Langsung ke konten utama

makalah Prilaku Menyimpang



Makalah
Kesehatan Mental
Prilaku Menyimpang

Disusun Oleh :
Kelompok 7
Nama Kelompok         :
1.      Eko Patrika                       2014 141 088
2.      Dora Sherly Anggita         2014 141 095
3.      Ikhfina Dewi N.A             2014 141 118
4.      Mariyati                             2014 141 106
5.      Vira Dwi Lestari               2014 141 127
Semester/Kelas            :Empat  (4) / C
Program Studi             : Bimbingan Dan Konseling
Dosen Pengasuh          : Shomedran M.Pd

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Palembang
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Masalah sosial merupakan ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial merupakan akibat interaksi sosial antara individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Kepincangan-kepincangan yang dianggap sebagai masalah sosial oleh masyarakat tergantung dari system sosial masyarakat tersebut. Ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat-masyarakat yang pada umumnya sama misalnya, kemiskinan, kriminalitas, masalah kependudukan, masalah generasi muda dalam masyarakat modern.
Anak yang menginjak masa remaja sudah sewajarnya menuntut banyak perhatian para orang tua. Mereka tentu saja sudah sadar diri dan oleh karenanya mudah mengundang perhatian  kepada diri mereka sendiri walaupun seringkali mengatakan tidak menginginkan perhatian semacam itu. Perkembangan zaman yang telah maju dengan pesat telah mengubah gaya hidup remaja sekarang, dari kebiasaan mereka, minat mereka, bahasa dan pakaian yang mereka gunakan, politik dan musik yang mereka sukai, juga perkembangan seksualitas mereka. Bahkan sudah lazim bahwa keprihatinan orang tua terhadap kaum remaja sering kali tidak disambut baik oleh mereka, dianggap ikut campur dan mengakibatkan pembangkangan dari para pria dan wanita muda yang cemas dan berniat meraih kebebasan yang makin besar ini.
Apalagi dengan kemajuan  ilmu dan teknologi saat ini yang maju begitu pesat dan sudah merambah kedalam kehidupan masyarakat kalangan atas maupun masyarakat kalangan bawah. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi. Transportasi yang mengundang masyarakat semakin konsumtif. Sehingga mempengaruhi perilaku dan gaya hidup mereka terutama para remaja yang sedang dalam masa transisi.
             Pada zaman yang sudah semakin maju remaja dapat menggunakan teknologi apa saja yang dapat menyalurkan kepentingnnya, sehingga kadang dalam menggunakannya yang tanpa batas membuat mereka bertindak sesuai dengan umurnya, maka munculah perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakat sehingga melanggar hokum yang ada dalam masyarakat. Hal inilah yang disebut dengan kenakaln remaja.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalahny adalah sebagai berikut
a.         Apa Pengertian Perilaku Menyimpang?
b.         Apa saja Jenis jenis perilaku menyimpang?
c.         Bagaimana Sifat sifat perilaku menyimpang?
d.        Apa Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan?
e.         Dampak Perilaku Menyimpang?
f.          Bagaimana Usaha Untuk Menanggulangi Perilaku Menyimpang?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah yakni; Untuk mengetahui Pengertian Perilaku Menyimpang, untuk mengetahui Sifat sifat perilaku menyimpang, Untuk mengetahui Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan, Untuk mengetahui Usaha Untuk Menanggulangi Perilaku Menyimpang.


BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Pengertian Perilaku Menyimpang
            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun demikian di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain.
            Berikut ini beberapa definisi dari perilaku menyimpang yang dijelaskan oleh beberapa ahli sosiologi :
1.    James Worker Van der Zaden. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
2.    Robert Muhamad Zaenal Lawang. Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang tersebut.
3.    Paul Band Horton. Penyimpangan sosial adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
            Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.

1.2  Jenis Jenis Perilaku Menyimpang
a.  Berdasarkan kekerapan atau berat-ringannya penyimpangan
1) Penyimpangan Primer (Primary Deviation)
Ciri-cirinya :
a. Bersifat sementara / temporer
b. Gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang
c. Masyarakat masih mentolerir / menerima
Contohpegawai negeri yang membolos kerja, banyak minum alkohol pada waktu pesta, siswa yang membolos atau menyontek saat ujian dan pelanggaran lalu lintas.
2) Penyimpangan Sekunder (Secondary Deviation)
Ciri-cirinya :
a. Bersifat permanen / tetap
b. Gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang
c. Masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku menyimpang tersebut.
Contoh: pembunuhan, perjudian, perampokan dan pemerkosaan.
b. Berdasarkan jumlah pelakunya
1) Penyimpangan Individu
Penyimpangan individu adalah penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang individu dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Contohnya pencurian yang dilakukan sendiri.
2)   Penyimpangan Kelompok
Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara berkelompok dengan melakukan tindakan-tindakan menyimpang dari norma-norma masyarakat yang berlaku. Pada umumnya penyimpangan kelompok terjadi dalam sub kebudayaan yang menyimpang yang ada dalam masyarakat. Contohnya gank kejahatan atau mafia.
3)  Penyimpangan Institusi
Penyimpangan institusi dilakukan oleh organisasi yang melibatkan organisasi lainnya yang dilakukan rapih. Sebagai contohnya tidakan korupsi yang dilakukan oleh para pejabat negara.
                              
1.3   Sifat sifat perilaku menyimpan
Secara umum, terdapat dua sifat penyimpangan, yaitu:
a)    Penyimpangan yang bersifat positif
Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya alternatif. Umumnya, penyimpang ini dapat diterima masyarakat karena sesuai dengan perubahan zaman. Contoh, emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan banyak wanita karier
b)    Penyimpangan yang bersifat negatif
Dalam penyimpangan yang bersifat negatif, pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yangs dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial. Tindakan dan pelakunya akan dicela dan tidak diterima masyarakat. Bobot penyimpangan dapat diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Contoh, seorang koruptor selain harus mengembalikan kekayaan yang dimilikinya kepada negara, juga tetap dikenakan hukuman penjara.

1.4  Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Penyimpangan
1.     Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna
Karena ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan ke dalam kepribadiannya, seorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Ini terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna dimana agen-agen sosialisasi tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik
Contohnya seseorang yang berasal dari keluarga broken home dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik si anak secara sempurna sehinga ia tidak mengetahui hak-hak dan kewajibanya sebagai anggota keluarga maupun sebagai anggota masyarakat. Perilaku yang terlihat dari anak tersebut misalnya tidak mengenal disiplin, sopan santun, ketaatan dan lain-lain.
2.    Penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpang
Subkebudayaan adalah suatu kebudayaan khusus yang normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan. Unsur budaya menyimpang meliputi perilaku dan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota-anggota kelompok yang bertentangan dengan tata tertib masyarakat. Contoh kelompok menyimpang diantaranya kelompok penjudi, pemakai narkoba, geng penjahat, dan lain-lain.
3.    Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang
Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain, khususnya dengan orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Penyimpangan inipun dapat belajar dari proses belajar seseorang melalui media baik buku, majalah, koran, televisi dan sebagainya

1.5   Dampak Perilaku Menyimpang
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang ada di masyarakat akan membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.
1. Dampak Bagi Pelaku
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seorang individu akan memberikan dampak bagi si pelaku. Berikut ini beberapa dampak tersebut.
a.  Memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap pelaku karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat atau dijauhi dari pergaulan.
b.   Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan.
c.   Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa.
d.   Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.



2. Dampak Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
Perilaku penyimpangan juga membawa dampak bagi orang lain atau kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa di antaranya adalah meliputi hal-hal berikut ini.
a.   Dapat mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam masyarakat.
b.   Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku di masyarakat.
c.   Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku.
d.   Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.
Dampak yang ditimbulkan sebagai akibat perilaku penyimpangan sosial, baik terhadap pelaku maupun terhadap orang lain pada umumnya adalah bersifat negatif. Demikian pula, menurut pandangan umum, perilaku menyimpang dianggap merugikan masyarakat.

1.6   Usaha Menanggulangi Perilaku Menyimpang
a.  Usaha Preventif
Usaha preventif adalah : usaha yang dilakukan secara sistematis, berencana dan terarah kepada tujuan untuk menjaga agar tingkah laku menyimpang itu tidak timbul. Usaha preventif lebih besar manfaatnya dari pada usaha kuraktif. Berbagai usaha preventif dapat dilakukan yaitu:
1.    Usaha di Rumah Tangga (Keluarga)
1)   Menciptakan kehidupan rumah tangga yang beragama. Artinya membuat suasana rumah tangga atau keluarga menjadi kehidupan yang taat dan bertaqwa kepada Allah di dalam kegiatan sehari-hari.
2)   Menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis dimana keluarga, ayah, ibu, dan anak tidak terdapat pertentangan atau percekcokan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan memberikan waktu luang nuntuk berkumpul bersama dengan anak-anak terutama diwaktu makan bersama.
3)   Adanya kesamaan norma-norma yang dipegang antara ayah, ibu dan keluarga lainnya di rumah tangga dalam soal mengatur anak.
4)   Memberikan kasih sayang secara wajar kepada anak-anak. Tetapi janganpula kasih sayang ibu berlebihan karena akan berakibat pada anak-anak menjadi manja.
5)   Memberikan kasih sayang cukup terhadap kebutuhan anak-anak. Dalam hal ini berarti menumbuhkan kewibawaan pada orang tua akan menimbulkan sikap penurutan yang wajar pada anak.
6)   Memberikan pengawasan secara wajar terhadap pergaulan anak dilingkungan masyarakat.
2.    Usaha di Sekolah
1)   Guru hendaknya memahami aspek-aspek psikis murid dengan memiliki ilmu-ilmu tertentu antara lain : psikologi perkembangan, bimbingan dan penyuluhan, serta ilmu mengajar.
2)   Mengintensifkan pelajaran agama dan mengadakan tenaga guru agama yang ahli dan berwibawa serta mampu bergaul secara harmonis dengan guru-guru umum lainnya.
a.    Mengintensifkan bagian bimbingan dan penyuluhan disekolah dengan jalan mengadakan tenaga ahli atau mengantar guru-guru untuk mengolah bagian ini.
b.    Adanya kesamaan norma-norma yang dipegang oleh guru-guru. Hal ini akan menimbulkan kekompakan dalam membimbing murid-murid.
c.    Melengkapi fasilitas pendidikan.
d.   Perbaikan ekonomi guru yaitu menyelaraskan gaji guru dengan kebutuhan hidup sehari-hari.
3.    Usaha di Masyarakat
Masyarakat adalah tempat pendidikan ketiga sesudah rumah dan sekolah ketiganya haruslah mempunyai keseragaman dalam mengarahkan anak untuk tercapainya tujuan pendidikan. Apabila salah satu pincang maka yang lain akan turut pincang pula.

b.  Usaha Kuratif                                               
Usaha kuratif adalah usaha pencegahan terhadap gejala-gejala tingkah laku menyimpang tersebut, agar kenakalan itu tidak meluas dan merugikan masyarakat. Usaha kreatif secara formal dilakukan oleh Polri dan kejaksaan negeri. Sebab jika terjadi surat kenakalan berarti sudah terjadi suatu pelanggaran hukum yang dapat berakibat merugikan diri mereka dan masyarakat.
c. Usaha Pembinaan
Usaha pembinaan yang dimaksud adalah Pembinaan terhadap anak didik yang tidak melakukan kenakalan. Pada hal ini dilaksanakan pembinaan dirumah, sekolah dan masyarakat. Pembinaan terhadap anak didik yang telah mengalami tingkah laku menyimpang yang telah menjalani suatu hukuman karena kenakalannya. Hal ini perlu dibina agar mereka tidak mengulangi lagi kenakalan tersebut.
Pengalaman dapat diarahkan dalam beberapa aspek yaitu :
1.    Pembinaan mental dan kepribadian beragama.
2.    Pembinaan mental ideologi negara yaitu Pancasila
3.    Pembinaan kepribadian yang wajar untuk mencapai pribadi yang stabil.
4.    Pembinaan ilmu pengetahuan
5.     Pengembangan bakat-bakat khusus.


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.
Jenis Jenis Perilaku Menyimpang ada dua macam yaitu berdasarkan kekerapan atau berat-ringannya penyimpangan dan berdasarkan jumlah pelakunya. Secara umum, terdapat dua sifat penyimpangan, yaitu: Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang memiliki dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif dan memperkaya alternatif dan dalam penyimpangan yang bersifat negatif, pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yangs dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial.
Penyebab terjadinya perilaku penyimpangan terjadi karena Penyimpangan sebagai akibat dari proses sosialisasi yang tidak sempurna, penyimpangan karena hasil proses sosialisasi subkebudayaan menyimpangSubkebudayaan dan Penyimpangan sebagai hasil proses belajar yang menyimpang Proses belajar ini melalui interaksi sosial dengan orang lain, khususnya dengan orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman.
Perilaku menyimpang akan berdampak baik bagi pelaku dan orang lain atau masyarakat. Serta usaha penanggulangan perilaku penyimpangan dapat dilakukan dengan cara pencegahan (preventif), pengentasan (creative) dan pembinaan (corektive).

3.2  Saran
Sebaiknya sebagai calon guru/konselor kita mempelajari dengan serius mengenai perilaku penyimpangan, karena perilaku penyimpangan dengan mudah terjadi dilingkungan sekitar kita. Serta teruslah menambah wawasan dan pengetahuan perilaku penyimpangan karena ini dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Tea, iwonk. 2014. Makalah bentuk perilaku menyimpang. On line at http://makalahlamakoe.blogspot.co.id/2014/09/makalah-bentuk-perilaku-menyimpang.html [di akses 24/03/2016]

Choiriyani, desi. 2014. Makalah sosiologi perilaku penyimpang. On line ata http://desichoiriyani.blogspot.co.id/2014/05/makalah-sosiologi-perilaku-menyimpang.html [di akses 24/03/2016]

Nasuha. 2015. Makalah perilaku menyimpang. On line at http://tuli54n-n45uh4-t34.blogspot.co.id/2015/03/makalah-perilaku-menyimpang.html [di akses 24/03/2016]

Dapier, amir. 2013. Makalah tentang perilaku menyimpang. On line at http://amirdapier.blogspot.co.id/2013/01/makalah-tentang-perilaku-menyimpang.html [di akses 24/03/2016]

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS

Nama           :Mariyati                       Jurusan             :BimbinganDan Konseling Nim              :2014 141 106              Mata Kuliah      :Studi Kasus Kelas            :6/C                               Dosen Pengampu :Mirnayenti, M.Pd RESUME PENDEKATAN STUDI KASUS TUNGGAL DAN MULTI KASUS 1.     Pendekatan Umum Pendesainan Studi Kasus a.     Definisi Desain Penelitian Desain penelitian adalah keseluruha...

pemikiran Friederich Wilhelm August Froebel

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu. Adapun tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan prasekolah adalah Friederich Wilhelm August Froebel atau lebih dikenal dengan sebutan Froebel. Tokoh ini ...

Makalah Konseling Psikologi Individual

Makalah Model-Model Konseling “ Konseling Psikologi Individual ” Di Susun Oleh : Kelompok 3 Nama Kelompok   : 1.      Ayu soraya 2.      Ema kusna haryati 3.      Ika ayu oktaviani 4.      Mariyati 5.      Rahmad shadat 6.      Yogi firnando Semester/Kelas     : Enam    (6) / C Program Stud i       : Bimbingan dan Konseling Dosen Pengasuh    : Erfan Ramdhani, M.Pd., Kons, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang 201 6/2017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P e nyayang. Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami . Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW....