Makalah
Perubahan
IPTEKSOSPELKBUD
“BK
dalam Pengembangan Potensi Optimal, Penguasaan Tranformasi dalam Industri,
Berfikir Logis dan Sistematis”
Di Susun Oleh :
Kelompok 3
Nama
Kelompok :
1. Mariyati 2014 141 106
2. Merry
Indriani 2014 141 094
3. Tri
Rasti Pratiwi 2014 141 098
4. Tuh
Indri 2014 141 083
5. Yogi
Firnando 2014 141 113
Semester/Kelas
:Enam (6) / C
Program
Studi :Bimbingan dan
Konseling
Dosen
Pengasuh :Haryani, M.Pd
Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas
Pgri Palembang
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut
nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW. Sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang
BK dalam pengembangan potensi optimal, penguasaan tranformasi dalam industri, berfikir logis
dan sistematis.
Makalah ini
telah disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Perubahan IPTEKSOSPELKBUD. Disamping itu pula,
makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan lebih luas bagi mahasiswa semester
VI Program Studi
Bimbingan dan Konseling .
Kami menyadari
sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini kurang baik dari teknik penulisan,
sistematika penulisan dan isi penulisan. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka
kami menerima saran dan kritik dari pembaca demi penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami
Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Palembang, Februari 2017
Tim Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1
... Latar
Belakang.......................................................................... 1
1.2 ... Rumusan Masalah..................................................................... 1
1.3 ... Tujuan Penulisan....................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1
BK dalam pengembangan
potensi optimal............................... 3
2.2
Penguasaan tranformasi dalam
industri.................................... 7
2.3
Berfikir logis dan
sistematis...................................................... 8
BAB III PENUTUP...................................................................................... 10
3.1 Kesimpulan............................................................................... 10
3.2
Saran......................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Pelayanan
Bimbingan dan Konseling merupakan usaha membantu siswa dalam mengembangkan
kehidupan pribadi, sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan
karier. Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan diri
siswa, baik secara individual maupun kelompok, sesuai dengan kebutuhan,
potensi, bakat, minat, perkembangan serta peluang yang dimiliki. Pelayanan ini
juga bertujuan membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang
dihadapi siswa. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dilkaksanakan
dengan pola 17, yang terdiri dari: empat (4) macam bimbingan, yaitu : bimbingan
pribadi, sosial, belajar dan karier; tujuh (7) macam layanan, yaitu : layanan
orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, konseling
perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok; serta lima (5) kegiatan
pendukung, yaitu : aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus,
kunjungan rumah dan alih tangan kasus.
Dalam bidang
ilmu pengetahuan teknologi serta sosial politik serta kebudayaan berkembang
sangat pesat. Dimana ilmu pengetahuan teknologi serta sosial politik serta
kebudayaan saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan
manfaat positifnya antara lain: pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi,
Terjadinya industrialisasi, Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri
baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi
dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin
meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan
teknologi di dunia industri akan semakin penting.
Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan
pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan ilmu pengetahuan
teknologi serta sosial politik serta kebudayaan, akan berdampak pada penyerapan
tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga
kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang
cepat.
Akibatnya, peran BK sangat di butuhkan untuk
membantu individu agar mampu bersaing sebagai tenaga kerja yang mampu
mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
1.2
RUMUSAN MASALAH
Adapun
rumusan masalah ini yaitu sebagai berikut;
a. Bagaminana
peran BK dalam pengembangan potensi optimal?
b. Bagaimana
peran BK Penguasaan tranformasi dalam
industri?
c. Bagaiaman
peran BK Berfikir logis dan sistematis?
1.3
TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan makalah
ini yaitu sebagai berikut;
a. Untuk
mengetahui BK dalam pengembangan potensi
optimal
b. Untuk
mengatuhi penguasaan tranformasi dalam industri
c. Untuk
mengetahui berfikir logis dan sistematis
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Perubahan
IPTEKSOSPOLEKBUD
IPTEKSOSPOLEKBUD adalah akronim dari ilmu,
pengetahuan, teknologi, sosial, politik, ekonomi, dan budaya. IPTEKSOSPOLEKBUD
satu kesatuuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan dehari-hari
masyarakat indonesia. Ilmu sebagai paradigma ilmu, karena
ilmu selain universal, komunal, juga alat meyakinkan sekaligus dapat skeptis,
tidak begitu saja mudah menerima kebenaran. Ilmu diperoleh melalui kegiatan
metode ilmiah atau epistemology. Jadi, epistemology merupakan pembahasan
bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologi ilmu tercermin dalam
kegiatan metode ilmiah. Sedangkan pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman di
luar atau tanpa kegiatan metode ilmiah, sifatnya dapat dogmatis, banyak
spekulasi dan tidak berpijak pada kenyataan empiris. Secara Ontologis ilmu pengetahuan, dapat diartikan sebagai
hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud
yang menjadi objek penelaahannya, dengan kata lain ontologis merupakan objek
formal dari suatu pengetahuan.
Pengembangan
iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang
bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari
kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan,
kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan
kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu
diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi
manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak
oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.
Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak
berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan
kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan
obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
Kemajuan
teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari
aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan
reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin
meningkatkan produktivitas dunia ekonomi.
Bidang Sosial dan Budaya Akibat kemajuan teknologi bisa kita pertama,
perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini
semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam
dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah
perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang
tertulis dalam buku Megatrend for Women : From Liberation to Leadership yang
ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa
peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang
memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri,
dan berbagai jabatan penting lainnya. Kedua, Meningkatnya rasa percaya diri.
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik.
Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan
ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin
kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia. Ketiga, Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai
konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan
pekerja keras.
Meskipun
demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya: Pertama, Kemerosotan moral di kalangan
warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan
material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi
tetapi miskin dalam rohani”. Kedua, Kenakalan
dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Ketiga, Pola interaksi antar manusia yang berubah.
Beberapa
dampak yang dapat ditimbulkan dalam bidang politik :
a. Timbulnya
kelas menengah baru Pertumbuhan
teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah
baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak
berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas
menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan
kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses
regenerasi kepemimpinan. Sudah
barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan
substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin
kental.
c. Di bidang
politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan
kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi
transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu
akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan
melahirkan kekuatan ekonomi baru.
2.1 Pengembangan
Potensi Optimal
Menurut kamus bahasa Indonesia, potensi adalah kesanggupan, daya, kemampuan
untuk lebih berkembang. Setiap orang memiliki potensi, dan tentu berbeda setiap
apa yang dimiliki antara satu orang dengan orang lain. Potensi siswa yang
dimaksud disini adalah kapasitas atau
kemampuan dan karakteristik / sifat individu yang berhubungan dengan sumber
daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang
pengembangan potensi lain. Potensi itu
meliputi potensi fisik, intelektual, kepribadian, minat, potensi moral dan
religius.
1. Potensi Fisik
Kondisi kesehatan fisik dan keberfungsian anggota tubuh diperoleh melalui pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tenaga medis dan observasi
perilaku dalam mengikuti aktivitas pembelajaran oleh guru.
2. Potensi Intelektual.
Potensi intelektual terbagi lima kelompok, yaitu:
a) Prestasi Akademik.
b) Kecerdasan Umum
c) Kemampuan Khusus / Bakat
d) Kreativitas
e) Kepribadian
Untuk dapat mengotimalkan potensi siswa dalam perubahan IPTEKSOSPOLEKBUD, maka BK bisa menggunakan banyak cara untuk membantu mewujudkan
pembelajaran yang mengoptimalkan potensi siswa. Diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Contextual Teaching Learning
Contextual Teaching Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa, yang
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa dapat diperoleh dari usaha siswa
mengkontruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia
belajar.
Pembelajaran CTL melibatkan
tujuh komponen utama pembelajaran produktif yakni:
a.
Konstruktivisme,
b.
Bertanya
(questioning),
c.
Menemukan
(Inquiry),
d.
Masyarakat
belajar (learning komunity),
e.
Pemodelan
(modeling), dan
f.
Penilaian
sebenarnya (autentic assement).
2.
Pembelajaran berbasis masalah
Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas
pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi
secara ilmiah. Ada 3 ciri utama strategi pembelajaran berbasis masalah
ini yaitu:
1.
Strategi pembelajaran berbasis masalah
merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran. Maksudnya pembelajaran ini tidak
hanya sekedar mengharapkan siswa
mendengarkan, mencatat kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui
strategi pembelajaran berbasis masalah siswa aktif berpikir, berkomunikasi,
mencari dan mengolah data dan akhirnya menyimpulkannya.
2.
Aktivitas
pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Strategi ini menempatkan masalah sebagai kata kunci dari
proses pembelajaran. Artinya,
tanpa masalah tidak mungkin ada proses pembelajaran.
3.
Pemecahan
masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah.
Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan
induktif. Proses berpikir dilakukan secara sistematis dan empiris, sistematis
artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu, sedangkan
empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang
jelas.
3. Quantum learning
mulai diujicobakan oleh Bobby DePorter, Eric Jensen dan Greg Simmons lewat
program yang diberi nama Super Camp. Quantum learning menerapkan tiga
keterampilan dasar yang sangat diperlukan dalam proses belajar. Tiga
keterampilan dasar itu meliputi keterampilan akademis, prestasi fisik dan
keterampilan hidup. strategi
pembelajaran yang diterapkan quantum learning menekankan partisipasi aktif
siswa untuk menenukan makna dan menciptakan kaitan materi dengan kehidupan
sehari-hari.
4. Pembelajaran Kooperatif
/Cooperatif learning
Belajar kooperatif adalah suatu keberhasilan
strategi pengajaran di dalam kelompok kecil, dimana setiap siswa dengan
kemampuan yang berbeda-beda, menggunakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi
untuk memperbaiki pemahaman mereka terhadap subjek. masing-masing anggota
kelompok bertanggung jawab tidak hanya untuk belajar apa yang diajarkan ,
tetapi juga membantu teman kelompok belajar, sehingga membuat suasana yang
penuh prestasi. Siswa bekerja melalui tugas/penugasan sampai semua anggota
kelompok mengerti dengan baik dan lengkap. Dalam beberapa model pembelajaran
kooperatif, siswa bekerja sama dalam kelompok kecil, tetapi tetap dengan
tanggung jawab penuh untuk mengembangkan potensinya, disamping berkontribusi
untuk kelompoknya.
2.3
Penguasaan Tranformasi Dalam Industri
Industri
adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja
dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan
distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata
rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan ( ekonomi ) yang
berhubungan dengan bumi , yaitu sesudah pertanian , perkebunan dan pertambangan
yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah
, yang merupakan basis ekonomi , budaya dan politik.
Transformasi
Industri penelitian berkaitan dengan hubungan antara teknologi, dan lingkungan
perubahan masyarakat, Transformasi Industri berfokus pada sistem dan perubahan
sistem yang relevan dalam pandangan lingkungan global (seperti sistem energi,
sistem pangan, dan sistem perkotaan), Industri
penelitian berkaitan Transformasi perspektif produsen dan konsumen, termasuk
insentif dan lembaga-lembaga yang membantu dalam membentuk perspektif ini, dan Industri
penelitian Transformasi bersifat internasional dalam ruang lingkup.
Sejarah ekonomi
dunia menunjukkan bahwa industrialisasi merupakan suatu proses interaksi antara
pengembangan teknologi,inovasi,spesialisasi produksi, dan perdagangan
antarnegara yang pada akhirnya sejarah dengan meningkatnya pendapatan
masyarakat mendorong perubahan struktur ekonomi di banyak Negara dari yang
berbasis pertanian menjadi industry.pengalaman hampir semua Negara menunjukkan
bahwa indusrialisasi sangat penting karena menjamin pertumbuhan ekonomi jangka
panjang Pengembangan teknologi lebih mengarah kepada technology push, dimana
penguasaan iptek didasarkan atas kegiatan penelitian karena rasa ingin tahu
lebih banyak dan bagaimana pengembangan selanjutnya, tanpa atau sedikit
mempertimbangkan aspek kebutuhan pasarnya.
Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan teknologi (punas rister) yang meliputi :
Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan teknologi (punas rister) yang meliputi :
1. Program
utama kebutuhan dasar manusia;
2. Program utama
sumberdaya alam dan energi
3. Program
utama industri;
4. Program
utama pertahanan dan keamanan;
5. Program
utama sosial, ekonomi, budaya, falsafah, hukum, dan perundang undangan.
Transformasi
Industri adalah suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi,
spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
dengan mendorong perubahan struktur ekonomi serta strategi jangka panjang untuk
menjamin pertumbuhan ekonomi suatu bangasa jadi bisa memajukan negara tersebut
nantinya.
Dalam
strategi transformasi industri dan teknologi, menteri Negara riset dan
teknologi/ketua bpp teknologi telah menetapkan prinsip-prinsip yang perlu
dilakukan dalam penerapan iptek untuk pembangunan bangsa :
1. Pendidikan
dan latihan
2. Konsep yang
harus jelas
3. Pemecahan
masalah yang nyata
4. Mengembangkan
sendiri teknologi
5. Perlindungan
(proteksi).
Dimana dalam
pelaksanaannya strategi tersebut dilaksanakan dalam empat tahapan
1. Penggunaan
teknologi yang sudah ada untuk proses nilai tambah;
2. Integrasi
teknologi;
3. Inovasi
teknologi
4. Penelitian
dasar secara besar-besaran.
selanjutnya
pelaksanaan tahapan strategi transformasi itu diperlukan wahana-wahana
untuk melihat keberhasilan dari
pelaksanaan strategi tersebut, wahana wahana itu, ialah :
1. Penerbangan
2. Maritim dan
perkapalan
3. Alat
transportasi darat;
4. Telekomunikasi
dan elektronika
5. Alat
pembangkit energi
6. Perekayasaan
7. Alat dan
mesin pertanian
8. Pertahanan
Melihat dari
strategi transformasi teknologi & industri, maka program penguasaan dan
teknologi pada tahap awal (tahap pertama, kedua, ketiga) lebih dititik beratkan
pada aspek pengalihan dan penguasaan teknologi di industri, dengan dukungan
laboratorium-laboratorium penunjang yang selama ini dikoordinasikan di bawah
puspiptek. selanjutnya, pada tahap keempat (penelitian dasar) dari strategi
transformasi itu yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium-laboratorium
puspiptek dapat dikaitkan dengan lembaga litbang lainnya.
Pada tahun
1984, menteri negara riset dan teknologi/ketua bpp teknologi melihat waktu itu
adanya kesimpang-siuran kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan
oleh lembaga litbang pemerintah. Oleh karena itu pada saat itu juga dibentuk
suatu dewan yaitu dewan riset nasional, dimana dalam Salah satu tugasnya adalah
mengkoordinasikan kegiatan litbang Baik di lembaga litbang pemerintah (seperti
lpnd ristek, Balitbang departemen, perguruan tinggi) maupun swasta.
2.4 Berfikir Logis dan Sistematis
Berpikir menggunakan akal budi untuk
mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu; menimbang-nimbang dl ingatan danlogika adalah pengetahuan tata kaidah berpikir atau jalan pikiran yg masuk akal.
Logika adalah ilmu penalaran atau ketrampilan berpikir dengan tepat. Ketepatan
berpikir sangat tergantung pada jalan pikiran yang logis atau tidak amburadul.
Dalam
kehidupan sehari-hari, peristiwa yang terjadi (fakta) bisa dicari sebabnya, hubungannya,
mengapa terjadi demikian dan apakah logis?
Dalam berpikir membutuhkan ketrampilan untuk bisa mengerti fakta,
memahami konsep, saling keterkaitan atau hubungan, sesuatu yang tersurat dan
tersirat, alasan, dan menarik kesimpulan. Namun yang pertama kali harus
dipelajari adalah menguji suatu jalan pikiran secara logis.
Konsep
bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan
(validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya.
Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan
antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Logika
silogistik tradisional aristoteles dan logika simbolik modern adalah
contoh-contoh dari logika formal. Cara berpikir secara logis terbagi dua, yaitu
: induksi dan deduksi. Induksi merupakan suatu cara berpikir di mana ditarik suatu
kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Deduksi adalah suatu cara berpikir di
mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat
khusus.
2.5 BK dalam
Pengembangan Potensi Optimal, Penguasaan Tranformasi dalam Industri, Berfikir
Logis dan Sistematis
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Potensi Siswa yaitu;
1. Guru BK sebagai Change Agent (Agen perubahan)
betapa
pentingnya seorang guru Bimbingan dan Konseling memahami perubahan.
a. Nothing is
permanent but change. You cannot step twice into the same river, for other
waters are always flowing in. (Heraclitus). Tak ada yang permanent kecuali
perubahan, kita tak bias melangkah masuk ke dalam sungai yang airnya sama
karena air yang lain selalu mendesak mengalir yang sebelumnya
b. Our real
problem, then, is not our strength today; it is rather the vital
necessity of action today to ensure our strength tomorrow. (Dwight D.
Eisenhower).Masalah kita sebenarnya bukanlah kekuatan kita pada hari ini; tetapi
kepentingan mendesak untuk melakukan sesuatu pada hari ini yang bisa
menjamin kekuatan kita esok hari
necessity of action today to ensure our strength tomorrow. (Dwight D.
Eisenhower).Masalah kita sebenarnya bukanlah kekuatan kita pada hari ini; tetapi
kepentingan mendesak untuk melakukan sesuatu pada hari ini yang bisa
menjamin kekuatan kita esok hari
Memahami
perannya yang sentral, tugas guru bimbingan dan konseling yang harus dilakukan
pertama kali adalah memahami dan memaknai tentang langgengnya proses perubahan.
Dengan menyadari hal tersebut, selanjutnya dirinya diharapkan mampu
menyesuaikan dengan perubahan itu, dan selanjutnya barulah dia bisa diharapkan
menjadi change agent atau agen perubahan bagi yang lain.
2. Guru Bimbingan Konseling Sebagai Integrator
Potensi yang
tersimpan pada para guru, orang tua, dan siswa harus mampu dikemas bimbingan
dan konseling menjadi sebuah program yang mengembangkan kompetensi siswa sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Guru
bimbingan dan konseling harus mengetahui lebih awal tentang profil siswa dan
guru. Dia harus mengenali secara umum, berada pada kwadran manakah para siswanya,
apakah dia termasuk type promotor, fasilitator, analytical, atau controller.
Setelah
guru bimbingan dan konseling mengidentifikasi masing masing siswa, maka
kewajibannya adalah mengembangkan segala hal yang positif yang ada pada diri
siswa dan meminimumkan hal-hal negatif. Melalui program yang telah
dipersiapkan, guru bimbingan dan konseling harus memanfaatkan potensi guru,
para orang tua, bahkan para alumni untuk dapat menggali dan mengembangkan
potensi masing masing siswa sesuai kondisi psikhologisnya.
Sebagai
integrator, dia harus faham bahwa setiap siswa memiliki potensi dan bisa
dikembangkan secara optimum sesuai dengan kapasitasnya. Kompetensi siswa harus
difasilitasi dengan suhu, tanah, dan lingkungan yang kondusif untuk
partumbuhannya.
3. Program Pengembangan Potensi Siswa
a. Perbaikan
terhadap proses belajar mengajar yang menekankan pada kebermaknaan
·
Penugasan yang mengembangkan aspek pengembangan diri
selain pengembangan nalar;
·
Make the students learn by themselves untuk
kreativitas, cukup berikan rambunya saja;
·
Berikan tugas yang menantang dan attractif, hubungkan
dengan kondisi lingkungan makro (perkembangan di masyarakat);
·
Buatkan siswa presentasi ttg penemuan, hasil wawancara
dsb.
·
Buatkan majalah dinding yang menantang dan attractif;
·
Majalah sekolah yang menantang;
·
Hidupkan milis yang ilmiah.
·
Outward bound kepemimpinan yang diselenggarakan oleh
alumni;
·
Penyelenggaraan seminar rutin oleh siswa tentang
aktualisasi diri;
·
Penyelenggaraan pelatihan dengan melibatkan ahli
sebagai nara sumber;
·
Mengikuti berbagai kompetisi.
·
Optimalisasi Media komunikasi yang ada agar lebih
Challenging
·
Program Ekstrakurikuler
b. Menjalin
kerjasama dengan berbagai pihak
·
Kerjasama dengan instansi terkait;
·
Kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi baik negeri
maupun swasta;
·
Mencari sponsor sebagai pendukung berbagai kegiatan
untuk menekan pembiayaan.
Pelayanan
Bimbingan dan Konseling di sekolah dilaksanakan melalui kontak langsung maupun
tidak langsung dengan siswa yang berkenaan dengan permasalahan ataupun
kebutuhan tertentu yang dirasakannya. Sedangkan kegiatan pendukung dilaksanakan
tanpa harus kontak langsung, dengan tujuan untuk mempermudah dan meningkatkan
kelancaran serta keberhasilan kegiatan pelayanan.
Pelayanan
Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan oleh siswa, dari semenjak mereka
memasuki sekolah di hari pertama, yaitu membantu berorientasi terhadap situasi,
kondisi dan segala hal baru bahkan dirasakan asing bagi mereka. Lebih dari itu,
bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam berorientasi, pelayanan Bimbingan dan
Konseling dapat lebih mendalam menjadi pelayanan konseling individu/kelompok,
bukan hanya pelayanan orientasi. Dan, semenjak itulah pelayanan Bimbingan dan
Konseling merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari seorang siswa.
Peranan Bimbingan
dan Konseling di sekolah sangat sentral, yaitu sebagai komponen yang memberikan
pelayanan kepada peserta didik untuk membantunya menuju kearah kemandirian,
sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat
dikelompokan pada pengembangan diri bidang akademik, non akademik, serta
psikologis.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
IPTEKSOSPOLEKBUD adalah akronim dari ilmu,
pengetahuan, teknologi, sosial, politik, ekonomi, dan budaya. IPTEKSOSPOLEKBUD
satu kesatuuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan dehari-hari
masyarakat indonesia. Ilmu sebagai paradigma ilmu, karena
ilmu selain universal, komunal, juga alat meyakinkan sekaligus dapat skeptis,
tidak begitu saja mudah menerima kebenaran. Ilmu diperoleh melalui kegiatan
metode ilmiah atau epistemology. Jadi, epistemology merupakan pembahasan
bagaimana mendapatkan pengetahuan. Epistemologi ilmu tercermin dalam
kegiatan metode ilmiah. Sedangkan pengetahuan adalah pikiran atau pemahaman di
luar atau tanpa kegiatan metode ilmiah, sifatnya dapat dogmatis, banyak
spekulasi dan tidak berpijak pada kenyataan empiris. Secara Ontologis ilmu pengetahuan, dapat diartikan sebagai
hakikat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehingga jelas ruang lingkup wujud
yang menjadi objek penelaahannya, dengan kata lain ontologis merupakan objek
formal dari suatu pengetahuan.
Pelayanan
Bimbingan dan Konseling sangat dibutuhkan oleh siswa, dari semenjak mereka
memasuki sekolah di hari pertama, yaitu membantu berorientasi terhadap situasi,
kondisi dan segala hal baru bahkan dirasakan asing bagi mereka. Lebih dari itu,
bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam berorientasi, pelayanan Bimbingan dan
Konseling dapat lebih mendalam menjadi pelayanan konseling individu/kelompok,
bukan hanya pelayanan orientasi. Dan, semenjak itulah pelayanan Bimbingan dan
Konseling merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari seorang siswa.
Peranan
Bimbingan dan Konseling di sekolah sangat sentral, yaitu sebagai komponen yang
memberikan pelayanan kepada peserta didik untuk membantunya menuju kearah
kemandirian, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pelayanan Bimbingan dan
Konseling dapat dikelompokan pada pengembangan diri bidang akademik, non akademik,
serta psikologis.
DAFTAR PUSTAKA
Mahendra, Reza. 2011. Transformasi Industri. [Online] [Tersedia] Http://Rezamahendra09.Blogspot.Co.Id/2011/05/Transformasi-Industri.Html [Di Akses [14 Februari 2017] [10.12]]
Munir.
2010. Peranan BK Dalam Mengembangkan Diri
Siswa Bakat Minat Dan Potensi Yang Dimiliki. [Online] [Tersedia] Https://Misbakhudinmunir.Wordpress.Com/2010/07/31/Peranan-Bk-Dalam-Mengembangkan-Diri-Siswa-Bakat-Minat-Dan-Potensi-Yang-Dimilikinya/
[Di Akses [14 Februari 2017] [10.37]]
Naudu,
Avice. 2013. Berfikir Logika Dan
Macam-Macam Berfikir. [Online] [Tersedia] Https://Avicennaedu.Wordpress.Com/2013/05/01/Berpikir-Logika-Dan-Macam-Macam-Berpikir/
[Di Akses [14 Februari 2017] [10.08]]
Patryani, Karimah. 2011. Transformasi Industri. [Online] [Tersedia] Https://Karimahpatryani.Wordpress.Com/2011/06/05/Transformasi-Industri/[Diakses [14 Februari 2017] [10.17]]
Ojiey. 2016. Perkembangan Dalam Bidang Politik Ekonomi Dan Sosial Budaya Pada Masa Orde Baru. [Online] [Tersedia] Http://Pendidikanzone.Blogspot.Co.Id/2016/03/Jelaskan-Perkembangan-Dalam-Bidang-Politik-Ekonomi-Dan-Sosial-Budaya-Pada-Masa-Orde-Baru.Html [Di Akses[10 Februari 2017] [10.25]]
Qowiy,
Okghi. 2013. Ilmu Pengetahuan Dan
Teknologi (Iptek). [Online] [Tersedia] Http://Okghiqowiy.Blogspot.Co.Id/2013/01/Ilmu-Pengetahuan-Dan-Teknologi-Iptek.Html
[Di Akses [10 Februari 2017] [10.32]]
Komentar
Posting Komentar