studi kasus melampaui keingianan untuk memahami fenomena sosial
yanng kompleks. Singkatnya studi kasus memungkinkan peneliti untuk
mempertahankan karakteristik. Seperti siklus kehidupan seseorang, proses-proses
organisasional dan manajerial, perubahan ligkungan sosial, hubungan-hubungan
internasional, dan kematangan-kematangan industri-industri.
2.
Studi
kasus dan strategi strategi penelitian lainnya
Dalam penelitian studi
kasus memiliki trategi yang berbeda-beda, masing-masing merupakan cara mengumpulan dan analisis bukti
empris yang berbeda. Setiap trategi memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. jenis penelitian studi kasus sebagai
berikut;
1.
Studi kasus
deskriptif
Menurut
Whitney (1960), metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi
yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat,
serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu,
termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan,
serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari
fenomena. Penelitian deskriptif mencakup
metode penelitian yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental, dan
seara lebih umum sering diberi nama, metode survei. Ditinjau dari jenis masalah
yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat
dan waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif dapat dibagi atas
beberapa jenis, yaitu :
·
Metode survei,
·
Metode deskriptif berkesambungan (continuity
deskriptive),
·
Studi kasus,
·
Studi atau penelitian komparatif,
·
Studi waktu gerakan,
·
Analisa kerja dan aktifitas
Metode
deskriptif mempunyai beberapa kriteria pokok, yang dapat dibagi atas kriteria
umum dan kriteria khusus. Kriteria tersebut adalah :
·
Kriteria umum
1)
Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah
serta tidak terlalu luas.
2)
Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak
terlalu umum.
3)
Data yang digunakan harus fakta-fakta yang terpercaya
dan bukan merupakan opini.
4)
Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan
harus mempunyai validitas.
5)
Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta
waktu penelitian dilakukan.
6)
Hasil penelitian harus berisi secara detail yang
digunakan baik dalam pengumpulan data maupun dalam menganalisa data serta studi
kepustakaan yang dilakukan. Deduksi logis harus jelas hubungannya dengan
kerangka teoritis yang digunakan, jika kerangka teoritis itu telah
dikembangkan.
·
Kriteria khusus
1)
Prinsip-prinsip atau data yang digunakan dinyatakan
dalam nilai (value).
2)
Fakta-fakta atau prinsip-prinsip yang digunakan adalah
mengenai masalah status.
3)
Sifat penelitian adalah ex post facto, karena itu
tidak ada kontrol terhadap variabel, dan peneliti tidak mengadakan pengaturan
atau manipulasi terhadap variabel. Variabel dilihat sebagaimana adanya.
Tipe pertanyaan dalam penelitian ini
yang tak asing lagi yaitu: siapa, apa, dimana, bagaimana, dan mengapa
2.
Studi Kasus
Eksplanatori (kausal)
Penelitian eksplanatori atau
eksplanatif bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala
atau variabel. Penelitian ini bertitik pada pertanyaan dasar “mengapa”. Orang
sering tidak puas hanya sekadar mengetahui apa yang terjadi, bagaimana
terjadinya, tetapi juga ingin mengetahui mengapa terjadi. Kita ingin
menjelaskan sebab terjadinya suatu peristiwa. Untuk itu, perlu diidentifikasi
berbagai variabel di luar masalah untuk mengkonfirmasi sebab terjadinya suatu masalah.
Oleh karena itu, penelitian penjelasan ini juga disebut sebagai penelitian
konfirmatori (Confirmatory research) dan makin dikenal sebagai penelitian
korelasional (Correlational research).
Penelitian
kausal, juga menurut
Kotler, p. 122, adalah “penelitian yang bertujuan menguji (mengetes) hipotesis
tetang hubungan sebab dan akibat.” Dalam pelaksanaannya, penelitian kausal itu
dilakukan lazimnya dengan eksperimen. Ada satu hal yang dicoba diterapkan
(disebut treatment, diperlakukan sebagai variabel independen yang disimbulkan
X) untuk diuji apakah menyebabkan terjadi sesuatu (akibat, efek, diperlakukan
sebagai variabel dependen, disimbulkan Y). Singkatnya, apakah X menyebabkan Y.
Melalui penelitian eksplanatori ini
dapat diketahui bagaimana korelasi antara dua atau lebih variabel baik pola,
arah, sifat, bentuk, maupun kekuatan hubungannya. Penelitian koreslasional ini
dimulai dengan pertanyaan implisit atau eksplisit: “Adakah hubungan antara X
dan Y?” Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat diperoleh melalui
penelitian penjelasan atau korelasional. Berikut ini adalah contoh penelitian
korelasional: “Adakah hubungan antara motivasi kerja dan tingkat kemangkiran
pegawai?”, “Adakah hubungan antara motivasi kerja dan tingkat kemangkiran pegawai?”.
Sumber:
Halimi. 2013. Penelitian Studi Kasus (Desain & Metode). [Online] [Tersedia] Http://Pascasarjana-Halimi.Blogspot.Co.Id/2014/12/Penelitian-Studi-Kasus-Desain-Metode.Html [Di Akses : [10 Februari 2017] [22.12]]
K.Yhin.
Robert. 2015. Studi Kasus: Desain Dan
Metode. Jakarta. RAJAWALI PERS
Komentar
Posting Komentar